
Suasana kediaman rumah mewah dua lantai. Yang dihuni oleh sepasang suami istri paruh baya. Yang saat ini tengah mengadakan jamuan pesta kecil. Bisa di bilang hanya pesta kekeluargaan saja. Namun, Juga ikut di meriahkan oleh rekan bisnis yang sangat dekat dengan mereka. Dan juga beberapa orang sahabat lamanya saja.
Vera tampak begitu anggun dengan balutan gaun pesta bewarna toska, Meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Namun, Penampilan wanita paruh baya itu masih terlihat cantik dan juga berkelas. Di samping nya sedang berdiri sosok pria gagah. Yang mana sudah hampir tiga puluh tahun lebih menemani nya.
"Ada apa honey? ".
Reno menatap wajah cantik istrinya. Dimana sejak dulu sampai saat ini masih saja belum berubah dan masih tetap terlihat cantik.
" Kemana anak itu?. Kenapa belum datang juga? ". Vera sejak tadi memperhatikan arah pintu gerbang. Namun, Yang mereka tunggu tunggu belum juga memperlihatkan batang hidungnya sama sekali.
"Sabar honey!. Mungkin mereka masih di jalan. Seperti tidak tahu saja apa kegiatan pengantin baru seperti mereka".
Reno mengulum senyumnya. Dan berhasil membuat Vera menatapnya sedikit dengan helaan nafas kasarnya. Hingga tak berselang lama, Satu mobil mewah mulai memasuki halaman rumah mereka.
__ADS_1
Senyum Vera sedikit mengembang saat ia sudah mengenali mobil mewah tersebut. Begitu juga dengan Reno. Karena mereka begitu mengenal baik sepasang suami istri paruh baya. Yang baru saja turun dari mobil itu.
"Selamat malam". Sapa seorang wanita paruh baya yang juga tak kalah cantik dan anggunnya dari Vera. Pemilik rumah mewah tersebut.
"Lea". Vera pun langsung menyambut hangat kedatangan sahabat lamanya itu. Dengan sebuah pelukan hangat
Wanita paruh baya itu pun, Ikut memeluk tubuh Vera. Bahkan mereka cukup lama saling berpelukan di depan teras rumah tersebut. Sedangkan pesta nya di adakan di halaman belakang sana. Bahkan sudah banyak beberapa tamu undangan yang telah datang. Dan sudah menikmati beberapa sajian menu makanan dan minuman nya.
"Maaf Ve, Kami tidak bisa menghadiri pesta pernikahan Clara. Soalnya kami sedang di Bangkok, Kondisi Daddy sedang sakit".
"Ayo kita masuk!. Pestanya sebentar lagi akan dimulai".
Dua wanita paruh baya itu pun , Berjalan beriringan bersama masuk kedalam rumah. Dengan di selingi obrolan ringannya. Begitupula dengan Reno dan pria paruh baya. Yang merupakan sahabat juga. Suami dari sahabat istrinya.
__ADS_1
" Apa kabar loe Ray?. Gila ya tinggal satu kota tapi kita susah banget buat ketemuan ". Reno menepuk bahu sahabat nya.
" Ah, Loe tahu sendiri. Gimana sibuknya gue dan loe juga kan gitu. Apalagi cucu cucu gue udah banyak bro". Pria bernama Rayen itu tampak begitu bangganya.
"Gue juga udah punya dua bro". Reno tak mau kalah. "Tapi kita gagal jadi besanan ya bro". Sambung Reno sambil terkekeh sendiri.
" Ya yang namanya jodoh kita kagak tahu Bro. Buktinya sekarang Al dan Clara sudah menemukan pasangan hidupnya masing masing kan?. Apalagi Al putra gue, Udah bahagia dengan pasangan nya sendiri ".
Reno pun langsung menganggukkan kepalanya setuju. Dengan apa yang telah di katakan oleh Rayen sahabatnya. Karena jodoh itu tidak bisa di paksakan begitu saja. Dan mungkin garis takdir mereka kini memang harus bahagia dengan pasangan nya masing masing.
Sejauh yang Reno tahu, Jika kedua anak anaknya juga telah hidup bahagia. Meskipun di awal, Reno sedikit menentang hubungan Clara dan Arya. Karena Reno sangat tahu dengan sang kakek dari Arya. Yang ternyata hanya keluarga palsunya saja.
"Anton kagak datang Bro? ". Rayen bertanya pada sahabatnya Reno. Yang merupakan tuan rumah nya.
__ADS_1
" Loe kagak lihat, Tuh mobilnya udah terparkir daritadi. Dia mah selalu on time Bro. Gak kek loe jam karet". Reno menjawab sambil meledek sahabatnya.