Sexy Lady

Sexy Lady
Kesederhanaan


__ADS_3

Clara berjalan dengan sangat anggun di iringi dengan sang asisten nya. Siapa lagi kalau bukan Santi yang kadang sering bikin masalah juga. Kini keduanya juga langsung beridiri tepat di loby perusahaan AA group. Dengan manajer penanggung jawab akan semua sesi pemotretan yang telah ia bintangi itu.


Tak berselang lama mobil Clara pun tiba tepat berhenti didepan perusahaan. Dan pria paruh baya segera turun dari mobil tersebut untuk membukakan pintu mobil . Mempersilahkan nona nya segera masuk. Clara juga langsung berpamitan pada sang manajer, Begitu pula dengan Santi sang asisten pribadi nya itu.


" Loh Arya kemana pak? ". Tanya Clara saat ia sudah masuk kedalam mobilnya. Tapi tak melihat adanya sang pria yang ia ikut pekerjakan itu.


" Oh, Nak Arya sedang ke toilet nona". Jawab pria paruh baya yang telah lama menjadi sopir pribadinya Clara.


Tak berselang lama Arya pun muncul dari arah samping sambil membenarkan topinya. Dan langsung masuk dari samping kiri mobil bagian samping sopir.


" Maaf, Nona saya kebelet tadi". Ucapnya meminta maaf.


" Oh iya gak papa". Timpal Clara yang tidak pernah mempermasalahkan hal sekecil apapun. Santi juga hanya diam sambil terus memperhatikan wajah Arya.

__ADS_1


Namun, Arya yang sadar jika terus di tatap oleh Santi. Kini langsung menghadap ke depan lagi. Menutupi wajahnya dengan topinya. Seakan ia memang tidak ingin di tatap lebih lama oleh sang asisten nona nya itu.


" Pak, kita ke Mall xxx dulu ya!!! ".


" Baik nona".


Clara pun menyenderkan kepalanya pada badan jok mobilnya. Hari ini rupanya cukup melelahkan baginya. Ya, walaupun sudah berapa bulan ini, Santi tidak menerima banyak job untuknya. Terutama saat Clara mendapatkan tawaran untuk bintang iklan pakaian dalam. Santi langsung menolaknya cepat. Sebab, Selain Santi tidak ingin tubuh Clara selalu di nikmati oleh banyak orang. Santi jiga risih harus menyaksikan Clara berpose seperti wanita panggilan dan wanita penggoda pada umumnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Mobil yang Clara tumpangi saat ini telah tiba di basement mall terbesar di kota itu. Clara dan Santi pun segera keluar. Dan sebelum mereka masuk kedalam Mall. Clara meminta Arya untuk ikut bersamanya.


" Arya, kamu ikut kita ya masuk kedalam!!. Soalnya ada banyak barang yang ingin saya beli nanti , Jadi mungkin tidak akan muat di tangan Santi".

__ADS_1


Arya pun hanya mengangguk kan kepalanya patuh. Toh, iya juga hanya sebagai sopir serep di sana. Jadi, Arya juga harus menurut pada majikannya.


Clara berjalan lebih dulu di ikuti oleh Santi dan juga Arya. Mereka, Masuk melalui lift di bagian basement.


" Kakak ipar loe udah dateng Cla? ". Tanya Santi. Karena ia tahu Clara kemari juga tadi sudah janjian dengan Hani istri kakak nya.


" Dia sudah stay sejak satu jam yang lalu ". Jawab Clara asal. Yang sangat paham bagaimana kakak iparnya itu.


Hani akan langsung gercep dan segera otw saat sudah membuat janji dengannya. Meskipun perutnya semakin lama semakin membuncit. Tak membuat seorang Hani malas untuk jalan jalan ataupun hangout.


Apalagi kalau masuk Mall. Bukan karena kakak iparnya itu ingin menghabiskan uang untuk shoping atau pun belanja barang tidak penting. Namun, ia ke Mall hanya untuk memanjakan lidahnya dan juga menikmati es krim favorit nya. Aneh memang kelakuan kakak ipar Clara itu. Karena ia bukanlah tipe wanita yang suka menghambur hamburkan uang dengan cuma cuma.


Hani selalu berpenampilan sederhana dan juga sangat irit. Bukan karena ia pelit. Tapi, mungkin sejak kecil hidupnya selalu di ajarkan akan kesederhanaan. Dan bisa menghargai jerih payah orang lain.

__ADS_1


__ADS_2