
Satu bulan berlalu sejak Clara menjadi salah satu model agensi produk di perusahaan terkemuka di kotanya. Dan ia juga tidak pernah bertemu langsung dengan pemilik perusahaan itu. Padahal di hari kedua kabarnya sang pemilik perusahaan malah sempat datang ke villa.
Namun, ia langsung pulang saat hari masih gelap. Dan entah kenapa sepertinya sang CEO tidak betah berada di puncak. Dan malam ini perusahaan sedang Mengadakan pesta perayaan . Kesuksesan produk yang baru di iklankan dengan rating paling tertinggi di market penjualan. Hingga semua agensi yang terlibat diundang dalam jamuan itu.
Clara pun ikut di undang dalam pesta tersebut. Saat ini, gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai, body goals dan juga kulitnya yang putih bersih. Dan jangan lupakan gaunnya yang bewarna merah tampak begitu pas melekat pada tubuhnya malam ini. Belahan gaun yang tampak tinggi hingga sebatas pahanya.
Ketika mobil mewahnya berhenti tepat di depan gedung hotel tempat di adakan pesta itu. Semua mata dan juga para wartawan serentak mengerubunginya. Hingga para bodyguard juga sampai kewalahan memberi jalan untuk sang model cantik itu.
" Wah, itu nona Clara".
" Semakin cantik saja sejak pulang dari LA". Seru beberapa wartawan yang memang Clara baru saja tiba di Jakarta tadi sore. Bahkan, malam ini ia malah menyempatkan diri untuk datang meramaikan pesta perusahaan AA group.
__ADS_1
Dan seperti biasa pemilik perusahaan selalu tidak bisa hadir dengan alasan. Jika, ia sedang tidak ada di tempat. Bahkan, sang asisten pun tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.
" Sebenarnya seperti apa sih wujud pemilik perusahaan ini?. Kenapa susah sekali menampilkan wajahnya barang sekali saja". Santi mulai menggerutu karena sampai detik ini mereka sama sekali belum pernah melihat wajah pemilik perusahaan secara langsung.
" Mungkin dia buruk rupa, makanya tidak ingin terlihat publik". Celetuk Clara sambil terkekeh santai.
" Hahah, bisa jadi tuh". Sambung Santi dengan ikut terkekeh juga dan mengikuti langkah sang model.
Tatapan pria itu begitu dingin dan ia juga tampak menarik sudut bibirnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Setelah puas melihat semua keadaan pesta itu. Sang pria pun mulai beranjak pergi dengan menutup kembali kepalanya memakai topi hoodie nya. Lalu berjalan keluar gedung hotel lewat pintu samping.
🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Mension Victoria...
Malam ini di kediaman Victoria juga sedang di adakan acara keluarga besar. Dimana, mereka akan merencakan pesta pertunangan Ziva dan Juga Arya.
Tampak Ziva sejak tadi mondar mandir di teras mension mewah itu. Karena sampai saat ini Arya juga belum menampakkan barang hidungnya sama sekali. Padahal semua keluarga besar sudah berkumpul di dalam sana.
" Sepertinya kau akan di tinggalkan sebelum sempat bertunangan ". Cibir kakak iparnya sambil tersenyum senang.
Karena iya juga yakin jika Arya tidak akan menerima pertunangan ini. Sedikit jauh ia juga mengenal bagaimana Arya. Sampai saat ini mungkin Arya masih sangat mencintai kekasihnya. Yang mana gadis itu menghilang tanpa jejak. Meninggal kan Arya begitu saja saat mereka akan menikah.
Suara mesin mobil membuat Ziva tersenyum. Bahkan, ia langsung mendorong bahu kakak iparnya. Saat akan menghampiri Arya yang baru saja turun dari mobilnya.
__ADS_1
" Kakak, aku pikir kakak tidak akan pulang". Ziva langsung bergelayut mesra di lengan Arya. Dan sengaja menunjukkan berapa ia sangat dekat dan leluasa menyentuh Arya dibanding kan kakak iparnya itu.