
Clara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tujuannya saat ini adalah rumah kakaknya. Dimana, sudah hampir tiga bulan ini ia tidak bertemu sang kakak. Meskipun sering berantem dan berselisih paham. Tentunya hanya Leon lah saudaranya satu satunya.
Apalagi sampai saat ini kedua orang tuanya juga masih saja sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Namun, dibalik kesibukan kedua orang tuanya. Rumah tangga mereka tetap harmonis dan tidak pernah terkena masalah apapun. Apalagi masalah kesetiaan. Reno dan Vera sama sama orang yang setia.
Bahkan, keromantisan Ayah dan Bunda nya itu. Kadang membuat Clara kesal sendiri. Karena hanya dia yang tidak punya pasangan di keluarga besarnya.
Sebelum kerumah kakaknya. Clara memutuskan untuk mampir ke toko kue kesukaan keponakannya. Dan itu tidak pernah absen saat Clara datang berkunjung ke rumah sang kakak.
Clara memarkirkan mobil mewahnya yang tak pernah ia publish. Karena itu adalah mobil pribadinya sendiri. Yang sering Clara pakai untuk keluar tanpa harus di ikuti oleh media.
Langkah gadis itu tampak anggun meskipun ia memakai topi dan maskernya. Namun, mata indahnya dengan bulu mata lentik dan alis tebalnya. Membuat siapa saja terpesona akan kesempurnaan dirinya itu.
" Mba aku mau pesen banana Cake sama tiramisu ya". Ucap Clara pada pelayan toko.
" Mba Clara... ". Seru karyawan itu tampak berbinar karena Clara sering langganan kue disana. Jadi, meskipun Clara memakai penutup wajah dan topi untuk penyamaran nya. Tetap saja gagal, sebab dari nada bicara nya saja mereka sudah tahu siapa gadis itu.
" Husssttt... ". Clara meletakkan jari telunjuknya tepat di depan bibirnya yang terhalang masker.
" Jangan keras keras!. Nanti ada yang denger! ". Bisik Clara pelan. Membuat karyawan wanita itu langsung paham dan menganggukkan kepalanya.
" Ada apa?. Kok rame begini? ". Tanya Clara sambil menunggu pesanannya di kemas.
" Oh itu mba, ada tamu bos yang baru datang dari London. Biasa orang sosialita". Jawab karyawan wanita itu sambil terkekeh.
__ADS_1
Clara pun hanya menganggukkan kepalanya saja. " Mau dong ikutan jadi sosialitanya juga". Seloroh Clara yang dijawab gelak tawa oleh karyawan yang lainnya.
" Mba, kami ada menu baru loh. Gak mau cobain juga? ". Ucap salah satu karyawan wanita lainnya. Dimana ia sedang menyusun kue kue untuk ia masukkan kedalam rak khususnya.
" Mana?. Boleh dong kau enak". Sahut Clara sambil menggoda karyawan tersebut.
Namun, saat Clara akan melangkah menghampiri sang karyawan. Tiba tiba dari arah samping.
Brakkkk...
" Heh, kalau kerja tuh yang bener dong!. Matanya dipake gak sih? ". Teriak seorang gadis dengan nada ketus dan tidak ada punya rasa bersalah sedikit pun.
Padahal sudah jelas dia yang nabrak karyawan tersebut. Hingga semua kue yang ada di keranjangnya jatuh ke lantai. Berserakan tak beraturan lagi.
" Mbak... Mbak... Mbak... kamu pikir saya mbak kamu apa?_. Gadis itu sama sekali tidak ada sopan santun nya sama sekali.
Clara pun hendak maju namun sang pemilik toko segera datang. ". Ada apa ini? ".
" Oh my god... Lihat karyawan loe ini!. Sama aja ya kayak loe udik banget". Ketusnya malah ikutan mengatai pemilik toko.
" Zi, loe kan bisa ngomong baik baik!. Kenapa harus dengan kata kata kasar sih? ". Pemilik toko juga mulai ikutan tersulut emosi karena ia mungkin tahu bagaimana karakter teman SMA nya itu.
" Ah, bodoh amat. Gue mau dia ganti baju gue ini!. Lihat baju gue udah penuh ama coklat dan ini otomatis gak bisa hilang dong ". Gadis itu malah tetap nyolot dan tidak mau rugi sedikit pun.
__ADS_1
Jadi, kesannya dia malah sedang memaafkan keadaan. Padahal, semua orang tahu jika karyawan itu sama sekali tidak salah.
" Berapa harga bajunya? ". Tanya pemilik toko lebih tepatnya ia adalah anak dari pemilik toko tersebut. Karena ia juga tidak tega melihat karyawan di rendahkan begitu di depan umum.
" 25 juta". Gadis itu tersenyum sinis saat melihat perubahan wajah sang pemilik toko.
" Ya ampun gue baru ingat. Kalau loe itu kan sama aja dengan mereka. Miskin". Ketus gadis itu malah mengolok olok.
" Biar gue yang bayar semua kerugiannya ". Clara yang sudah ikut kesal dan tak bisa menahan diri lagi. Ia maju mendekati mereka bertiga.
" Sini mana no rekening nya!! ". Pinta Clara dengan santainya.
Gadis itu pun mulai memainkan ponselnya dan memperlihatkan nomor rekening miliknya. Namun, setelah ada notifikasi masuk wajahnya malah memerah .
" What? ". Pekiknya tak Terima karena merasa di permainkan oleh Clara. ". Kenapa cuma 10 juta?. Ini baju gue beli limited edition. Dan hanya ada dua karya yang sama". Sambung gadis itu menatap tajam ke arah Clara.
" Itu baju udah elo pake nona. Kalau baru okelah gue sanggup beli nya. Tapi, karena udah di pake jadi gue kasih harga second lah. Masa mau dibayar full?. Kalau loe gak mau ambil aja punya gue yang udah gak gue pake lagi karena udah gak ketinggalan modelnya". Jawab Clara dengan songongnya.
"Loe... ". Gadis itu sudah sangat kesal sekali dan ingin memaki Clara saat itu juga. Namun, dering ponselnya membuat ia langsung menatap kearah luar dan pergi dengan membawa kekesalannya sendiri.
" Dasar sinting". Guman Clara mencelos sinis.
Sedangkan pemilik toko dan juga karyawan tersebut langsung mengucapkan terima kasih pada Clara. Bahkan, sang pemilik toko ternyata juga tidak terlalu akrab dengan gadis itu tadi.
__ADS_1
Mereka hanya satu sekolah saat SMA dulu. Dan kedatangan gadis itu ke toko ini adalah untuk mencari tahu keberadaan seseorang.