
Menjadi publik figur bukanlah hal yang mudah, Tak jarang jika ada orang yang rela mengorbankan apapun hanya untuk menaikkan popularitas nya. Bahkan, kadang rela membuat sensasi. Walaupun harus mempermalukan diri sendiri. Asalkan namanya tetap melejit dan selalu dibicarakan di media sosial dan sebagainya.
Intinya semua itu tergantung skill dan juga cara mereka sendiri sendiri. Bagaimana agar karir mereka tidak redup. Karena semakin hari semakin banyak yang datang silih berganti.
Tetapi semua itu tidak berpengaruh pada Clara. Ia adalah seorang model yang profesional dalam bekerja. Bahkan, Clara adalah seorang public figur yang tidak mementingkan bayaran saja. Jika, ia di undang dan di harapkan untuk hadir. Meskipun tidak ada honor nya sama sekali. Maka, ia akan menyempatkan untuk datang.
Apalagi kalau dalam acara amal dan sebagainya. Kegiatan sosial yang tidak terlalu menghasilkan uang. Namun, yang ada malah mengeluarkan uangnya. Dan Clara malah sangat mendukung kegiatan kegiatan tersebut. Sebab, Bagi Clara uang bisa di cari selagi badan masih sehat dan mampu untuk bekerja. Dan satu yang Clara yakini, jika rezeki itu datangnya dari Allah. Sebagai manusia hanya untuk berusaha dan berikhtiar saja. Selebihnya ada di ketentuan Tuhan. Mungkin termasuk jodohnya nanti.
Beberapa hari telah berlalu sejak Clara pulang dari rumah kakaknya. Kini, gadis cantik itu tengah sibuk melakukan pemotretan untuk sebuah produk makanan.
Namun, saat ia tengah istirahat tiba tiba mood nya memburuk saat ia melihat salah seorang wanita yang masuk kedalam ruang pemotretan nya.
" Ada apa? ". Tanya Santi sang asisten nya yang memang sangat peka itu.
" Gerah, mungkin karena ada Mak Lampir disini". Ungkapnya sedikit sinis. Membuat Santi mengerutkan alisnya bingung.
" Mak Lampir siapa Cla? ". Tanya Santi lagi bingung.
" Udah pergi orangnya. Sudahlah, mana makan siangku? ". Clara mengalihkan pembicaraan agar Santi tidak membahas nya lagi.
__ADS_1
" Nona Clara, ini undangan untuk anda". Seorang manajer penanggung jawab datang menghampiri Clara. Sambil menyodorkan sebuah kartu
undangan untuknya.
" Undangan apa? ". Tanyanya heran.
" Oh, ini adalah undangan acara pertunangan pemilik perusahaan ini nona". jelasnya sambil tersenyum.
" Terimakasih ya mba". Sang manajer pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Wah, gue kira CEO nya masih jomblo. Ternyata udah mau tunangan aja". Seloroh Santi sambil terkekeh. Karena ia tahu siapa pemilik perusahaan yang sekarang sedang meminta jasa Clara untuk produk terbarunya.
" Adien Arya dan Zivanya Victoria". Lirih Clara sambil menatap kedua foto yang ada di dalam undangan tersebut.
" Haisss... Nih cowok buta atau gimana sih? ". Seloroh Clara malah terkekeh.
" Clara... loe bisa kena masalah loh kalo ngomongnya gak hati hati! ".Santi memperingatkan bosnya.
Clara pun hanya terkekeh sambil mengangkat bahunya acuh. Dan melempar kartu undangan itu di atas meja di hadapan nya.
__ADS_1
" Sepertinya wajah pria itu tidak asing. Tapi siapa ya? ". Guman Clara berusaha mengingat ingat otaknya yang terlalu banyak terisi penuh dengan planning planning tidak jelas. Sehingga ia malah sering melupakan sesuatu hal.
" Ini makan siang loe. Dimakan gih!. Biar kagak oleng lagi". Santi menyodorkan lunch box untuk Clara. Dimana yang isinya selalu makanan makanan sehat untuk sang model. Karena sebagai seorang model. Clara harus selalu menjaga pola makan nya agar body nya tetap bagus.
Dering ponsel Clara membuatnya mengurungkan niatnya untuk menyuap makanan nya. " Iya hallo. Bagaimana?. Apa kalian sudah menemukan informasi tentang dia? ". Tanya Clara begitu antusias sekali.
" Maaf nona. Tidak ada jejak sama sekali. Bahkan, CCTV di hotel itu pun sedang rusak pada saat malam kejadian itu".
Clara menarik nafasnya berat. Lagi lagi ia sama sekali tidak mendapatkan apa apa. Padahal, sudah hampir lima tahun ini ia mencari keberadaan nya. Namun, sama sekali tak berjejak sedikitpun.
" Sial". Guman Clara putus asa. Beruntung Santi sedang ke toilet jadi tidak mendengar apa yang sedang ia bicarakan barusan.
"'Ayolah Clara!. Loe pasti bisa ingat kejadian malam itu. Come on otak, sedikit saja ingatlah wajah pria itu!! ". Clara terus berusaha mengingat semuanya. Namun, sayangnya sama sekali tidak ingat apapun lagi.
" Wangi itu". Clara mulai membulat matanya sempurna. Karena ia baru sadar akan satu hal.
" Clara, Loe mau kemana?? . Makananmu belum dimakan nih".
TBC
__ADS_1