
Sebuah jet pribadi dengan lebel AA Group. Sudah siap untuk take off. Sepasang suami istri yang baru semalam sah , Menjadi pasangan halal. Kini berjalan beriringan menaiki tangga jet pribadi tersebut.
Clara sempat menoleh, Karena sejak keluar hotel sampai tiba di Bandara. Clara sama sekali tidak melihat lagi keberadaan keluarga nya. Sepertinya sekarang kedua orang tuanya serta kakaknya. Sudah mulai lepas tangan, Karena dirinya sudah menikah.
"Mereka jahat sekali, Mentang mentang aku sudah menikah. Sekarang malah di tinggal begitu saja". Guman Clara sedikit mencebik kesal.
" Itu artinya, Keluarga mu sangat percaya pada suamimu ini". Sahut Arya yang selalu saja mendengar apa yang istrinya katakan.
Clara hanya melirik sekilas. Lalu ia lebih memilih untuk masuk duluan, Sampai menyenggol bahu suaminya.
"Aww... ". Pekik Clara ketika tubuhnya melayang di udara. Karena Arya langsung menggendong nya. Ala karung beras.
" Kau itu tidak ada romantis romantis nya sama sekali". Kesal Clara sambil terus memukul mukul punggung suaminya.
"Jangan banyak protes!!. Karena kau sendiri yang memulainya". Jawaban Arya sangat membuat Clara bertambah kesal saja.
" Aku lebih menyukainya sewaktu jadi sopirku saja, Daripada dia kembali kewujud aslinya ".Guman Clara lagi, Setelah tubuhnya telah di dudukan pada kursi penumpang, Oleh Arya.
" Aku masih bisa mendengar gumanmu itu". Sentak Arya sambil menatap Clara datar.
Sedangkan Clara hanya memanyunkan bibirnya saja. Malas untuk berdebat dengan pria datar dan juga dingin. Tapi, Sayang nya sangat mempesona itu.
Arya menjentikkan jarinya. Dan tak berselang lama. Datang dua orang pramugari khusus. Yang merupakan pramugari tetap untuk jet pribadi Arya sendiri. Membawa nampan berisi makanan.
__ADS_1
Wangi masakan itu membuat Clara langsung menoleh. Dan ia pun meneguk air liurnya sendiri. Karena sejak bangun tidur sampai saat ini. Ia belum sama sekali makan apapun. Dan saat ini malah di sajikan dengan berbagai hidangan makanan favorit nya.
"Makanlah yang banyak!!. Karena setelah tiba kau akan bekerja keras!! ". Seru Arya dengan sangat santai.
" Dasar pria arrogant ". Cibir Clara kesal.
" Tapi kau begitu mencintai ku, Bukan? ". Goda Arya yang langsung duduk tepat di depan istrinya.
" Anggap saja, Aku sedang khilaf". Guman Clara asal.
Greppp...
"Emmpppttt... ". Clara kesulitan mengatur nafasnya. Saat bibirnya di sambar tiba tiba oleh Arya. Dan ******* benda mungil nan berisi itu dengan sapuan benda tak bertulang miliknya.
"Tutup mata kalian!!! ". Sentak Arya menatap tajam pada dua wanita yang sedang bertugas itu.
" Maaf tuan!! ". Ucap keduanya sambil menundukkan kepalanya.
Sedangkan Clara kini hanya bisa terengah engah. Akan ulah suaminya itu. Dan sayangnya ia malah sempat menikmati ciuman dari Arya.
" Berani bicara asal lagi, Maka aku tidak akan memberimu toleransi sedikitpun! ". Ancam Arya menatap istrinya dengan seringai liciknya.
" Aku tak menyangka, Jika seorang CEO terkenal seperti mu. Ternyata sangat mesum". Hardik Clara masih dengan kekesalannya.
__ADS_1
"Aku bisa jauh lebih mesum lagi, Daripada tadi. Dan kau akan lihat sendiri nanti!!!. Aku pastikan lama lama kau juga yang akan merengek memintanya! ". Timpal Arya dengan nada penuh penekanan.
Clara hanya memutar bola mata nya malas. Karena saat ini ia ingin sekali. Segera menikmati hidangan yang ada di hadapan itu. Perutnya pun sudah keroncongan. Saking kelaparan nya.
Melihat Clara yang sejak tadi meneguk air liuranya. Arya menarik sudut bibirnya saja. Dan mulai mengambil sendok, memberikannya pada istrinya. Clara menatapnya dengan senyum menawannya.
Nyatanya suaminya itu masih ada sisi hangatnya juga. Meskipun lebih dominan arrogant nya. Dan dengan senang hati, Clara langsung menerima sendok dari tangan suaminya. Namun, Akal bulusnya tak pernah kunjung habis. Clara kembali memerikan sendok itu pada Arya. Membuat Arya menautkan kedua alisnya bingung.
Clara menatap sup iga yang ada di hadapan nya. Lalu kemudian melirik ke Arya lagi. Sambil menaik turunkan alisnya. Membuat Arya mulai paham. Dan mengambil satu mangkuk sup iga tersebut. Lalu menyendoknya dan mulai menyuapi istrinya.
"Dasar manja". Cibirnya dengan sudut bibir yang terangkat membentuk senyum.
" Hmm, Sedapnya suapan suami ". Seloroh Clara dengan senyum dibibirnya.
" Kau harus membayar nya nanti!! ". Bisik Arya pelan.
" Cih, Kenapa harus menunggu nanti?. Kalau disini juga bisa". Tantang Clara asal.
Arya bangkit dan malah mendekatinya. Pria itu berjongkok tepat di samping tempat duduk Clara. Menatap wajah cantik istrinya. Ditatap sedemikian rupa, Membuat jantung Clara menjadi tak karuan. Tangan Arya terulur dan bertengger tepat di depan dada istrinya.
Clara sontak menjauhkan tubuhnya. Namun, Sayangnya Arya telah lebih dulu menarik pinggangnya dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya mulai menyusup masuk kedalam dress yang di pakai oleh Clara.
Mata Clara terpejam ketika pijitan lembut telah menyentuh aset berharga nya di dalam sana. Dirinya ingin menolak namun, Keinginan tubuhnya malah meminta lebih. Senyum Arya terbit dengan licik. Dan malah menyusupkan kembali tangannya pada lingkaran pangkal paha istrinya.
__ADS_1
Clara sampai menggigit bibir bawahnya. Sambil terus memejamkan matanya. Kala ia merasakan sentuhan jari Arya pada inti tubuhnya. Dan tak menunggu lama milik Clara malah merespon sampai lembab.