Sexy Lady

Sexy Lady
Hanya Pasrah


__ADS_3

Kediaman Wijaya...


Clara malam ini memutuskan untuk menginap , Dirumah kedua orang tuanya. Karena sang Bunda sejak tadi siang selalu saja menelponnya. Namun, Sampainya Clara di rumah kedua orang tuanya. Clara kembali di desak untuk secepatnya menikah.


Sudah berbagai cara, Gadis itu lakukan. Tetapi, tetap saja kedua orang tuanya. Malah ingin meminta Arya untuk kembali datang kerumah utama. Hanya untuk pembahasan masalah hubungan keduanya.


" Sayang, Bunda boleh masuk? ". Vera berdiri tepat di depan pintu kamar putri bungsunya.


" Kalau bunda ingin bahas masalah pernikahan, Lebih baik besok saja Bun! ". Teriak Clara dari dalam kamarnya.


Sebagai seorang Ibu, Vera hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Bahkan, Wanita paruh baya. Yang masih terlihat cantik itu. Tampak sedang mengulum senyumnya. Ia tahu apa yang sedang putrinya itu pikirkan saat ini.


"Baiklah, Jika kamu gak mau bicara dengan Bunda. Maka, Bunda tidak bisa bantuin kamu lagi sekarang".


Ancam Vera sambil mengulum senyum nya. Ia yakin jika Clara pasti akan segera membuka pintu kamarnya. Dan benar saja belum juga sempat Vera beranjak pergi. Pintu kamar Clara sudah terbuka dari dalam.


Ceklek...


" Bunda, Mainnya ancaman terus sih". Gadis cantik itu memanyunkan bibirnya. Dan langsung kembali masuk kedalam kamar nya.


Baju kaos longgar bewarna putih, Tampak begitu seksi di tubuhnya. Dimana, Kulit putih mulus nan terawat. Sangat bersinar dengan perpaduan yang tepat, pada warna baju kaos yang ia kenakan saat ini.

__ADS_1


Gadis cantik itu langsung kembali mendaratkan bokongnya. Pada bibir ranjang empuk berukuran king size, di dalam ruangan kamar mewah tersebut. Dimana kamar yang bernuansa feminim, Dengan warna serba pink. Corak yang begitu kental dengan warna favorit semua wanita.


"Bunda, Tolong bujuk Ayah!. Bilang padanya!. Biarkan Clara menemukan jodoh Clara sendiri! ". Gadis itu kembali merengek. Seolah sudah paham apa yang akan di lakukan. Oleh kedua orang tuanya nanti. Setelah tahu siapa Arya kekasihnya saat ini.


"Memangnya apa? ,yang bisa Bunda lakukan?".


Vera sengaja menbuat putrinya itu semakin kesal saja. Karena ia juga ingin melihat bagaimana reaksi putrinya. Saat tahu, Apa yang sebenarnya mereka lakukan di belakang nya selama ini?.


Sebagai orang tua, Baik Vera maupun Reno. Tentunya mereka tidak ingin, Anak anaknya jatuh pada pilihan yang salah. Apalagi, Baik Reno maupun Vera. Mereka berdua bukanlah orang orang yang bodoh. Karir mereka sangatlah bagus di dunia bisnis. Nama keduanya juga telah terkenal dalam dunia bisnis. Bahkan, Tak hanya di Negara ini saja. Sampai mancanegara juga sama.


Sebelum putrinya mengenalkan orang asing pada mereka. Tentunya, Mereka telah lebih dulu mencari tahu. Siapa yang sedang dekat dengan putrinya. Apalagi, Setelah kejadian di LA dan juga kejadian di Bali beberapa tahun yang lalu. Vera dan Reno tidak mau kecolongan kembali.


"Bunda, Arya itu sebenarnya bukan seorang pengusaha. Tapi dia adalah... ".


" Bunda tahu sayang".


"Hah". Clara tampak tercengang, Ketika mendengar jawaban bunda nya , Dengan memotong ucapannya tadi.


" Maksud Bunda?". Clara kembali merutuki kebodohannya sendiri. Ia seharusnya lebih hati hati lagi selama ini. Dan kenapa juga dia tidak mencegah tindakan kedua orang tuanya.


Karena saat ini, Clara malah baru sadar. Jika kedua orang tuanya pasti sudah lebih dulu tahu. Siapa sebenarnya Arya?.

__ADS_1


"Maafin Clara Bun!!. Tapi, Clara sudah terlanjur nyaman dengan Arya ". Lirih Clara pelan dengan sangat hati hati.


" Apa yang sudah kalian lakukan?. Selama kalian tinggal bersama di Apartemen itu?".


Pertanyaan Bunda nya, Membuat Clara bingung sendiri. Ia bingung antara menjawab dengan kejujuran. Atau harus dengan kebohongan nya lagi.


"Clara...? ".Vera menatap penuh selidik pada putrinya.


" Belum ngapa ngapain Bun, Cuma alakadarnya saja". Jawab Clara dengan polosnya.


Sudut bibir Vera terangkat membentuk senyuman. Ia benar benar tidak menyangka. Jika, Clara putrinya yang usianya sudah 25 tahun. Tapi, Masih saja lugu akan hal seperti itu. Padahal, Clara juga sudah sering mempertontonkan tubuhnya, Di rana publik.


"Bagus kalau belum. Dan itu artinya.Kalian masih bisa untuk putus!! ".


" Bunda... ". Clara menggeleng kan kepalanya. Rasanya entah kenapa?. Ia malah merasa tak rela untuk pisah dengan Arya.


" Kalau kau tidak mau, Kalian bisa tetap lanjut!. Asalkan, Minggu depan kalian bisa datang bersama di hotel Xx!!. Dan jika Aryamu itu tidak datang, Maka jangan harap Bunda dan Ayah merestui hubungan kalian!! ".


Clara tampak bingung. Tapi, Ia hanya bisa pasrah saja. Dan malah menganggukkan kepalanya setuju. Membuat Vera menarik sudut bibirnua membentuk sebuah senyum tipisnya.


" Ingat, Jangan kecewakan Ayah dan Bunda!! ". Seru Vera sebelum ia beranjak pergi dari kamar putrinya.

__ADS_1


__ADS_2