
Satu Minggu Kemudian...
Sejak aksi memalukan waktu itu di dalam dapur bersama Arya. Clara malah selalu saja gugup saat bertemu dengan Arya sopirnya. Karena rasa canggung dan rasa malunya hanya beda tipis saja. Rasanya Clara ingin sekali bersembunyi ke lubang cacing dan tak ingin kembali lagi.
Tetapi, apalah dayanya. Setiap hari malah mereka harus bertemu dan selalu berada di dalam mobil yang sama. Namun, Clara berusaha untuk tetap berisikap biasa saja. Ia mencoba untuk tidak menunjukkan sikap gugupnya itu.
Apalagi Santi juga masih belum bisa untuk masuk kerja. Kondisi Ayahnya semakin memburuk saja. Dan malah habis menjalani operasi dua hari yang lalu.
" Arya, kita kerumah kak Leon dulu ya sebentar!! ". Ucap Clara saat keduanya sudah dalam perjalanan pulang dari pemotretan.
Arya pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Pria itu semakin hari menurut Clara. Malah terlihat semakin tampan saja. Hingga kadang Clara pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya sendiri. Namun, Di satu sisi Clara masih ingin menunggu Arya nya untuk kembali.
Mungkin hidupnya tidak akan tenang. Sebelum ia bisa tahu jawaban dari pria itu. Tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Clara tidak tahu apa yang sebenarnya ia harapkan dari pria itu. Padahal keduanya juga tak ada hubungan apa apa. Tetapi, tetap saja otak Clara malah terus terusan tertuju pada Arya.
" Kau pernah jatuh cinta Arya? ". Tanya Clara tiba tiba. Bahkan gadis itu saat ini malah ikut menatap kearah sampingnya. Melihat Arya yang sedang fokus menyetir. Membuat Clara mengulum senyum tipisnya.
" Ah, iya aku lupa. Jika kau itu masih belum mengingat masa lalu mu sepenuhnya". Sambung Clara lagi sambil tersenyum.
" Walaupun belum sepenuhnya masa lalu belum aku ingat. Tapi, Aku sudah mengingat wanita yang pertama kalinya menyentuh bibirku ini Nona".
__ADS_1
Clara langsung membulat kan matanya. Dan kini menatap Arya dengan sangat serius. Ada rasa tidak rela di hati Clara. Saat tahu ada wanita lain, Yang sudah pernah menyentuh bibir pria itu. Namun, Clara pun langsung menepis. Semua pikiran konyolnya itu.
" Siapa gadis itu?. Apa dia cantik?. Apa kau mencintainya? ". Cecar Clara dengan semua pertanyaan nya.
Arya malah mengulas senyum smirk nya. Ia juga tertawa puas dalam hatinya. Ada rasa bahag6 tersendiri ketika melihat ekspresi wajah Clara tadi. Dimana gadis itu nampak tidak rela saat dirinya pernah melakukan kontak fisik dengan wanita lain sebelum nya.
"Apa kau sedang cemburu Cla? ".
" What?. Aku! ". Clara menunjuk dirinya sendiri. Dan tertawa terbahak bahak. Agar dirinya tidak terlihat bodoh di hadapan Arya saat ini.
" Kenapa juga aku harus cemburu?. Bukankah itu hak kamu Arya. Kau berhak dekat dengan siapapun. Dan gadis mana saja!!". Seru Clara menepis perasaannya sendiri.
" Ah iya, Kau benar Clara. Aku seharusnya bisa tahu diri dan tahu posisi ku disini seperti apa?". Jawaban Arya membuat Clara malah jadi merasa bersalah.
" Arya, sorry!!. Aku tidak bermaksud membedakan kasta disini. Tapi...
" Tidak masalah Nona. Saya seharusnya tahu diri dan tidak lancang seperti tadi".
Clara pun kaget saat Arya malah kembali formal padanya. Hatinya tiba tiba ikut terhenyut ketika Arya seolah merendahkan dirinya. Namun, Clara memilih diam saja. Ia takut kembali salah bicara lagi. Dan menambah kesalahpahaman nya dengan Arya.
__ADS_1
Bahkan, sejak Arya jadi sopir pribadi nya. Sopir lamanya juga bisa libur setiap wekeend. Dan menghabiskan waktunya bersama keluarga ny. Tidak, seperti sebelumnya yang sangat menguras waktunya.
Suasana di dalam mobil kembali hening. Setelah pembahasan yang memicu kecanggungan lagi. Baik Clara maupun Arya. Keduanya malah sama sama diam dengan pemikiran masing masing.
" Aku selalu saja tidak seberuntung para wanita lain di luar sana, Jika membahas masalah Cinta". Clara mulai membuka obrolan kembali. Sambil merenungi nasib percintaan nya sendiri.
Dan hal itu membuat Arya sedikit tertarik dengan obrolan Clara kali ini. " Kenapa bicara begitu? ". Tanya Arya penasaran.
Clara pun tersenyum miris. ". Aku selalu di tinggal pergi ketika sedang sayang sayangnya". Jawab Clara sambil terkekeh. Ia menertawakan dirinya sendiri.
" Dulu, Aku di tinggalkan oleh Cinta pertamaku karena kami tidak saling mendukung cita cita masing-masing. Hingga hubungan kami kandas di tengah jalan. Dan sekarang aku juga sedang merasakan hal yang sama. Namun, sekarang aku belum sempat tahu apa yang dia rasakan. Tapi, pria itu malah sudah pergi begitu saja. Bahkan, Aku tidak tahu kapan dia akan kembali ". Tutur Clara tersenyum miris.
Arya dapat melihat jika Clara memang benar benar berharap penuh dengan pria yang ia ceritakan tadi.
" Apa kau mencintainya Clara? ". Tanya Arya semakin penasaran.
" Huh... ". Clara malah menghela nafasnya kasar. " Aku tidak tahu apa itu Cinta yang sesungguhnya. Tapi, Aku pernah membatalkan pertunangan dengan gadis ular itu". Jawab Clara tiba tiba saja kesal saat ingat Ziva.
" Kau sudah melakukan yang benar Clara". Guman Arya sambil menarik sudut bibirnya.
__ADS_1
" Hah..??".
" Ah, tidak apa apa Cla". Bohong Arya sedikit menyangkal.