Sexy Lady

Sexy Lady
Perihal Masa Lalu


__ADS_3

Clara menatap suaminya dengan tatapan tak biasa. Seketika suasana ruangan menjadi senyap. Karena kini tidak ada yang duluan membuka obrolannya. Bianca yang datang tiba tiba ke Apartemen Arya. Di saat bumil mood nya suka naik turun. Sedangkan, Arya hanya diam karena masih mencerna dulu. Apa yang akan di lakukan oleh mantan tunangan nya itu. Namun, Sikap Arya masih tetap dingin dan datar seperti biasanya.


"Ehem... Ehemm... ". Clara mulai berdeham ketika ia merasakan kecanggungan antara wanita yang bernama Bianca itu. Saat ia menatap wajah suaminya.


" Oh, Maaf kalau kedatangan ku ini mengganggu waktu kalian berdua. Tapi aku kemari hanya ingin memberikan undangan untuk kalian". Akhirnya Bianca pun memulai obrolan nya.


Wanita itu mengambil kartu undangan pernikahan. Lalu ia berikan pada Clara. Karena tak mungkin ia menyodorkan nya pada Arya. Di saat tatapan Clara sejak tadi penuh intimidasi padanya.


Clara menerima kartu undangan itu. Dan langsung membaca nama calon mempelai pria dan wanitanya. Di cover depan kartu undangan tersebut. Sedangkan Arya hanya melirik sekilas saja. Dan ia pria itu pun lega, Karena Bianca akhirnya bisa menemukan pria yang cocok untuk nya. Serta pria yang benar benar mencintainya.

__ADS_1


Meskipun ada rasa bersalah di hati Arya. Karena selama ini ia sama sekali tidak pernah mencari tahu keberadaan Bianca. Namun, Semua itu di luar kendali Arya sendiri. Seandainya ia tidak mengalami kecelakaan dan melupakan semua ingatan masa lalunya. Mungkin, Arya tetap bersikeras menjelaskan pada Bianca. Tentang apa yang telah terjadi malam itu.


Tetapi, Sekarang semuanya telah berubah. Hati Arya telah melekat pada sosok wanita yang kini duduk di sampingnya. Yang menyandang gelar sebagai istrinya. Wanita yang saat ini pun sedang mengandung bayinya. Darah daging mereka berdua. Dan sekaligus benih cintanya dengan sang istri.


"Aku harap kalian bisa datang ya!. Dan untuk semua masalah dimasa lalu, Aku pun sudah melupakan nya". Bianca menatap Arya sambil tersenyum tulus.


Sedikitpun tidak ada rasa benci di mata wanita itu. Ia mungkin sudah berusaha untuk ikhlas dengan semua yang terjadi. Dan kini saatnya ia bangkit dari bayang bayang masa lalunya sendiri. Menerima pria yang benar benar tulus mencintai dan menerima semua kekurangan serta kelebihan yang ia miliki.


"Masa lalu? ". Ulang Clara yang mulai curiga. Karena Arya juga tak pernah memberitahu nya. Jika dulu ia memiliki mantan , Terlebih lagi itu juga adalah mantan tunangan nya sendiri.

__ADS_1


" Masa lalu apa? ". Sambung Clara mulai menatap Bianca dan Arya secara bergantian.


" Sayang, Nanti aku jelaskan ". Arya mengusap pelan punggung tangan istrinya. Bahkan Arya juga setengah berbisik pada Clara.


Meskipun kesal, Namun Clara tetap menahan diri agar ia tidak menunjukkan sikap cemburu nya di depan Bianca. Sedangkan Bianca, Kini wanita itu baru sadar jika Arya ternyata belum pernah menceritakan tentang hubungan masa lalu nya dulu. Bianca pun sangat merasa bersalah. Karena ia sudah membuat salah paham. Antara Clara dan juga Arya.


"Tunggu sebentar ya, Saya ambilkan minum dulu. Keenakan ngobrol jadi lupa diri". Ucap Clara sedikit menyindir suaminya.


" Tidak usah repot repot Clara, Saya juga masih ada urusan di luar. Kebetulan hari ini kami masih harus fitting baju pengantin juga". Tolak Bianca dengan halus. Bahkan wanita itu tetap mengulas senyum ramahnya.

__ADS_1


Bianca tidak mau karena kedatangan nya dan juga salah bicara tadi. Nantinya malah memicu pertengkaran antara sepasang suami istri itu. Lagian, Kini Bianca sadar jika dirinya dibandingkan Clara juga tak ada apa apanya. Clara selain cantik, Ia juga wanita yang baik. Semua itu bisa Bianca lihat dari sikap dan cara Clara menyambut tamunya. Dan Bianca akui jika Clara jauh lebih cantik aslinya. Dibandingkan saat ia menonton televisi dan majalah saja.


Pada Akhirnya, Bianca memilih untuk pamit pulang. Daripada ia harus berlama lama berada di tengah tengah keluarga harmonis itu. Arya pun meminta izin pada istrinya. Untuk sedikit bicara empat mata dengan Bianca. Tanpa di duga Clara pun langsung mengizinkan nya begitu saja. Wanita itu mau memahami kondisi suaminya saat ini. Dan Clara juga percaya jika Arya tidak akan mungkin mengkhianati nya.


__ADS_2