Sexy Lady

Sexy Lady
Was Was


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan yang temaram, Hanya ada pencahayaan dari lampu serta sinar bulan dari arah luar. Sedang duduk seorang pria tua . Dengan menikmati segelas wine di tangan kirinya. Ia tampak begitu sedang menyimpan kekesalannya sendiri.


Umurnya sudah tidak muda lagi. Bahkan sudah bisa dibilang aki aki yang bau tanah. Namun, pria tua itu masih saja tetap ingin serakah. Hidupnya di penuhi rasa iri hati dan kebencian. Masa lalunya begitu kelam dan suram. Bahkan, di masa lalunya ia adalah orang yang tak pernah di hargai. Selalu di kucilkan karena status sosialnya yang sangat miris.


" Kemana perginya anak sialan itu?. Bahkan, orang orangku saja masih belum bisa menemukan keberadaan nya sampai saat ini".


Pria tua itu berguman sendiri sambil terus menatap gelas wine di tangan nya. Ada rasa ketakutan tersendiri dalam dirinya. Jika, sampai anak yang ia besarkan dengan susah payah. Dan akan ia musnahkan juga setelah keinginan nya tercapai. Malah akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Pranggg...


Suara pecahan gelas terdengar jelas di indera pendengaran nya. Pria itu begitu kesal dan emosi, Karena lagi lagi ia kalah.


" Aku tidak akan membiarkan diriku kalah lagi". Geram pria tua itu dengan penuh amarahnya.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


" Papa, Apa aku boleh masuk?. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan".


" Masuklah!! ".


Ceklek...


Pintu kamar itu pun dibuka dari luar. Membuat sang anak terlihat mengerutkan dahinya. Karena kamar Papanya malah terlihat menyeramkan. Tak ada cahaya lampu di dalam nya. Hanya ada pantulan cahaya dari arah luar saja. Karena jendela balkon nya ia biarkan terbuka.


" Ada apa? ". Tanya pria tua itu tanpa basa basi.


" Mau sampai kapan kita harus berada di bawah mereka Pa? ". Tanya sang anak mulai tak sabaran.


" Lakukan saja apa yang Papa katakan!!. Dan jangan sampai menimbulkan kecurigaan!. Kita harus menemukan anak itu dan menikah kan nya dengan cucuku segera. Jika tidak, maka semuanya akan sia sia".


" Tapi, bagaimana kita menemukan nya. Anak itu menghilang tidak meninggalkan jejak apapun. Bahkan, aku sudah memeriksa semua rumah sakit yang hampir di seluruh rumah sakit besar. Namun, tak ada pasien yang bernama dia". Sang anak mulai ikutan panik. Karena ia tidak ingin jatuh miskin setelah semuanya terbongkar nantinya.

__ADS_1


" Semua ini juga salah kalian". Bentak sang pria tua geram.


" Kenapa jadi salahku?. Papa yang selalu berpikir ulang untuk membuat dia lenyap dari dunia ini. Seandainya Papa tidak menghalangi aku untuk membunuh nya dulu. Mungkin saat ini hidup kita akan tenang Pa dan...


" Dan kita hidup miskin kembali, begitu maksud mu?. Hah? ". Pria tua itu mulai tersulut emosi pada putranya sendiri. Karena ia tak menyangka memiliki putra bodoh seperti itu. Dan selalu saja menurut pada istrinya yang serakah.


" Rubahlah sikap kalian!!. Dan jika dia pulang nanti, Papa harap kalian bisa bersikap baik padanya!! ". Sambung sang pria tegas.


" Apa?. Harus bersikap baik padanya?. Melihat nya saja aku muak Pa. Aku akan mencarinya dan menghabisinya juga".


" Kalau kau lakukan itu sekarang, Siap siap saja kau jadi pengemis di jalanan". Sahut sang pria paruh baya itu jujur.


" Apa maksudnya Pa?. Bukannya akan lebih aman dan semua akan jadi lebih mudah. Jika dia mati?".


" Kau salah bodoh. Jika keturunannya mati sebelum semuanya berpindah tangan. Maka semua hartanya akan di sumbangkan ke panti asuhan ".

__ADS_1


" What? ". Anak pria tua itu hanya bisa melongo tak percaya akan ucapan Papanya saat ini.


Dalam situasi saat ini mereka dibuat serba salah. Dan karena surat wasiat dan juga berkas berkas penting itulah. Mereka sampai saat ini belum melenyapkan keturunan sah dari semua asset yang mereka nikmati saat ini. Beruntung orang kepercayaan keluarga besar yang mereka bentai habis itu cerdik dan cerdas. Meskipun ia mati sekali pun, pria itu tidak pernah mau bicara apa apa padanya.


__ADS_2