
Suasana di meja makan tampak tenang. Saat semua orang tengah menyantap makan malamnya dengan diam. Hanya dentingan suara sendok dan garpu saja yang terdengar. Clara mulai melirik kearah Ayah dan Bunda nya. Sejak ia mengenalkan Arya sebagai kekasihnya. Ayah dan Bundanya malah sama sekali tidak protes. Hal itu membuat Clara malah curiga dengan kedua orang tuanya sendiri.
Biasanya Ayahnya selalu saja detail jika menyangkut masa depan anak anaknya. Namun, malam ini kedua orang tuanya malah langsung percaya saat Arya mengatakan jika dirinya adalah seorang CEO dan memiliki perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara.
" Clara segera habiskan makanan mu!!. Setelah itu kalian berdua susul Ayah ke ruang kerja Ayah! ".
Reno bangkit dari tempat duduknya. Setelah ia menyeka sisa makanan menggunakan tisu. Karena ia telah lebih dulu menghabiskan makanannya.
" Leon gak di ajak Yah? ". Goda Leon masih saja ingin bercanda. Padahal wajah Ayahnya sudah terlihat sangat serius sekali.
" Kau sudah tua bahkan anak mu sudah mau dua". Balas Reno seraya melangkah pergi meninggalkan meja ruangan tersebut.
" What?. Yah Leon masih kuat kok". Seru Leon yang masih di dengar oleh Ayahnya.
__ADS_1
" Kuat apaan kak? ". Tanya Clara menaik turunkan alisnya.
" Bikin anak". Sahut Hani yang langsung di bungkam mulutnya oleh Leon suaminya.
" Hahaha... Mbak Hani kalau ngomong selalu bener sih". Clara malah tertawa terbahak-bahak.
Sampai sampai membuat Bundanya menggeleng kan kepalanya saja. Akan tingkah anak dan mantunya itu. Sedangkan Arya hanya diam memasang wajah datarnya. Tanpa ekspresi apapun, Jangankan untuk tertawa. Senyum saja ia tidak.
🌿🌿🌿🌿🌿
Clara berjalan gontai saat ia baru saja keluar dari ruang kerja Ayahnya bersama dengan Arya. Bagaimana tidak ia malah di suruh bertunangan dengan Arya secepatnya.
Namun, lagi lagi Arya malah menyanggupi nya saja. Seolah ia benar-benar pasangan Clara sebenarnya. Padahal, Clara dan Arya hanya berakting saja.
__ADS_1
" Eh...". Clara tersentak kaget saat tiba tiba Arya menarik tanganya dan Menggandeng nya mesra. Seolah mereka benar benar pasangan kekasih pada umumnya.
" Jangan menolak nona!. Kalau tidak usaha kita akan sia sia". Ucap Arya sedikit berbisik. Karena di belakang sana ada Reno Ayahnya Clara.
Sepertinya Ayahnya Clara sebenarnya belum yakin. Jika Clara dan dirinya menjalin hubungan. Hanya saja Reno tidak ingin membuat hubungan nya dengan anak anaknya. Selau saja renggang. Karena ia terlalu memaksakan kehendaknya.
Dan kali ini Reno akan menyetujui siapa pun calon yang anaknya bawa. Asalkan mereka benar benar yakin dan serius. Masalah harta ataupun pekerjaan Reno dan Vera tidak akan mempermasalahkan nya juga. Toh mereka juga bukan orang susah. Buktinya Leon dan Hani sekarang bisa hidup bahagia. Meskipun Hani bukanlah dari keluarga Kolongmerat dan bangsawan.
" Apa ayah curiga tentang kita berdua? ". Tanya Clara sedikit berbisik. Karena mereka sedang menuruni anak tangga. Untuk menuju ke lantai bawah.
" Ayahmu anda bukan orang bodoh nona". Jawab Arya datar.
Clara pun mencebikkan bibirnya kesal. Ia sekarang menyesal karena memberi nama pria itu dengan nama Arya. Karena pria itu sekarang malah sangat mirip dengan Arya yang asli saat nada bicaranya seperti tadi. Ketus dan datar.
__ADS_1