
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Ketika semua orang sudah mulai masuk ke alam mimpinya masing-masing. Tapi, Tidak untuk dua orang pria. Dimana mereka malah masih sibuk dengan setumpuk berkas penting di depan meja panjang. Didalam sebuah ruangan khusus. Bisa dibilang adalah sebuah ruang kerja.
" Tuan, Sebaiknya anda pulang saja dulu!!. Kondisi anda belum begitu pulih ". Sang asisten nya mulai menasehati tuannya.
" Aku tidak akan tenang, Selama aku belum melihat buktinya langsung ".Jawab pria itu tegas.
Meskipun ia merasa jika dirinya memang sedang di manfaatkan selama ini. Membuat pria itu mulai mencari tahu. Dan keputusan untuk pergi dan menjauhi keluarga nya saat ini. Adalah keputusan yang terbaik untuknya.
" Bagaimana dengan Ziva? ". Tanya Pria itu sambil membaca kertas yang ada di tangannya.
" Dia sedang pergi liburan bersama teman temannya ke Belanda tuan ".
" Pastikan dia tidak melakukan kesalahan!. Selama ingatan ku belum pulih sepenuhnya. Aku akan tetap mengangap mereka keluarga ku".
"Bagaimana dengan pria itu tuan? ".
" Dia akan aman berada di sana untuk sementara waktu. Dan utus anak buah kita untuk tetap terus memantau rumah itu!! ".
__ADS_1
" Baik tuan".
Pria yang di panggil tuan itu, Saat ini tengah menyusun sebuah rencana besar. Kali ini mungkin dia tidak akan pernah bisa lagi di kendalikan. Dan untuk sementara waktu, Pria itu tetap akan menyembunyikan identitas dirinya. Sampai ingatannya kembali pulih seutuhnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Di sebuah mension mewah tampak seorang pria sudah lanjut usia sedang menahan amarahnya dalam diam. Pandangan nya kini lurus kedepan sana. Entah apa yang tengah dia lihat saat ini. Yang jelas wajah nya sedang menyimpan amarahnya.
" Aku pasti bisa menemukan anak itu. Karena dia begitu menyayangi ku. Kita lihat saja nanti!!. Kau sendiri yang akan datang kehadapan ku". Sudut bibir pria itu terangkat membentuk sebuah senyuman liciknya.
Sedangkan di dalam sebuah kamar berbeda. Saat ini sepasang suami istri sedang memadu kasihnya. Dimana sang pria selalu saja memuja tubuh istrinya. Wanita yang telah ia rebut dari sepupunya sendiri. Wanita yang baginya sangat di cintai oleh sepupunya.
Namun, ternyata ia salah besar. Demi membuat sepupunya merasakan luka berkali kali. Mereka tega melakukan hal apapun. Dan mehalalkan segala cara demi ambisi nya.
" Akh... ".
Lenguhan istrinya membuat pria itu semakin gencar mempercepat hentakan pinggulnya. Kedua tangannya ia gunakan untuk meremas kedua bukit kembar wanitanya. Karena saat ini posisi mereka sedang di belakangi oleh istrinya.
__ADS_1
" Oh, Honey... ".
Erangan panjang dan pekik kenikmatan terdengar. Memenuhi ruangan kamar itu. Membuat istrinya langsung terkapar lemas di atas ranjangnya.
" Jika kau berani mengkhianati ku, Maka aku tidak akan segan untuk membunuh mu Honey". Bisik sang pria yang malah bangkit dari ranjangnya. Istrinya pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Apa kau akan pergi lagi malam ini? ". Tanya istrinya, sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos itu.
" Aku ada urusan sebentar, Secepatnya aku akan kembali honey".
" Tapi, ini sudah sangat larut. Urusan apa yang membuat mu harus pergi sekarang juga?". Tanya istrinya lagi.
Pria itu pun malah langsung masuk kedalam kamar mandi. Tanpa ingin menjawab pertanyaan istrinya. Membuat istrinya mengumpat kasar dalam hatinya.
" Jika kau tidak tajir, Maka sudah lama aku meninggal kan pria lemah seperti mu". Gerutu sang istri mulai muak.
TBC
__ADS_1