
Mension Victoria...
Ziva sedang mondar mandir seperti tidak tenang. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Namun, Yang jelas wajahnya memperlihatkan kekhawatiran yang mendalam. Hal itu membuat Mamanya pun ikut pusing melihat putrinya.
" Ziva... Kamu itu kenapa?. Daritadi Mami perhatikan seperti orang bingung saja".
Ziva pun langsung menatap wajah Maminya. Dan malah tak menjawab. Gadis itu pun ikut mendaratkan bokongnya di single sofa yang ada di dalam kemarnya. Karena keduanya saat ini sedang berada di dalam kamar Ziva.
" Mi, Ziva butuh bantuan mami! ". Wanita paruh baya itu pun langsung menatap curiga putrinya.
" Mami tidak mau jika ini akan melenyapkan seseorang lagi". Jawab Mami Rosa penuh penekanan.
" Ya enggak lah mi. Ini bukan untuk itu. Ziva janji hanya untuk membuat dia jera saja". Ziva mulai tersenyum licik.
Ziva pun mulai membisikkan sesuatu pada maminya. Membuat wanita paruh baya itu pun langsung membelalakkan matanya. Ia benar benar tak habis pikir jika putrinya masih saja terobsesi sampai sejauh ini.
__ADS_1
" Kamu yakin? ". Tanya Rosa pada putrinya.
" Come on mi!!. Ziva yakin dia adalah orang yang sama".Gadis itu tak akan tinggal diam. Sampai apa yang ia inginkan terwujud. Bahkan, Ia juga akan melakukan apapun untuk mendapatkan nya. Sekali pun harus melenyapkan nyawa seseorang.
Selama ini Ziva hanya memakai kedoknya. Untuk menjadi gadis yang kalem dan juga lemah lembut. Namun, pada kenyataannya gadis itu adalah seorang iblis betina. Yang sangat tidak di duga duga.
Ia sangat licik dan juga licin. Semua sifatnya turun dari sang kakek. Dan obsesi nya untuk mendapatkan Cinta pria yang katanya sepupunya sendiri. Sampai saat ini masih tetap ada.
Brakkk...
" Oh, tidak ada kok bik. Aku hanya ingin mengambil ponselku saja yang tertinggal di kamar. Tapi, Ini heels aku lepas talinya". Elak Helen saat ia ketahuan sedang menguping di depan pintu kamar Ziva.
Namun, di dalam kamar sana, Ziva hanya menarik sudut bibirnya saja. Ia tahu apa yang akan ia lakukan pada kakak iparnya itu nanti. Setelah urusannya selesai, Maka Ziva akan ikut menendang Helen dari mension keluarga nya. Dan hal yang lebih dulu ia lakukan adalah membuat kakaknya sendiri, Berada di pihaknya.
πΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1
Helen melangkah pergi setelah ia ketahuan oleh art kepercayaan Ziva dan mami mertuanya. Ia tidak mau sampai ketahuan sedang menguping.
" Apalagi yang dia rencanakan kali ini? ". Batin Helen sambil menutup pintu kamar nya.
Helen yakin jika Ziva tak seperti penampilan selama ini. Adik iparnya terlalu pandai menyembunyikan sifap aslinya. Sehingga bisa menipu banyak orang dengan kelemah lembutannya itu.
" Jangan terlalu ikut campur urusan Ziva!!! ".Helen terkejut karena ternyata ada suaminya di dalam kamar mereka. Padahal setahu Helen Aryo berada di dalam ruang kerjanya sejak beberapa menit yang lalu.
" Honey... Apa maksud mu?. Aku tidak tahu apa maksud perkataan mu tadi? ". Helen langsung menghampiri suaminya yang ternyata duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya. Wanita itu berusaha membujuk suaminya agar tak mencurigai nya.
" Kenapa kembali lagi?. Katanya ingin pergi bersama teman temanmu? ". Aryo malah bertanya balik dan menatap wajah Helen dengan tatapan datarnya.
" Tidak jadi, Aku sedang tidak mood. Lebih baik aku menghabiskan waktu bersama suamiku ini". Helen mulai meraba dada suaminya dan menatapnya dengan tatapan menggodanya.
Aryo pun langsung luluh saat di tatap seperti itu oleh istri nya. Hasratnya pun naik ketika usapan halus dan lembut di dadanya. Beberapa saat kemudian keduanya sudah saling sesap menyesap dan kembali mencari keringat di sore hari.
__ADS_1
SKIP... SKIP... SKIP... BUNDA LAGI KEHABISAN IDE BUAT NULIS NGANU ππ JADI SKIP SAJA DULU YA, MAU PERSIAPAN BUAT NGANUNYA CLARA AJAπ€