
Arya berjalan beriringan dengan lengannya yang telah di gelayuti oleh Ziva. Garis itu memang sejak dulu sudah dekat dengan Arya. Dan, hanya dia yang menurut Arya orang baik dan menyukainya di mension ini setelah sang kakek.
Helen mencelos tersenyum mengejek, Dia yakin jika Arya sama sekali tidak tertarik untuk mencintai Ziva. Karena ia juga tahu betul selera Arya bukanlah gadis seperti Ziva yang manja.
" Ini dia calon menantu kita baru datang Pi". Ucap wanita paruh baya dengan gaya songongnya menatap kearah putri bungsunya dan juga Arya.
" Ada meeting penting yang tidak bisa saya tinggal kan tadi di kantor". Seru Arya dengan tatapan datarnya. Ia pun bicara tidak mengarah pada siapapun.
Wanita paruh baya yang merupakan tante Arya sendiri itu tampak tersenyum sinis. Ia sebenarnya sangat keberatan akan perjodohan dari mertuanya itu. Andai saja, semua kendali tidak di pegang oleh pria lanjut usia itu. Mungkin, Wanita sombong itu langsung menolak keras memberikan putranya pada Arya.
Entah apa yang sebenarnya si sembunyikan oleh kakek Arya. Hingga suaminya saja, tidak bisa berkutik ketika sang kakek bilang akan menjodohkan Ziva dengan Arya.
" Tadi, aku dari perusahaan pusat. Tapi, kau tidak ada di tempat Arya". Kini giliran Aryo yang mulai angkat bicara.
__ADS_1
Dia tadi siang sengaja datang keperusahaan untuk melihat bagaimana majunya perusahaan keluarganya saat di pimpin oleh Arya. Bahkan, ia saja sampai di letakkan pada cabang perusahaan . Padahal, ia sangat mengincar perusahaan yang saat ini ada di tangan Arya.
Mereka tidak tahu saja jika Arya telah memiliki perusahaan lain. Yang sampai saat ini identitas CEO nya tidak di ketahui oleh publik. Padahal perusahaan itu malah jauh di atas perusahaan keluarga Victoria saat ini.
" Kak, bisa tidak sih, Jangan bahas masalah pekerjaan sekarang?. Ini kan bukannya kakek akan membahas pertunangan ku dengan kak Arya". Potong Ziva menatap tajam kakaknya.
" Ziva sayang, kau saja belum tahu jawaban Arya. Apa dia setuju untuk tunangan denganmu apa tidak? ". Sahuh Helen dengan nada sindiran.
" Aku setuju dengan pertunangan ini".
" Kakak serius kan?. Kita beneran mau bertunangan?". Ziva bahkan sangat senang bukan kepalang. Membuat Helen tampak melongo karena terkejut akan jawaban Arya barusan.
" Astaga, kalian itu sepupuan?. Kakek, Apa kata orang orang nanti, jika Arya malah menikah dengan Ziva sepupunya sendiri?. Kayak gak ada wanita lain saja". Seru Helen merasa tidak terima jika Arya menjatuhkan pilihanya pada Ziva.
__ADS_1
" Helen... ". Kakek Surya langsung membentak Helen. Membuat Aryo pun langsung memberikode pada istrinya. Dan Helen pun langsung bungkam seribu bahasa.
" Tetapi sebelum kami bertunangan, Arya minta kakek untuk menunjukkan makam Mommy dan Daddy!!. Aku ingin meminta restu dan juga izin pada mereka. Bukankah sejak dulu, Arya belum pernah mengunjungi makam mereka kan? ".
Deg...
Kini giliran kakek Surya yang tampak terkejut. Begitu juga dengan putranya om Arya yang bernama Burhan. Ia menatap Papanya dengan tatapan penuh kebingungan.
" Makam kedua orang tuamu tidak disini Arya. Karena sejak mereka meninggal oleh kecelakaan itu. Kakek langsung memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Dan semua itu terjadi saat tepat sehari Daddy dan juga Mommy mu meninggal ". Jawaban sang kakek bagi Arya sangat janggal.
Namun, Arya masih saja bersikap biasa dan tak bisa si tebak. Apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
Selain itu juga, Arya tidak mau kakeknya salah paham. Dan malah kecewa padanya.
__ADS_1
" Apa makam Daddy dan Mommy ada di London?". Tanya Arya lagi karena ia sangat penasaran kenapa tidak ada satupun orang orang yang tahu makam kedua orang tuanya itu ada dimana. Seolah ada hal yang mereka tutupi selama ini.
Apalagi saat melihat sikap om dan tante nya itu. Tampak seperti bukan keluarga nya saja. Karena sangat tidak mungkin jika Burhan adalah adik kandung Mommy nya. Malah sikap om nya seperti itu padanya.