Sexy Lady

Sexy Lady
Debaran Hati


__ADS_3

Arya menatap Clara yang tiba tiba saja keluar dan menjauh dari kedua wanita di dalam sana. Dan kini malah memilih duduk di samping Arya dan Jeje.


" Kita pulang saja Arya!. Disini aku belum waktunya untuk bergabung dengan para istri seperti mereka". Lirih Clara lesu.


" Kenapa nona? ". Tanya Arya yang tak paham.


Clara menatap Arya dan begitu menoleh, Pandangan keduanya malah beradu. Hingga hening sejenak, Karena baik Clara maupun Arya malah saling tatap. Clara langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Karena tiba tiba dadanya berdenyut. Seakan ia sudah pernah menatap wajah itu sebelum nya.


" Aku ingin pergi ke suatu tempat". Sahut Clara tanpa menatap kearah Arya.


" Oh, ya. Gak usah panggil aku nona lagi ya!. Panggil saja Clara! ". Ucap Clara seraya bangkit dari duduknya dan menghampiri Jeje keponakan nya.


Setelah berbicara sejenak dengan Jeje. Clara pun langsung kembali masuk ke dalam untuk berpamitan dengan Kakak iparnya. Dan membiarkan kedua wanita berpengalaman dalam bidangnya masing masing itu. Saling mengobrol absurd, Karena Clara juga pikirannya belum mau sampe sedalam itu.


Meskipun Hani sempet menahan Clara. Sampai suaminya pulang. Namun, Clara mencari alasan agar ia bisa kabur dari dua wanita berotak mesum itu. Agar pikiran Clara tetap waras nantinya.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Arya melirik ke arah Clara saat gadis cantik itu malah memilih memejamkan matanya. Setelah ia menunjukkan lokasi yang akan mereka datangi padanya. Sepertinya Clara memang sangat lelah. Dan membutuhkan istirahat yang cukup.


Siang malam ia bekerja seperti di porsir saja. Apalagi sang asistennya sampai saat ini masih belum bisa masuk kerja. Alhasil hanya Arya yang sering membantunya. Bahkan, saat di Apartemen Arya malah selalu di buat berdenyut tidak karuan. Lantaran Clara selalu saja sembrono setiap harinya.


Gadis cantik itu rupanya setiap tidur mempunyai kebiasan buruk. Dan malah sangat buruk di mata Arya. Bagaimana bisa saat mata terpejam, Clara malah membuka bajunya sendiri. Kadang pun ia mencari minum dengan mata yang terpejam.


Mungkin jika harus lama lama tinggal bersama Clara dalam satu atap seperti itu terus. Akan tidak aman bagi jantung dan juga hasrat Arya sebagai seorang pria normal pada umumnya. Dimana, Hasratnya yang selalu saja bangkit tidak jelas. Ketika hanya melihat tingkah konyol Clara saat tidur.


" Clara... ". Arya mengguncang pelan lengan tangan gadis itu. Saat mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sebuah Danau buatan yang ada di perbatasan kota.


Udara yang masih sangat asri, dengan banyaknya pepohonan . Dan ada juga taman bunga dengan bermacam macam warna.


Clara mulai menggeliat dan membuka matanya. Pandangan kedua nya kembali beradu. Membuat jantung Clara kembali berdebar tak karuan. Saat mata Arya begitu menusuk dalam pada tatapan seperti itu.


" Ah, Iya... Kita sudah sampai". Clara langsung membuka pintu mobilnya. Untuk menghindari mata indah Arya. Clara pun bingung dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia selalu saja membayangkan jika Arya saat ini adalah Arya yang asli.


" Come on Cla!!. Ini bukan saatnya untuk berpaling ". Clara berusaha menyadarkan dirinya sendiri. Agar ia tidak melabuhkan hatinya pada pria lain. Sebelum ia bertemu kembali dengan Arya nya.

__ADS_1


" Aku akan membunuhmu Arya, Jika kau tidak menepati janjimu itu". Batin Clara yang selalu saja kesal. Karena Arya pergi tanpa mengatakan apapun padanya.


Ya meskipun mereka tidak punya hubungan apapun. Setidaknya semua publik dulu pernah ia hebohkan. Dengan status nya yang mengaku sebagai kekasih Arya. Meskipun kasus dan berita itu bisa resup dengan sendirinya. Tanpa, ada yang mau memperpanjang nya sama sekali.


Arya mengulum senyumnya saat melihat tingkah Clara yang menggemaskan. Ketika ia sedang salah tingkah seperti itu. Lalu Arya pun ikut turun dan menyusul Clara yang suruh berdiri tepat di depan danau yang masih sangat sepi. Padahal alam disana sangat sejuk dan juga bersih terawat. Meskipun belum sepenuhnya selesai di bangun.


" Dulu, tempat ini belum sebagus sekarang ". Clara memulai pembicaraan nya. Ia pun kini sudah duduk di atas rerumputan hijau di pinggir danau.


" Berarti tempat ini sering nona kunjungi sebelum nya? ". Arya langsung nyengir kuda saat ia di tatap tajam oleh Clara.


" Eh, maaf Cla. Saya hanya belum terbiasa saja". Ucap Arya tersenyum.


"'Manis... ". Lirih Clara pelan ketika ia melihat Arya tersenyum.


" Kenapa Cla? ".


" Ah, tidak... Tidak... tidak ada apa apa". Clara pun langsung gugup karena barusan ia malah memuji Arya saat tersenyum.

__ADS_1


Pria itu pun hanya mengulum senyum gelinya. Karena ia sangat jelas mendengar gumanan Clara tadi. Hanya saja ia lebih senang menggoda majikannya itu.


__ADS_2