
Satu minggu berada di Paris membuat Clara benar benar lelah. Sebab, ia baru pertama kalinya menikmati moment bulan madu. Yang ternyata sangat menguras tenaga nya. Wanita cantik yang sudah berganti status menjadi istri itu. Kini mulai ketagihan juga dengan serangan kenikmatan dari Belut nya Arya.
Saat ini keduanya telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 22.18 wib. Mobil mewah bewarna hitam dengan merk BMW telah terparkir rapi di depan Bandara. Menunggu kedatangan tuan dan Nyonya nya. Sejak beberapa menit yang lalu.
"Hoam... Huh, Aku mengantuk sekali". Guman Clara yang terus saja menguap . Bahkan saat di dalam pesawat ia selalu tidur.
" Ayo cepat!!. Jika kau ingin istirahat dengan nyaman! ". Arya membuka pintu mobilnya, Agar Clara segera masuk kedalam mobil.
" Iya iya, Tidak sabaran sekali sih". Clara merengut sambil masuk kedalam mobilnya.
Dan disusul oleh Arya suaminya. Arya sepertinya sengaja mengincar waktu malam seperti ini. Agar kepulangan nya tidak diketahui oleh publik. Karena Arya selalu saja tidak nyaman saat berada di depan camera. Padahal, Ia sendiri yang suka bikin dirinya dan juga istrinya menjadi incaran publik.
Clara tak perduli lagi, Malam ini dirinya akan dibawa kemana oleh suaminya. Karena Clara hanya ingin memejamkan matanya saja. Rasa lelahnya dan kantuknya tak kunjung reda. Meskipun ia terus saja terpejam sepanjang perjalanan pulang. Didalam pesawat pribadi suaminya.
Arya hanya melirik sekilas saat istrinya kembali memejamkan matanya. Dan hampir saja kepalanya terbentur kaca jendela mobilnya. Dengan sigap Arya meletakkan telapak tangannya tepat dimana kepala istrinya jatuh.
__ADS_1
"Selalu saja ceroboh". Lirih Arya yang kemudian menarik tubuh Clara masuk kedalam dekapan nya.
Dewa hanya melirik lewat kaca spion depan saja. Sambil mengulum senyumnya. Ia juga bisa lega dan merasa bahagia. Melihat atasannya bisa mendapatkan pasangan hidup nya. Yang jauh lebih baik dan juga dari keluarga yang baik pula.
"Langsung ke Apartemen!!! ". Titah Arya.
" Kenapa tidak langsung pulang ke mension tuan?. Bukankah itu juga milik anda? ".
" Aku tidak ingin menempati mension bekas para bajingan berkuasa. Dan tempat dimana mereka membantai habis keluarga besarku". Arya selalu saja merasa bersalah dengan keluarga nya sendiri. Karena ia benar benar bodoh selama ini.
"Bagaimana perkembangan pembangunan rumahku? ".Tanya Arya mulai serius.
" Sudah 90 persen tuan, Kemungkinan bulan depan sudah bisa di tempati ".
"Bagus.Rahasian rumah itu untuk sementara waktu!. Karena aku akan memberikan nya saat hari ulang tahunnya nanti". Arya bicara sangat pelan membuat Arya paham.
__ADS_1
"Baik tuan". Dewa kembali mengulas senyum. Saat tahu rumah yang sudah akan rampung. Dengan desain sangat mewah dan berkelas. Jangan lupakan luasnya yang bak sebuah istinan yang megah. Dan itu akan di hadiahkan untuk nyonya nya sendiri.
" Tuan, Sebenarnya ada hal penting yang ingin saya bicarakan. Tapi, Seperti nya waktunya kurang tepat".
"Tentang? ".
" Nona Bianca".
Deg...
Arya langsung melirik kearah istrinya. Dimana Clara masih tetap memejamkan matanya. Dan Arya pun masih mendengar dengkuran halus dari mulut istrinya.
"Kita bahas di ruang kerjaku saja nanti setelah tiba di apartemen!! ".
Dewa menganggukkan kepalanya paham. Karena ia juga paham. Ini akan menjadi salah paham seandainya Clara bangun tiba tiba. Dan mendengarkan pembahasan mereka. Yang menyangkut masa lalu tuannya sendiri. Meskipun Dewa yakin jika Arya pasti akan sangat terkejut. Jika ia tahu, Apa yang akan ia bahas nantinya.
__ADS_1