
Dua bulan kemudian..
Di sebuah ruangan tampak seorang gadis cantik. Yang sedang berpose pose sangat menggoda, Lingerie tipis yang melekat di tubuh seksi nya. Tampak begitu membuat semua orang terpesona. Beruntung ia masih memakai dalamnya yang berwarna hitam. Yang menutupi dua benda sensitif dan juga donat lumernya dibawah sana.
Cekrek... Cekrekkk... Cekrekkk...
" Ok, Finish ". Seru seorang fotografer wanita.
" Huh". Clara kini bisa bernafas dengan lega karena sesi pemotretan nya, Akhirnya selesai juga.
Santi pun langsung berlari kearah Clara dengan membawa mantel untuk menutupi tubuh molek sang modelnya. Gadis itu sejak tadi terlihat geram. Karena Clara masih saja mengambil job seperti ini. Dimana ia harus memakai busana nyaris telanjang. Dan fotonya juga nanti akan di pajang di majalah untuk Brand tersebut.
" Uh, wajahnya kok di tekuk mulu sih?. Jutek amat jadi perawan". Ledek Clara yang sudah tahu kenapa asisten nya itu menampilkan wajah suntuknya.
" Nyesel gue ambil cuti lama lama kalo kek gini ceritanya". Ketus Santi sambil mengekor di belakang Clara.
Dimana model terkenal itu tampak santai duduk di ruang khusus istirahat nya. Sambil bermain ponselnya. Santi benar benar tak habis pikir. Tubuh sebagus itu malah di umbar umbar di depan publik.
__ADS_1
" Yaelah, Gitu aja sewot, Gue kan cari duit halal". Jawab Clara santai.
" Haha, Apaan? ". Sinis Santi lagi. ". Tubuh loe itu udah di lihat banyak orang bestie. Malah seluruh manusia kagak muhrim. Dosa tahu". Sambung Santi lagi.
" Allah itu maha Tahu segalanya. Udah lah daripada gue ngelon*e". Clara tertawa terbahak bahak.
Membuat sang asisten nya semakin kesal saja. Santi padahal sudah mati matian untuk memilah job untuk Clara. Namun, Selama ia cuti Clara malah kembali mengambil Job yang tak seharusnya ia ambil.
Memang sih, fotografer nya selalu cewek. Tapi team kreatif nya. Penata lampu dan ruangan itu beberapa ada yang cowok juga. Santi aja ampe gak rela lihat Clara hampir seluruh tubuhnya di depan publik.
Dan tanpa Clara ketahui juga, Jika sejak tadi seorang pria pun jauh lebih geram daripada Santi. Dimana pria itu langsung menghubungi asisten pribadinya. Dan menyuruhnya untuk memutuskan kontrak dengan perusahaan. Yang sedang Clara jalani saat ini.
Pria itu pun langsung pergi dari sana. Setelah ia puas bergumam sendirian. Bahkan ingin sekali rasanya dia menarik Clara keluar dari perusahaan tersebut.
Santi memicingkan matanya. Kala ia tak sengaja melihat orang yang sangat ia kenal. Namun, Santi hanya bisa diam tanpa ingin membuat Clara tahu siapa yang barusan ia lihat.
" Ada apa? . Kenapa wajahmu tiba tiba pucat seperti itu? ". Clara menatap asistennya dengan kening yang mengkerut.
__ADS_1
" Gue laper nih, Ayo makan siang dulu!!. Dua jam lagi loe ada wawancara loh di stasiun televisi xx". Santi mengingat kan sang model.
" Baiklah honey, Kita makan di restoran favorit gue aja ya!!. Sekalian loe bilangin ke Arya gih!. Gue mau ganti baju dulu". Seru Clara sambil tersenyum genit.
" Loe sama Arya gak pacaran kan?". Tanya Santi tiba tiba membuat Clara sedikit gugup dan langsung terkekeh sendiri.
Gadis itu berusaha untuk menutupi kegugupan nya. Agar Santi tak mencurigai nya saat ini. Karena setahu Santi, Ia akan tetap menunggu Aryanya. Yang sampai saat ini masih belum juga kembali. Dan tidak tahu kemana pria itu pergi ny.
" Ya nggak lah, Gue hanya nyaman aja deket sama dia. Lagian Arya itu udah punya tunangan katanya. Kan dia ingatan nya udah mulai pulih ". Jawab Clara sedikit sedih.
Entah kenapa setiap kali Arya mengatakan , Jika dirinya sudah memulai mengingat masa lalunya. Sedikit demi sedikit, Namun Clara malah merasakan hatinya tidak rela. Clara takut jika pria itu akan melupakan nya. Dan sama sekali tidak mengingat nya lagi. Selama tiga bulan ini, Mereka selalu bersama. Bahkan, Clara juga mulai terbiasa bergantung pada pria itu.
Arya bukan hanya sekedar sopir untuknya. Tapi, Arya juga selalu mengontrol jadwal makan nya. Serta jenis makanan apa yang baik untuk Clara. Agar ia selalu fit dan sehat serta tidak kekurangan nutrisi tubuhnya.
" Katanya Cinta itu datang berawal dari rasa nyaman loh Cla". Goda Santi sambil menaik turunkan alisnya.
" Apaan sih?. Udah sana keluar cari Arya!!. Gue ntar nyusul". Clara langsung masuk kedalam ruangan ganti dengan membawa ponselnya. Meninggal kan Santi sang asisten. Agar ia tidak di interogasi secara detail oleh gadis itu.
__ADS_1
"Hufff... Hampir saja ketahuan". Guman Clara setelah melihat sang asisten nya keluar dari ruangan itu dan membawa semua barang barangnya.