Sexy Lady

Sexy Lady
Saling Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

Pada Akhirnya Bianca mulai merasa tenang. Setelah keluar dari Apartemen Arya. Kini ia tampak tersenyum lega. Setidaknya beban pikiran yang selama ini sempat mengganjal. Hari ini sudah mendapatkan penjelasan. Ya meskipun, Penjelasan itu datangnya sedikit terlambat. Lantaran mereka telah memutuskan untuk menentukan pilihan hidup masing masing.


Bianca mulai menaiki mobil nya. Karena sang sopir sejak tadi selalu setia menunggu nya. Dengan tetap mengulas senyumnya. Bianca memerintahkan sang sopir untuk segera menuju butik tempatnya fitting gaun pengantin.


"Semoga kalian selalu bahagia ".Guman Bianca saat mobil yang ia tumpangi sudah mulai menjauh dari gedung apartemen milik Arya tersebut.


Memang awalnya sangat sulit untuk menerima kenyataan pahit. Saat hati masih mengharapkan seseorang untuk berada di samping kita. Tetapi, Kita sendiri harus menelan pil pahit. Dimana orang yang kita harapkan telah memilih orang lain untuk menemaninya.


Tetapi, Di balik iru semua ada hikmah yang bisa di petik. Hati yang tulus ikhlas untuk melepaskan orang yang kita cintai, Demi melihatnya hidup bahagia dengan pilihan nya sendiri. Rasanya jauh lebih tenang dan damai. Karena tak ada lagi kata keterpaksaan untuk saling memiliki.


Memang benar adanya, Jika kita memang benar benar ikhlas melepaskan orang yang menurut kita baik. Tuhan pasti akan mengganti kannya dengan orang yang jauh lebih baik lagi. Jalan Tuhan itu nyatanya lebih sempurna. Jangan mengharapkan yang bukan hak kita. Tetapi, Jalanilah yang menjadi bagian hidup kita.


Drt... Drt...

__ADS_1


Ponsel Bianca berdering saat ia sedang melamunkan hal, yang dulu sempat selalu memenuhi pikirannya. Nama Bayu langsung memenuhi layar ponselnya. Membuat Bianca kembali mengulas senyum manisnya. Dan langsung mengangkat panggilan video dari calon suaminya itu.


"Assalamu'alaikum".


" Kamu dimana?. Kata Mami kamu udah jalan daritadi. Kok belum nyampe juga? ". Bayu langsung mencecar Bianca dengan banyak pertanyaan.


Pria itu merasa khawatir kalau Bianca pergi sendiri. Karena ia selalu teringat akan peristiwa beberapa tahun yang lalu. Dimana Bianca sangat menyedihkan. Wanita yang akan ia nikahi saat ini. Dulu tampak terombang-ambing dengan langkah terseok-seok. Mencari bala bantuan karena ia ingin dibunuh oleh manusia manusia keji.


"Aku tadi mampir dulu kerumah temen Bay, Kasih undangan pernikahan kita. Sekarang udah mau sampe kok ke butik". Jawab Bianca sambil tersenyum teduh.


Bianca selalu saja dibuat salah tingkah. Di saat kerap kali Bayu mengucapkan kalimat kalimat, yang begitu menyentuh hatinya. Kini Bianca sudah mulai berdebar saat Bayu berada dekat dengan nya. Padahal awalnya ia hanya berusaha untuk melupakan masa lalunya sendiri. Bahkan, Bianca juga sempat ragu untuk memulai hubungan dengan Bayu Tetapi, Sejauh ini ia malah mulai merasakan getaran aneh dalam dirinya.


"Iya, Bawel". Sahut Bianca terkekeh

__ADS_1


" Karena aku mencintaimu Bi". Ungkap Bayu jujur.


"Aku tahu". Bianca kembali tersenyum teduh. Meskipun wajahnya kini memerah menahan rasa malunya.


Bayu di seberang telpon sana pun, Hanya bisa mengulum senyumnya saja. Ia bahkan tak menyangka , Jika Bianca akan menerima pinangan nya secepat ini. Walaupun dia tahu jika awalnya Bianca juga belum memiliki perasaan cinta di hati nya. Namun, Setidaknya Bianca tidak menyerah untuk mencobanya.


"Sudah dulu ya Bay, Aku tutup dulu telpon nya. Satu menit lagi aku udah sampe ".


" Oke, I love you sayang".


"Love you too". Balas Bianca yang langsung menutup telponan nya. Karena ia sedikit canggung untuk menjawab kata cinta dari Bayu. Sedangkan di seberang telponan sana. Bayu tampak tersenyum bahagia karena Bianca membalas ungkapan cintanya.


" Kau lah yang terakhir Bi". Guman Bayu yakin.

__ADS_1


TBC


__ADS_2