
Ketika Arya sedang dibuat pusing akan sikap dan kelakuan istri nya. Bahkan, Sempat membuat seisi perusahaan nya heboh. Akan ulah istrinya hari ini. Di tempat lain juga saat ini. Bayu tengah berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik. Yang begitu tampak anggun dan feminim.
Jika dilihat keduanya sangat cocok dan sangat serasi sekali. Apalagi bagi orang yang tidak tahu status keduanya saat ini. Pasti semua orang mengira jika mereka berdua adalah pasangan kekasih.
Mereka berdua sedang berada di sebuah restoran mewah di jalan xx. Dimana hari ini Bayu sengaja mengajak Bianca untuk makan di luar. Setelah sekian lama Bayu tidak pernah makan di resto favorit nya dulu.
"Apa kau menyukai tempatnya Bi? ". Bayu bertanya sambil mengulas senyumnya.
" Sangat nyaman, Dan sepertinya menu disini sangat mahal". Bisik Bianca pelan. Membuat Bayu langsung terkekeh.
"Hari ini kau bisa pesan apa saja yang kau mau Bi!. Dan aku selalu siap mentraktir mu. Karena aku tidak semiskin itu kalau hanya untuk makan mewah saja". Seloroh Bayu dengan sombongnya.
" Kau itu ". Bianca pun ikut terkekeh dan tak sengaja melingkarkan tangannya, Pada lengan tangan Bayu. Membuat Bayu melirik kearah tangannya dan langsung mengulum senyumnya.
Tanpa Bayu ketahui di meja pojok sana. Ada dua pasang mata yang sedang menatap kearah mereka berdua. Dengan tatapan yang sama sama , Hanya mereka berdua yang tahu. Apa yang sedang ada di dalam otak keduanya itu.
__ADS_1
Bayu dan Bianca kini memilih meja di ujung sana. Dan tampak berseberangan dengan kedua manusia berjenis kelamin wanita itu.
"Loe mau kemana Nay?".
" Gue mau menyapa mantan tunangan gue dulu". Salah satu wanita itu pun langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"Gak mungkin, Itu pasti bukan Bianca kan?. Ini gak mungkin dia udah ... ".
Salah satu teman wanita yang berdiri tadi pun. Tak bisa melanjutkan kata kata nya kembali. Saat otaknya menolak untuk mengakui orang yang telah dianggap mati selama ini. Dan kini malah tampil di depan matanya kembali. Dengan penampilan yang jauh lebih berbeda, Dan malah jauh lebih glamour dari dirinya dulu.
"Ayo silahkan pesan!. Apapun itu karena hari ini spesial buat kamu! ". Seru Bayu dengan senyum bangga di bibirnya.
"Tapi, Mami belum datang". Jawab Bianca sambil mengedarkan pandangan nya. Mencari keberadaan mami Hana. Yang katanya sudah dekat dengan restoran mereka saat ini.
"Mungkin sebentar lagi sayang". Tutur Bayu tanpa rasa bersalahnya. Saat memanggil Bianca dengan panggilan sayang.
__ADS_1
Hal itu membuat Bianca langsung menatap kearah Bayu. Dengan dahi yang mengkerut.
" Tidak usah kaget begitu!. Bukankah sebentar lagi kita akan menikah? ". Bayu mengulas senyummya dengan sangat bangga.
Deg...
Seorang wanita yang tadinya ingin menghampiri Bayu dan Bianca. Kini langsung menghentikan langkahnya. Ketika mendengar ucapan Bayu barusan.
" Jangan membuatku malu Bay!". Lirih Bianca malah memerah bak udang rebus.
Wanita itu memang sudah memutuskan untuk menerima Bayu. Meskipun ia juga masih ragu dengan perasaan nya sendiri. Tetapi, Meskipun ia terus memaksa untuk tetap menunggu Arya. Itu adalah suatu kebodohan untuknya. Karena ia bisa melihat bagaimana Arya tampak begitu bahagia dengan istrinya saat di pesta.
Meskipun ia ragu untuk memulai membuka hatinya untuk pria lain. Tetapi, Bianca telah membuat keputusan yang mungkin akan membuat dirinya sendiri nantinya akan penuh kebahagiaan. Apalagi selama ini Bayu telah memperlakukan nya dengan baik. Begitu juga dengan Mami Hana. Yang tampak begitu tulus menerima nya.
TBC
__ADS_1