
Sedangkan di dalam Mall. Saat ini sedang duduk seorang wanita hamil de sebuah Caffee shop.Ya dia adalah Hani kakak ipar nya Clara. Ketika Hani sedang menikmati minumannya di sebuah Coffee shop yang ada di Mall itu. Tiba tiba perhatian Hani tertuju pada salah satu pengunjung yang berpakaian sedikit terbuka.
Bahkan, tampak sedang memarahi pelayan disana. Lantaran sang pelayan salah memberikan pesanan nya. Disana juga ia di temani dua orang temannya. Yang sama sama berlaga sombong dan congkak sama seperti dirinya.
" Mama, kenapa tante itu jahat sekali? ". Tanya Jeje yang juga sedang ikut memperhatikan pengunjung itu.
" Sayang, begitulah kelakuan orang yang tidak punya hati nurani. Nanti kalau Jeje udah dewasa jangan seperti itu ya!. Itu tidak baik sayang". Hani menasehati putrinya.
Gadis kecil itu pun menganggukkan kepalanya paham. Membuat Hani tersenyum bangga. Meskipun dulu ia bukan siapa siapa. Dan hidup menjadi tulang punggung keluarga nya. Bahkan, karena kebaikan keluarga besar suami sahabatnya. Hani, bisa membantu perekonomian keluarga nya. Hani ingat betul saat dirinya masih SMA. Dan waktu itu Ibunya yang sering sakit sakitan, Membuat Ayahnya harus mengutang uang pada rentenir.
Dan pada akhirnya rumah mereka satu satunya yang menjadi jaminan. Sampai pada akhirnya sang Ayah tak mampu untuk membayar hutang hutangnya. Yang semakin hari semakin bertambah saja bunganya.
Jika ingat akan hal itu Hani kadang merasa sangat miris akan masa remaja nya. Namun, berkat sahabatnya. Hani bisa mapan dan mandiri. Bahkan sampai bisa kuliah dan lulus sarjana. Meskipun, perjalanan cintanya sedikit bengkok. Karena ia hamil di luar nikah karena suaminya yang sering menginap dan datang ke Apartemen nya setiap hari.
"Aunty Clara... ". Seru Jeje saat melihat Clara baru masuk kedalam Caffe shop itu. Membuat lamunan Hani buyar karena teriakan putrinya.
" Hei... Sorry Aunty lama ya? ".
" Banget... Udah jamuran nih nungguin nya". Jawab Hani yang langsung Clara peluk dan cipika cipiki dengan kakak iparnya.
Clara hanya terkekeh saja dan langsung mendaratkan pantatnya di salah satu kursi di samping Hani.
__ADS_1
" Santi, Apa kabar kamu?". Hani ikut menyapa asisten adik iparnya itu.
" Baik mba ". Jawab Santi sedikit canggung karena ia sempat mengagumi suami Hani. Yaitu Leon kakak Clara yang ia kira masih single. Padahal udah punya bini dan anak mau dua lagi.
" Santi pernah jatuh cintrong tuh mba sama kak Leon". Celetuk Clara dengan sengajanya. Ia juga sambil terkekeh sendiri.
" Wow, benarkah? ".
" Nggak kok mbak Han. Itu cuma kagum aja. Clara aja keterlaluan ". Santi langsung menatap Clara dengan tatapan kesalnya. Namun, yang di tatap malah semakin terkekeh.
" Gak papa kalau kagum atau jatuh cinta. Asalkan jangan jadi lakor.Dan kalau sampai itu terjadi, Hem... Mbak akan gampar kamu San". Seloroh Hani sambil tersenyum. Membuat Santi menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.
Namun, ketika mereka sedang asyik mengobrol. Meja mereka tiba tiba di penuhi oleh pengunjung lain. Karena tadi, Clara memakai maskernya. Jadi tidak banyak yang mengenalnya. Tapi, ketika tanpa sadar Clara membuka maskernya. Semua pengunjung malah meminta foto bareng dengan nya.
" Uh, hampir aja perut gue kena genjot tuh orang orang". Guman Hani yang sudah berada di luar cafe. Dengan di temani oleh Santi dan juga Jeje putrinya.
" Aduh, mbah Hani gak papa kan? _. Clara yang baru saja lepas dari gerombolan orang orang itu. Kini langsung menghampiri kakak iparnya dan juga asisten nya.
" Alhamdulillah,masih bisa selamat karena di tarik oleh Santi. Kalau gak mungkin udah sesak". Jawab Hani apa adanya.
" Maaf". Clara menangkupkan kedua tangannya. Merasa bersalah.
__ADS_1
" Oke mbak maafin. Tapi, traktir ya! _. Seru Hani sambil terkekeh. Menggoda adik iparnya itu.
" Siap, terserah mbak Hani deh hari ini mau beli apa aja!!. Loe juga San". Jawab Clara dengan senyum dibibirnya.
" Ayo!!".
" Lah itu bodyguard kamu gimana Cla? ". Hani menunjuk kearah Arya yang masih berada di dalam sana. Mencoba berbicara pada para pengunjung untuk menyerbu Clara kembali.
" Aman, Nanti dia nyusul kok. Orang dia yang suruh kita buruan kabur dari tempat ini". Clara pun langsung berjalan cepat meninggalkan cafe tersebut. Di ikuti oleh Santi dan juga Hani serta Jeje keponakannya.
Baru juga akan masuk ke dalam butik mewah dengan brand terkenal. Mata Clara sudah melihat seseorang yang sangat tidak ia sukai.
" Ada apa? ". Tanya Hani saat melihat Clara malah mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam sana.
" Ada mak Lampir mba, Gedek baget gue lihatnya". Santi pun langsung memajukan kepalanya untuk melihat siapa yang ada di dalam butik tersebut.
" Oh, wanita songong itu ya Cla? ". Anggukan kepala Clara membuat Hani semakin bingung.
Lalu Santi pun langsung menceritakan semuanya pada Hani. Membuat Hani manggut manggut karena baru paham.
" Iya, tadi aja dia sempet bikin onar tuh di dalam coffe shop, Cuma gara gara pelayan salah anterin pesanan nya doang loh". Hani kembali mengingat kejadian sebelum Clara datang.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita kerjain balik? _. Hani mulai tersenyum jahil dan membuat Clara mulai bingung.
TBC