
Seharian ini mereka berdua menghabiskan waktu di pinggir danau buatan. Dan Clara pun bercerita panjang lebar. Mencurahkan semua perasaannya yang ia pendam selama ini. Clara juga bilang jika dirinya, Sangat menyukai dunia hiburan dan bahkan ini adalah impian dan cita-citanya sejak dulu. Namun, Clara juga bilang jika dirinya malah sekarang tak bahagia dengan langkah yang ia ambil sendiri.
Arya tak menyangka jika gadis sesempurna Clara baginya. Menyimpan banyak luka di masa lalunya. Bukan karena luka oleh pengkhianatan kekasihnya. Tetapi, Luka yang sama sekali kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya. Hingga, sang kakak berjuang untuk selalu bisa membuat nya tetap tersenyum. Dan selalu berusaha menghibur nya. Memberikan pengertian agar ia bisa memahami kesibukan kedua orang tuanya.
Hari ini juga bahkan Clara ikut menceritakan kisah percintaannya. Yang kandas di tengah jalan karena perbedaan keinginan masing masing. Cinta pertama nya yang selalu ada buat dirinya dulu. Bahkan, keluarga sang pria pun sangat mendukung hubungan keduanya.
Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan pulang. Clara pun sudah memejamkan matanya kembali. Dan dapat Arya lihat. Jika gadis itu sebenarnya hanya berusaha untuk bahagia di depan banyak orang. Pekerjaan nya menuntutnya untuk selalu ceria dan sehat.
Bahkan saat mobil yang mereka tumpangi tiba di Apartment. Arya pun tak membangun kan Clara. Ia rela menggendong Clara sampai kedalam unit Apartment yang mereka tempati. Hingga tanpa sadar jika aksi Arya sudah di bidik Camera paparazi. Untuk mencari berita dalam menaikan stasiun televisi nya.
Arya menatap wajah cantik Clara, Setelah ia menidurkan tubuh gadis itu di atas ranjang kamarnya. Senyum Arya terbit dan ia malah mendaratkan kecupan singkat di kening Clara.
__ADS_1
" Aku janji setelah semuanya selesai. Aku tidak akan melepaskan mu lagi". Guman Arya.
Setelah berguman sendiri. Arya pun langsung pergi keluar kamar Clara. Ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Berbicara beberapa menit dengan seseorang di balik sambungan telepon nya.
Jam masih menunjukkan pukul delapan malam. Arya pun ingat jika mereka belum makan malam. Setelah selesai menelpon dan sempat bicara beberapa menit. Kini Arya pun melangkah menuju dapur.
Ia akan menyiapkan menu makan malam untuk mereka berdua. Sebenarnya bisa saja ia delivery . Namun, entah kenapa pria itu ingin merealisasikan keahliannya dulu. Dimana dirinya juga pernah terjun ke dunia perdapuran. Karena ia juga sempat kuliah perkokian dulu. Namun, karena apa ia malah lupa dan meninggalkan nya begitu saja.
🌿🌿🌿🌿🌿
Dan setelah sampai di dapur Clara menatap punggung Arya dari arah belakang. Clara juga mencepol rambutnya asal. Gadis itu berdiri di samping lemari pendingin sambil mengulum senyumnya.
__ADS_1
" Sepertinya aku akan memberikan gaji double untukmu Arya". Seru Clara sambil tersenyum.
Arya yang masih menunggu masakan terakhirnya selesai. Langsung menoleh dan menatap wajah Cantik Clara. Dimana gadis itu selalu terlihat menarik dalam kondisi apapun. Apalagi rambutnya yang ia cepol asal ke atas. Memperlihatkan leher jenjangnya yang terdapat bulu bulu halus di kulitnya.
" Kau bisa tunggu di meja makan saja Cla!. Sebentar lagi makanannya akan selesai ". Ucap Arya yang langsung kembali fokus pada kegiatannya. Daripada harus menatap wajah Clara. Yang setiap saat mampu membuat nya tak sehat.
Bukannya pergi Clara malah mendekat ke arah Arya. " Aku kan mau cicipin juga dong!!".
" Astaga Clara". Arya malah terkejut saat tiba tiba Clara bicara sudah berada di sampingnya.
" Ada apa? ". Tanya Clara dengan polosnya.
__ADS_1
" Sepertinya aku harus mencari tempat tinggal lain, Yang tidak jauh dari apartment ini". Batin Arya menghela nafasnya kasar.
TBC