Sexy Lady

Sexy Lady
Rencana Licik


__ADS_3

Mobil mewah berwarna hitam mulai terparkir tepat di depan sebuah perusahaan besar di kota itu. Perusahaan yang berlabel " VICTORIA GROUP. Beberapa detik kemudian, Seorang wanita dengan pakaian sedikit minim mulai menginjakkan kaki jenjang nya.


Tak berselang lama keluar juga seorang wanita paruh baya pun ikut keluar. Dengan riasan wajah sedikit mencolok dan semua barang yang ia pakai adalah barang barang brand ternama tentunya.


Dua wanita beda usia itu, Kini berjalan dengan gaya congkak dan sedikit angkuhnya. Mulai memasuki perusahaan besar dengan gedung tinggi menjulang ke atas.


" Selamat siang Nyonya, Nona muda". Sapa beberapa karyawan yang tak sengaja berpapasan dengan keduanya.


Namun, tak ada satu pun yang mereka balas dengan sapaan. Ataupun sebagai senyuman singkat sedikitpun. Kedua wanita itu malah tampak menatap sinis. Seolah, Mereka semua tak sebanding dan tak selevel dengan mereka.


" Idih, sombong banget ya ternyata nona Ziva itu".


" Iya, Wajar saja tuan Arya lebih memilih kabur daripada tunangan dengan wanita seperti itu".


" Berubah tuan Arya minggat, Kalau tidak?. Udah makin belagu aja tuh orang".

__ADS_1


" Hussssstttt... Udah udah jangan pada ngegosip!. Nanti kalau dia denger bisa habis kalian".


Desas desis para karyawan perusahaan mulai mengetahui sosok wanita, Yang sempat ingin menjadi istri dari pemimpin perusahaan sebelum nya. Namun, Karena bos mereka pergi dan sampai saat ini belum kembali lagi. Para karyawan tampak begitu lega. Meskipun, Saat ini mereka sedang di pimpin oleh CEO sementara.


Walaupun keluarga Arya masih menutupi. Tentang hilangnya Arya. Namun, Para karyawan malah mensimulasikan bahwa CEO mereka kabur dari rumah. Hanya untuk menghindari perjodohan keluarga itu saja.


🌿🌿🌿🌿🌿


" Ada apa lagi Ziva? ". Tanya Sang kakak saat ia kedatangan adik dan juga Mami nya di saat jam sibuknya hari ini.


" Aryo, Kamu itu bukannya bantuin adik kamu sendiri. Malah sibuk dengan urusan kamu yang tidak jelas itu". Sentak Sang mami sedikit kesal dengan putranya.


" Mi, Lihat tuh kak Aryo!. Dia malah tidak memperdulikan kita". Rengek Ziva manja meminta bantuan dari Sang mami.


" Ziva, berhentilah merengek dengan mami. Apa kau sudah bosan untuk berpura pura selama ini?. Kenapa tidak kau lanjutkan saja aktingmu ?. Sampai kau benar benar mendapatkan pria bodoh impian mu itu".

__ADS_1


" Kakak".


Ziva lagi lagi mencebikkan bibirnya kesal. Lagi lagi sang kakak hanya bisa meledeknya saja. Padahal, Selama ini ia juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya untuk mendapatkan perhatian Arya. Tapi, Nyata nya Arya malah pergi entah kemana. Sampai saat ini tidak dapat mereka lacak.


Bahkan, Orang orang keluarganya sama sekali tak memberikan titik terang dalam pencarian nya.


" Sudahlah!. Lupakan dia!. Bujuklah kakek untuk membinasakannya saja!. Dan kau bisa mencari pria lain yang sepadan dengan keluarga kita! ".


" Lagian, dia hidup pun tiada gunanya lagi bukan?. Semua orang yang ia sayangi sudah pergi lebih dulu dari dunia ini". Aryo berucap seolah olah ia sudah tahu semuanya. Apa yang terjadi pada keluarga besarnya selama ini.


" Jaga bicaramu Aryo!!. Bagaimana kalau ada orang yang dengar apa yang sedang kamu bicarakan tadi?. Semua itu pasti akan jadi masalah nantinya ".


Wanita paruh baya yang berstatus sebagai maminya itu. Tampak sedikit was was karena ia juga tahu betul. Posisi mereka saat ini belum begitu sempurna. Mereka belum bisa mendapatkan apa yang mereka incar. Lantaran semua yang mereka nikmati selamat ini. Harus dengan persetujuan Arya dulu.


Apa yang mereka miliki saat ini , Hanya bisa mereka nikmati sementara saja. Jika, Sampai semua berkas yang di inginkan oleh kakeknya. Belum bisa jatuh ke tangan mereka secepatnya. Maka, tamatlah riwayat mereka semua. Apalagi sisa keturunan nya sudah sadarkan diri dan mengingat semua kenangan masa lalunya. Mungkin tidak akan ada harapan bagi mereka lagi.

__ADS_1


" Aryo bosan mi, Mau sampai kapan kita menunggu?. Bagaimana kalau bajingan itu sekarang sudah sehat kembali?. Dan dia malah telah menyusun rencananya dibelakang kita? ".


" Jika itu terjadi, Kakek tidak akan tinggal diam kak. Kakak tenang saja!!". Senyum licik Ziva terbit menghiasi wajah nya.


__ADS_2