Sexy Lady

Sexy Lady
Mancing Keributan


__ADS_3

Di tempat lain saat ini seorang pria tengah berjalan terseok seok menyusuri anak sungai di tepi hutan. Ia berusaha untuk lari sejauh mungkin sebelum para ia ketahuan sudah kabur dari tempat penyekapan. Tubuhnya sudah lebam , memar serta luka dimana mana. Akibat siksaan yang selalu ia terima.


" Saya harus kuat!. Saya harus bisa menyelamatkan tuan muda". Ucap pria itu membulatkan tekadnya. Karena hanya dialah kunci dari semua masalah yang terjadi pada keluarga majikannya dulu.


Pria paruh baya yang tampak lusuh itu saat ini terus berusaha melangkah agar ia bisa keluar dari hutan tersebut. Dan mencari tempat untuk sembunyi, Agar ia bisa ke kota dan mencari keberadaan tuan mudanya. sebab, ia yakin jika anak majikannya dulu masih hidup. Dan untuk masalah yang telah menimpa nya. Pria itu akan mencari tahu yang sebenarnya terjadi.


Pria itu percaya jika tidak akan mungkin tuan mudanya tinggal diam. Saat tahu jika orang orang yang tinggal bersamanya saat ini bukan keluarga nya. Melainkan orang lain yang ingin mengambil semua haknya. Dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang bukan hal mereka.


" Ya Allah, semoga aku sanggup dan kuat ". Doa sang pria dengan langkah yang semakin melemah.


Bertahun tahun lamanya ia di sekap dan di jadikan sandera. Oleh manusia rakus dan keji. Padahal dulu dia adalah sahabat dari majikannya sendiri. Demi sebuah harta ia sampai rela memakai cara licik dan piciknya. Namun, semua sia sia saat ia tahu jika apa yang akan ia rebut sudah jatuh ke tangan keturunan nya. Dan itu juga setelah usia putranya tujuh belas tahun.


🌿🌿🌿🌿🌿


" Loe udah minta izin belum sama bini loe pada, kalau kita kemungkinan pulang malem nih".


" Yaelah, Pake di tanya lagi. Jelas bilang dong, mau gak dapat jatah kalo gak pamit". Leon langsung menjawab dengan entengnya.


Membuat kedua sahabat itu langsung menggeleng kan kepalanya saja. Leon kakak Clara memang dari dulu gak pernah berubah. Lenjeh dan juga selengehan. Tapi dia juga bisa bersikap tegas serta penuh wibawa saat di kantor ataupun di perusahaan nya. Dimana pria itu bekerja di dua tempat dan sama sama menjadi seorang pemimpin tentunya.

__ADS_1


Saat ini dia dan kedua sahabatnya sedang ingin mencari hiburan baru. Yaitu dengan memancing dan kebetulan dapat rekomendasi dari junior nya di kantor. Kalau di sungai yang akan mereka tuju kali ini. Masih sangat asri dan banyak ikan nya. Karena jarang di sentuh oleh masyarakat.


" Kabarnya nih ya, sungai dibawah sana sedikit angker. Karena setiap kali ada warga yang mancing. Mereka tidak pernah kembali lagi". Seru Leon sambil terus berjalan di ikuti oleh kedua sahabatnya.


"Iihhh... Ngeri gue. Menakutkan sekali". Jawab Naufal salah satu sahabat Leon.


" Kalau hantunya cantik dan lebih cantik dari bini gue. Gue akan bawa pulang dah. Siapa tahu si Febby mau di madu". Timpal Naufal lagi sambil tertawa terbahak-bahak.


" Gue rekam omongan loe ya, Ntar sampe Jakarta gue tunjukin ke bini elu". Seloroh Leon


Pug...


Sedangkan satu pria lainnya yang bernama Naures hanya mengulum senyum nya saja. Melihat kedua sahabatnya sama sama saling toyor mentoyor.


Krosakkkkk...


Brakkkk...


Ketiga pria itu saling tatap satu sama lain. Ketika mendengar suara berisik dari arah samping kanannya. Karena di sana hutan lebat dan hanya ada satu jalur untuk penduduk setempat mencari kayu bakar. Membuat ketiga pria itu mulai pasang ancang ancang.

__ADS_1


" Loe berdua bawa senjata kan? ". Tanya Naures yang mulai membuka suaranya.


" Senjata yang mana dulu nih? ". Sahut Leon malah ngajak guyon.


" Leon bukan saatnya bercanda!. Kalau senjata yang tersembunyi cuma buat bini loe doang yang udah bunting lagi noh". Naufal tampak sedikit kesal. Karena Leon selalu saja bikin ia pusing.


" Gue heran, kenapa orang kayak loe bisa jadi perwira sih? ". Sambung Naufal lagi.


" Paling juga nyogok dia. Main duit ". Timpal Naures yang merupakan sepupu Naufal dan sahabat Leon juga.


" Wah, bener bener loe berdua ini. Gue real man skill". Jawab Leon tak terima.


Tak berselang lama terdengar suara tembakan dari arah depan sana. Membuat ketiga pria itu mulai was was dan mencari tahu apa yang sedang terjadi disana.


" Wah, kagak bener ini". Guman Leon yang mulai sadar.


" Sepertinya hari ini kita bertiga benar benar mancing deh". Sahut Naufal.


" Iya, Mancing keributan ". Jawab Naures

__ADS_1


TBC


__ADS_2