Sexy Lady

Sexy Lady
Gampang Berubah


__ADS_3

Ke esokan harinya Clara mulai mengerjapkan matanya. Dan betapa terkejutnya dia saat bangun ia malah berada di dalam kamar orang lain. Sampai sampai Clara membelalakkan matanya.


" Oh may God". Serunya panik. Karena ia sadar . Jika dirinya masih berada di Apartemen Arya.


Ia segera bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi. Clara tidak mau Arya melihatnya bangun tidur dalam keadaan kacau seperti itu.


" Haisss... sial... ". Upat Clara yang langsung masuk kedalam kamar mandi begitu saja. Apalagi ia baru sadar jika saat ini tubuhnya malah masih setengah bugil. Karena semalam ia tanpa sadar menanggalkan gaun pestanya.


Sebab, dengan keadaan memajamkan matanya. Clara merasa risih jika tidur memakai gaun pesta yang tampak press di tubuhnya. Dan ia juga tidak leluasa untuk bergerak. Terbiasa tidur dalam keadaan setengah telanjang. Membuat Clara tak sadar jika dirinya bukan di Apartemen nya sendiri. Melainkan Apartemen Arya.


Beruntung ia tidur di kamar tamu. Jadi, ia lebih leluasa untuk membersihkan dirinya. Sedangkan, Ia tidak tahu apa yang terjadi di luar Apartemen saat ini. Dimana Ziva yang sejak tadi bersikeras untuk bertemu dengan Arya. Namun, ditahan oleh anggota Arya.


Bahkan, disana juga tidak ada asisten pribadinya Arya. Dewa memang selalu jarang menampilkan wajahnya di depan umum. Apalagi di depan keluarga Arya. Yang masih banyak menyimpan misteri.


" Biarkan aku masuk! ". Sentak Ziva berusaha untuk mendorong tubuh pria yang menjaga pintu Apartemen Arya.


" Maaf nona, Anda tidak diberi izin untuk masuk kedalam". Kedua pria bertubuh kekar itu masih saja mencegah Ziva untuk masuk.

__ADS_1


Membuat gadis itu pun tampak tersulut emosi dan benar benar geram dibuatnya.


" Aku ini tunangan bos kalian. Apa mau kalian di pecat? ". Sentaknya penuh emosi.


Ceklekk...


" Tunangan yang batal lebih tepatnya nona". Clara tiba tiba membuka pintu Apartemen dan kini menatap Ziva dengan sangat tajam.


" Kau, kenapa kau ada disini?. Mana kak Arya? ". Cecarnya semakin kesal saat melihat Clara tiba tiba keluar dari dalam Apartemen Arya.


" Hei, dasar lacur murahan... Kau pikir kak Arya sudi menikahi wanita rendahan seperti mu". Ziva mulai mengeluarkan unek unek nya membuat Clara malah terkekeh. Ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Ziva.


Karena bagi Clara ia bukanlah wanita seperti itu. Bahkan, ciuman saja sekarang ia tidak pernah lagi. Terakhir kalinya ia melakukan kontak fisik hanya dengan cinta pertamanya dulu. Itu pun hanya beberapa kali.


" Hahhaha... Kalau kau sakit hati. Ya sakit hati saja nona Zivanya!. Gak usah ngegas gitu dong, woles slow...!!". Jawab Clara dengan santainya.


Clara pun maju dan mendekat kan bibirnya tepat di depan telinga Ziva. Lalu ia berkata". Setidaknya lacur seperti tu, sudah menikmati milik Arya yang kuat dan tahan lama itu. Sampai sampai menghasilkan anak ini". Bisiknya dengan sangat sengaja.

__ADS_1


" Kau... ". Ziva mengepalkan kedua tangannya erat. Dan ingin sekali ia menampar Clara saat ini. Tapi, niat itu ia urungkan karena ia tidak ingin gegabah mengambil keputusan.


" Baiklah, jika memang kak Arya lebih mencintaimu. Maka, Aku rela dia menikah denganmu ". Clara sampai terkejut akan penuturan gadis itu.


Hingga Clara mundur beberapa langkah dan menatap wajah gadis itu dengan jelih. Clara sedikit curiga, jika gadis itu pasti punya rencana mencurigakan.


" Aku memang mencintai kak Arya, Tapi aku tidak ingin memaksakan Cinta padanya. Apalagi kau sudah mengandung anaknya". Sambung Ziva sendu.


Clara bahkan saat ini menautkan kedua alisnya bingung. Akan, perubahan sikap Ziva. Yang mana sangat berbeda dari pertama ia bicara sangat kasar padanya tadi.


" Dasar sykho". Batin Clara.


" Bagaimana kalau kita berdamai saja?. Maafkan semua kata kata kasarku barusan!. Dan kalau boleh mulai sekarang kita temanan saja! ".


" What? ". Clara membelo tak percaya, Bagai memiliki kepribadian ganda saja. Ziva bisa berubah seratus delapan puluh derajat begini batin Clara.


TBC

__ADS_1


__ADS_2