Sexy Lady

Sexy Lady
Perihal Makan Burung


__ADS_3

Tiga hari sejak pertarungan besar besaran di tengah hutan . Kini baik Leon maupun kedua sahabatnya masih sama sama bingung akan sosok pria yang mereka temukan di dalam hutan. Karena seluruh tubuhnya sudah penuh dengan luka luka bekas cambukan dan juga garisan pisau. Kaki dan tangannya dapat di pastikan bekas di ikat dengan rantai. Karena berbekas membiru pada pergelangan tangan dan pergelangan kakinya.


Kini pria itu tampak tak sadarkan diri terbaring di di atas brankar pasien rumah sakit. Ia dehidrasi dan juga bekas lukanya yang lama telah infeksi dan tubuhnya sangat menyedihkan sekali.


Hari ini Leon dan Kedua sahabatnya berniat memindahkan pria itu untuk pindah kerumah sakit besar di Jakarta saja. Berhubung keluarga sahabat yaitu keluarga Naures memiliki rumah sakit besar dengan fasilitas yang memadai dari rumah sakit lainnya. Akhirnya mereka sepakat untuk membawanya kerumah sakit keluarga Naures saja. Apalagi istri Naufal juga kebetulan ahli bedah. Dan bekerja di rumah sakit itu.


Mereka bertiga juga sudah tiga hari ini selalu bergantian menjaga pria itu. Pria yang tak mereka ketahui identitasnya sama sekali. Ruangan rawat nya juga dijaga ketat oleh anggota kepolisian serta anak buah Naures. Karena mereka tidak ingin kecolongan. Melihat bagaimana kekeh nya para komplotan itu untuk merebut sang pria paruh baya dari tangan mereke membuat mereka bertiga bisa menebak. Jika pria itu sangatlah penting bagi mereka.


" Bagaimana, apa semuanya sudah beres? ". Tanya Naures pada sahabatnya Leon.

__ADS_1


" Aman, gue udah bicara sama pihak rumah sakit dan juga kapolres disini". Jawab Leon jujur. Namun wajahnya terlihat sedikit lesu. Membuat Naufal dan Naures bingung.


" Ada apa? ".


Leon langsung duduk di bangku panjang di depan ruangan rawat sang pria. Kini Leon menatap wajah kedua sahabatnya. Dimana mereka pun rela untuk meninggalkan pekerjaan nya di Jakarta. Hanya untuk membantu dan menemani nya mengurus kasus sang pria saat ini.


" Semua komplotan yang tertangkap tak ada satupun yang bisa di introgasi. Mereka tetap bungkam dan tidak mengaku jika ada orang yang memerintahkannya. Bahkan mereka hanya bilang jika itu adalah keinginan mereka sendiri. Karena bapak itu adalah mantan anggotanya yang mencoba berkhianat dengan mereka".


" Gue rasa mereka bukan orang sembarangan eon". Jawab Naures yang mulai bisa membaca situasinya.

__ADS_1


" Dan gue juga merasa ada orang yang sangat berkuasa di belakang mereka". Timpal Naufal menambahkan.


" Itu dia yang gue pikirkan saat ini man. Apa kita ada di pihak yang benar atau malah sebaliknya ? ". Leon mulai serius.


" Kuncinya ada pada Bapak itu Eon. Kita harus bisa membuatnya sadar secepatnya!!!. Dan kita juga sudah terlanjur terlibat jadi gue pikir sekalian aja sampe tuntas ". Naufal mulai memberi sarannya.


Sebagai seorang perwira dengan jabatan kasat reskrim. Dan Leon juga seorang perwira dengan jabatan Kasat lantas. Mereka berdua sudah sering mengahadapi kasus kasus besar lainnya. Hanya Naures yang masih awam dalam bidang ini. Namun, pria itu tidak bodoh untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.


" Udah, sekarang lebih baik kita siapkan mobil buat angkut pasiennya!!. Istri gue daritadi nelpon mulu nih pusing gue". Seru Leon

__ADS_1


" Kangen kali si Hani ". Sahut Naufal sedikit meledek.


" Iya semenjak bunting bini gue malah makin lahab nikmatin burung gue nih". Seloroh Leon membuat kedua sahabatnya langsung mentoyor kepala bapak akan dua anak itu.


__ADS_2