
Hotel AA Group...
Sebuah hotel mewah bintang lima. Saat ini tengah di sulap menjadi sebuah tempat sangat memukau. Suasana taman hotel nan luas . Tersusun lampu dengan pencahayaan yang sangat pas.
Di depan sana, Panggung pelaminan tampak begitu megah dan sempurna. Dengan hiasan bunga bunga sangat indah. Tema yang di pakai adalah outdoor. Dengan di saksikan dengan indahnya bintang bintang dan juga cahaya bulan purnama. Akan menambah suatu kesan sangat romantis. Dan tidak akan terlupakan oleh pemilik pesta malam ini.
Di depan sana kursi undangan dan juga beberapa orang telah memakai pakaian seragam nya. Sebagai bridesmaid, Untuk mengiringi pengantinnya nanti. Belum lagi, para panitia acara. Yang sudah stay di tempat nya masing masing.
Wajah Ziva tampak penuh kegembiraan. Bagaimana tidak, Malam ini ia akan sah menjadi seorang istri. Dimana pria yang akan menikah dengannya. Adalah seorang pria sempurna dimatanya.
Di luar sana para wartawan dan media masa. Siap membidik kan cameranya masing-masing. Untuk mengambil moment malam ini. Dimana, Pasti berita nya akan sangat menggemparkan publik. Karena mereka adalah para orang orang penting,juga tersohor sekaligus selalu di hormati dan di sanjung.
"Sayang, Acaranya akan segara di mulai. Wah, Putri mami memang sangat cantik". Puji sang Mami. Ketika melihat putrinya yang sudah memakai gaun pengantin nya. Dan di rias oleh mua terkenal juga tentunya.
" Selamat Ziva, Akhirnya kamu laku juga". Helen memberi selamat pada adik iparnya. Namun, Dengan nada bicara yang sedikit kesal.
"Helen, kenapa kamu bicara seperti itu?. Jika bukan karena Aryo, Sangat mencintai kamu. Sudah lama kamu saya usir dari mension". Sergah mami nya Ziva geram.
" Aduh, Mami sayang. Mami mertua ku yang budiman. Tanpa Mami minta pun. Mulai malam ini, Helen dan mas Aryo akan pindah kerumah baru kami. Jadi, Setidaknya pikiran dan juga hati saya. Akan jauh lebih tenang nantinya ". Helen tampak sedikitpun tak takut. Berhadapan dengan mami mertuanya itu.
Wanita itu pun langsung pergi. Keluar dari ruangan make up. Meninggal ibu dan anak. Yang sama sama seorang ular betina. Dimana Ziva dan maminya. Tampak menahan amarahnya juga.
" Lihat saja nanti Helen. Aku sendiri yang akan menghabisi nyawamu itu". Guman Ziva geram.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Kakek Surya tersenyum puas. Karena ia berpikir malam ini. Semua yang ia impikan akan terwujud. Dan tinggal menghitung menit saja. Maka, Semuanya akan jatuh ketangan nya. Bahkan, Mereka sama sekali tidak curiga. Hotel yang mereka tempati saat ini. Adalah hotel siapa?.
Yang ada di dalam otak dan dipikiran mereka. Hanyalah, Uang, Uang dan uang saja.
"Buruan, Apa berkasnya sudah disiapkan? ".
" Sudah pa, Semuanya sudah beres".
"Baguslah, Sebelum acara proses pernikahan nya dimulai. Pastikan, Dia telah menandatangani semua berkasnya!! ". Burhan pun hanya menganggukkan kepalanya paham.
Sedangkan, Aryo putranya. Saat ini lebih memilih untuk mengobrol dengan kolega bisnis nya saja. Pria itu tampaknya sedikit kurang tertarik. Dengan apa, Yang akan di lakukan oleh keluarga nya. Selama ini juga, Pria itu tidak tahu dengan masalah yang telah kakek dan juga papinya lakukan dulu. Ia hanya diberi tugas untuk meneruskan perusahaan. Karena otak Aryo tidak sampai kearah sana.
Di saat semua tamu undangan sudah berkumpul. Untuk menyaksikan pernikahan paling meriah malam ini. Pernikahan seorang CEO terkenal dan juga dari keluarga terhormat. Ketika sang MC membacakan rangkain acaranya.
Dan mulai mempertontonkan perjalanan cinta keduanya. Tapi Semua mata menjadi syok saat. Yang mereka lihat bukanlah perjalanan Cinta kedua calon mempelai. Melainkan, Sebuah pembunuhan sadis yang sangat mengerikan. Membuat para tamu undangan merinding melihat nya.
"Pa, Apa yang terjadi?. Kenapa bisa seperti ini?. Darimana video itu di putar?". Burhan mulai panik. Begitupula dengan Surya.
" Matikan layarnya!!. Cepat suruh anak buahmu untuk menenangkan semua tamu undangan nya!! ".
Burhan dan Surya, Tak lagi memperlihatkan wajah bahagianya. Yang ada hanya keterkejutan dan juga amarahnya saja. Tapi, Sayangnya sebelum mereka bergerak. Tempat itu sudah di kepung oleh anggota kepolisian.
__ADS_1
" Apa apaan ini? ". Elak Burhan. Saat ia lebih dulu di hadang dan langsung di borgol. Di susul dengan Surya dan juga istrinya Burhan. Terakhir Ziva juga ikut di borgol.
Arya langsung tersenyum penuh dendam. Lalu ia berjalan mendekati keluarga palsunya itu. Membuat Burhan dan juga Surya langsung. Meminta pertolongan darinya.
" Arya, Ayo lakukan sesuatu!!. Kami tidak bersalah. Itu hanyalah...
"Dan sayangnya, Aku tidak sebodoh yang kalian pikirkan. Baron".
Deg...
Pria tua itu langsung terkejut saat mendengar nama aslinya di sebut. Dan kini ia mulai sadar, Jika Arya sebenarnya sudah ingat semuanya. Arya maju dan mendekati sang kakek tersebut. Merapikan jasnya yang tampak kusut. Lalu Arya juga mengulas senyumnya.
" Terimakasih karena telah membuatku hidup sampai saat ini. Pak Baron!!. Dan terimakasih anda telah memakai identitas kakek saya juga. Keluarga yang telah kalian bantai beberapa puluh tahun lalu. Sekarang saatnya kalian mempertanggungjawabkan semuanya". Arya penuh penekanan dalam setiap kata yang ia ucapkan.
"Husssttt... Kita akan bertemu di pengadilan nanti kakek". Potong Arya sebelum mereka sempat bicara lagi. " Karena aku akan melanjutkan pernikahan ku dulu malam ini". Sambung Arya dengan senyum liciknya.
"Kak, Kita akan tetap menikah kan?. Aku sangat mencintaimu kak Arya". Teriak Ziva ingin menghampiri Arya.
" Sayangnya aku sudah punya calon istri sendiri. Dan dia adalah gadis baik baik. Tidak seperti dirimu yang murahan".
Deg...
TBC
__ADS_1