Sexy Lady

Sexy Lady
Pemeriksaan


__ADS_3

Clara memicingkan matanya, Ketika tiba tiba Arya memarkirkan mobilnya. Tepat di depan sebuah rumah sakit mewah dengan nama AA Hospital. Yang bisa Clara artikan jika ini adalah rumah sakit milik suaminya sendiri.


"Ayo turun! ".


Arya membantu membukan seatbelt istrinya. Namun, Clara malah hanya diam sambil menatap bingung kewajah suaminya saat ini. Bahkan wanita itu kini menghentikan memakan es krim nya. Membuat es krim itu hampir saja meleleh. Dan langsung di lahap oleh suaminya.


"Pakaianmu bisa kotor, Kalau es krim nya meleleh dan jatuh ke sini". Arya sengaja mengusap bagian paha istrinya. Dengan usapan pelan dan lembut.


"Jangan menggodaku!". Seru Clara menatap suaminya dengan tatapan sedikit kesal.


" Sebenarnya kita mau ngapain kesini?. Ini kan rumah sakit, Apa kau sedang sakit?. Sakit apa? ". Cecar Clara dengan banyak pertanyaan.


Arya hanya menggelengkan kepalanya saja. Sambil mengulas senyum smirk nya. Lalu ia kembali menatap wajah cantik istrinya itu. Menyeka sisa es krim yang hampir mengering di sudut bibir Clara dengan ibu jarinya. Hal itu tentu saja membuat Clara selalu berdebar. Perlakuan Arya semakin hari semakin manis saja, Meskipun pria itu lebih sering terlihat menyebalkan untuknya.

__ADS_1


"Tidak ada yang sakit sayang, Tapi kita kesini untuk konsultasi saja. Bukannya kita sudah menikah sudah dua bulan lebih?. Dan sudah seharusnya kita memiliki anak! ". Bisik Arya dengan senyuman menggodanya.


"Hahaha, Mungkin benihmu kurang banyak yang masuk. Makanya mereka belum juga tumbuh sampai sekarang". Seloroh Clara dengan tak tahu malunya.


Ia mulai ketularan kakak iparnya. Yang selalu bicara tanpa filter sama sekali. Dan itu membuat Arya menatap tajam kearah istrinya. Dengan tak mau banyak omong lagi. Arya pun lebih dulu turun dari mobilnya. Lalu mengitari mobil untuk membantu istrinya membukakan pintu mobilnya juga.


"Ayo sayang buruan!!. Setelah pulang dari sini. Kita akan buat adonan yang lebih kalis lagi dari sebelumnya. Agar benihku menempel dan tak ada yang terbuanng sia sia". Ujar Arya sambil membantu istrinya turun dari mobilnya.


" Hahaha, Dasar suami cabul". Ledek Clara sambil terus menggeleng kan kepalanya.


Arya terus menggandeng tangan istrinya. Dan telah di sambut oleh pihak rumah sakit. Yang tak lain dan tak buka mereka semua adalah karyawan Arya sendiri.


Suara bisik bisik para karyawan rumah sakit. Kini terdengar sedang menggosip. Karena ini adalah suatu kebanggaan untuk mereka bisa melihat model ternama itu. Di depan mata mereka sendiri. Dan di sapa ramah oleh Clara. Ingin rasanya mereka meminta foto bersama dengan sang model. Tetapi mereka juga tak memiliki keberanian meminta nya langsung. Lantaran sudah ciut duluan. Akan tatapan dingin dan datar dari CEO mereka. Siapa lagi kalau bukan suami Clara.

__ADS_1


Clara dan Arya diarahkan keruangan khusus. Dan mulai berkonsultasi pada dokter obgin. Karena niat awalnya Arya membawa Clara kerumah sakit memang untuk mulai program kehamilan. Namun, Sang dokter wanita itu malah kini mulai fokus pada Clara. Dimana saat Arya sempat bicara padanya beberapa saat yang lalu. Ketika Clara sedang menyapa para penggemarnya di lobby rumah sakit. Dokter obgin itu malah sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita cantik itu.


"Nyonya bisa ikut saya sebentar? ". Tanya sang dokter tersenyum manis pada Clara.


Wanita itu pun menurut setelah mendapatkan persetujuan suaminya. Dan mulai mengikuti langkah sang dokter. Yang malah mengarahkan nya, Pada brankar di depan sebuah monitor. Karena dokter wanita itu telah bisa menebak, Ia tak membutuhkan alat tes kembali. Dan berinisiatif langsung memeriksanya saja lewat USG.


Suster pun mulai mengoleskan gel kepermukaan kulit perut Clara. Hingga Clara malah mengulum senyumnya. Karena wanita itu sangat sensitif sekali jika di pegang oleh orang lain. Apalagi bagian dalam tubuhnya. Padahal selama ini ia telah mengekspose perut ramping nya itu di depan publik.


Arya yang paham akan istrinya. Ia pun ikut bangkit dari tempat duduknya. "Biar saya saja Sus yang oleskan!". Ucap Arya mengambil alih tugas suster itu.


" Baik Tuan".


"Kalau kamu yang oleskan bisa bisa aku malah mendesah nantinya". Seloroh Clara sambil terkekeh. Arya pun langsung menatap wajah istrinya dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Membuat dokter dan suster itu pun hanya bisa menahan senyumnya. Sambil menggelengkan kepalanya saja, Mendengar ucapan sedikit absurd dari Nyonyanya itu.


"Wajar saja cepat sukses. Orang istri tuan Arya sangat mesum". Batin dokter wanita itu dalam hatinya.


__ADS_2