
Beberapa saat setelah Leon pamit pada adiknya untuk segera pergi ke kantor. Clara yang masih berada di dalam kamar mandi. Karena hari ini ia juga sedang free. Clara sengaja mengosongkan jadwalnya untuk beberapa hari kedepan. Selain, dia ingin mengucapkan terimakasih pada sang penolongnya. Clara juga tidak mau terjadi hal buruk dengan pria itu.
Entah kenapa?. Clara merasa ia begitu tidak asing akan sang pria. Namun, Clara juga tidak mengenalnya. Rasa khawatir nya kali ini malah melebihi kekhawatiran nya saat hubungan nya dengan mantan sang kekasih. Lebih tepatnya cinta pertama nya dulu kandas.
Cukup lama Clara berada di dalam kamar mandi yang berada di dalam ruangan rawat sang pria. Yang namanya saja, belum Clara ketahui siapa?.
Terang saja ia bisa mandi dengan nyaman. Karena, ruangan rawat itu begitu mewah dan fasilitas nya lengkap bak sebuah kamar hotel bintang lima. Karena , Clara memang sengaja memilih kamar VVIP.
Ceklek...
Clara langsung melemparkan handuknya begitu saja kearah sofa. Saat melihat pasien di brankar sudah duduk dan bersender di brankar nya.
" Wah, kamu udah bangun? ". Clara begitu sumringah melihat dewa penolongnya sudah sadar.
Namun, sang pria malah menatapnya dengan tatapan bingungnya. Ia juga memasang wajah datarnya. Dimana, wajahnya yang masih terlihat tampan saat bangun tidur. Rambut bewarna coklat tua, alis tebal dan juga bola mata yang indah dengan warna sedikit hitam.
" Hei... Halo". Clara mengibas ngibaskan tangannya tepat di depan wajah sang pria.
__ADS_1
" Are you okay? _. Tanya Clara mulai ikutan bingung.
Karena takut terjadi hal buruk dengan pria itu. Clara pun segera memanggil dokter. Untuk memeriksa pasien tersebut.
Tak berselang lama setelah Clara memencet tombol yang ada di samping brankar. Pintu di ketuk dari luar. Dan langsung menampakkan seorang dokter pria setengah baya masuk kedalam ruangan rawat itu.
Dokter pria itu pun memeriksa pasien nya. Dan setelah memberikan minum air putih pada sang pasien. Kini, dokter itu menatap kearah Clara dengan tatapan seriusnya.
" Nona Clara, Bisa kita bicara sebentar ". Seru sang dokter dan dengan sedikit bingung akhirnya Clara pun menganggukkan kepalanya. Lalu mengikuti langkah sang dokter keluar ruangan.
Clara tampak ragu saat ia akan masuk kedalam ruangan rawat sang pria. Dimana sekarang ia tahu apa yang sedang menimpanya saat ini. Ya, walaupun itu kemungkinan terbesar nya bukan karena menolongnya.
Namun, hari ini dokter pun akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Agar, Bisa tahu apa yang terjadi pada sang pria itu. Setelah menarik nafasnya dalam dalam. Clara pun langsung masuk.
" Kita sarapan dulu ya!. Setelah itu minum obatnya! ". Ujar Clara sambil tersenyum pada sang pria.
Dimana pria itu kini malah ikut menatap kearahnya dengan tatapan intimidasi. Clara yang di tatap malah tiba tiba jadi salah tingkah sendiri. Padahal, pria itu menatap mungkin karena bingung akan kehadiran nya.
__ADS_1
" Kamu siapa?. Dan kenapa saya ada di rumah sakit ini? ". Tanya sang pria sambil terus menatap Clara dengan wajah bingungnya.
" Hei, kamu sudah melupakan aku?. Kita itu... Emmm... ". Clara malah ikutan bingung ingin menjawab apa.
" Kau itu bekerja padaku dan aku adalah majikanmu. Ah, iya seperti itu". Sambung Clara asal. Karena otaknya tidak bekerja dengan baik saat ini.
" Semoga dia percaya. Dan aku tidak mungkin bilang jika dia pacarku bukan? _.".Batin Clara pusing sendiri.
" Bekerja dengan kamu? ". Tanya sang pria lagi. Clara pun langsung menganggukkan kepalanya cepat. Karena ia tidak ingin sang pria itu curiga jika dirinya sedang berbohong.
" Sebagai apa? ".
" Sopirnya". Kini giliran Clara dan pria itu yang menoleh langsung kearah pintu. Dimana disana ada Santi yang sudah nyengir kuda. Karena ia asal ceplos saja. Tanpa ingin tahu dulu apa yang mereka obrolkan.
Clara langsung menatap tajam pada Santi sang asistennya. Dan Clara pun hanya bisa menepuk jidadnya sendiri. Padahal, dokter bilang jika ingatan sang pria sedang tidak baik baik saja.
Ia bisa kehilangan sebagian ingatan masa lalunya. Dan jika tidak segera di periksa secara lanjut. Kemungkinan terburuknya. Ia akan kehilangan seluruh ingatan nya. Namun, semua itu perlu di cek kembali agar bisa memastikan ia mengalami apa.
__ADS_1