Sexy Lady

Sexy Lady
Tawanan


__ADS_3

Ketika Clara sedang sibuk mengumpulkan informasi tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Namun, Saat ia menemukan pria yang ia curigai. Malah saat ini Pria itu menghilang entah kemana. Bahkan, kabar yang beredar jika Arya sedang menikmati liburan dan untuk sementara waktu perusahaan itu di ambil alih oleh kakak sepupunya.


Sedangkan di sebuah rumah tua yang terlihat seperti bangunan tidak di pakai lagi. Saat ini sedang duduk seorang pria tua. Ia di temani oleh beberapa anggotanya yang berbadan kekar.


Pria tua itu duduk dengan sangat angkuhnya. Sambil memainkan tongkat nya. Menatap tajam pada seorang pria paruh baya yang posisinya saat ini sedang terikat oleh sebuah rantai dan sudah berkarat.


Kondisi pria paruh baya itu begitu menyedihkan. Luka lebam dan juga tubuh yang tampak kurus dengan pakaian yang telah lusuh melekat di tubuh rapuhnya.


" Mau sampai kapan kau bungkam?. Hm? ". Ucap pria itu sambil terus memainkan tongkat nya yang sudah mengkilap bak lantai keramik.


Namun, yang di tanya hanya melirik sekilas. Sepertinya ia sudah pasrah dan sudah tidak ingin melakukan perlawanan apapun lagi. Sudah 20 tahun lebih ia di kurung dan di siksa di dalam gedung itu. Dimana ia di letakkan di ruangan bawah tanah.


Brakkk...


Pria itu itu memukulkan tongkatnya pada kaki sang pria paruh baya. Namun, lagi lagi pria itu masih tak bergeming sedikit pun. Bahkan, untuk mengaduh saja ia tidak bersuara.

__ADS_1


" Hahaha... ". Pria tua itu malah tertawa terbahak bahak melihat sanderanya sudah bagaikan mayat hidup saja.


" Sepertinya, kau memang sudah tidak ingin hidup lagi". Serunya sambil tertawa terbahak bahak. Padahal ia masih menahan amarahnya, Agar tidak meledak. Sebab, Pria itu masih kunci dari semua masa lalunya.


" Kau masih mengharapkan anak majikan mu itu datang menolong mu?. Hah? ". Serunya dengan menarik sudut bibirnya licik.


" Bahkan dia saja sudah lebih dulu menghadap Tuhan nya". Sambungnya lagi dengan sudut bibir terangkat. Ketika ia melihat sang pria paruh baya itu mulai gelisah.


" Kau tahu ? ". Pria tua itu mendekatkan tubuhnya ke arah pria paruh baya itu". Dia juga sudah menyusul kedua orang tuanya ke neraka". Bisiknya yang di sambung dengan tawanya yang pecah.


Bug...


Bug...


Bug...

__ADS_1


Pria itu tersungkur dengan luka robek di bagian bibirnya. Hingga hidungnya juga ikut mengeluarkan darah. Namun, ia malah tersenyum mengejek.


" Tunjukan dimana kau simpan surat surat itu!!. Atau kau akan kuhabisi sekarang juga". Ancam sang pria tua itu yang sudah hilang kesabaran nya.


Dua puluh tahun lebih ia menunggu. Karena ia pikir dengan membesarkan keturunan mereka. Maka, Ia akan lebih mudah mengusai semuanya. Namun, prasangkanya salah besar. Semua sudah ia lakukan tapi malah semakin mempersulit keadaan nya sendiri.


Sedangkan tawanannya sampai saat ini ikut bungkam. Bahkan, ia juga akan rela mati saat ini juga. Tanpa ingin memberitahu sedikitpun informasi yang ia pegang dulu.


" Bunuh saja!. Jika kau mau. Karena jiwaku sudah mati sejak dua puluh tahun yang lalu ". Jawab pria paruh baya itu dengan pasrah.


Hal itu kembali membuat pak tua itu tersulut emosinya sendiri. Ia tidak menyangka jika orang kepercayaan keluarga yang telah ia bantai habis dua puluh tahun yang lalu . Sangat memegang kepercayaan majikannya. Sampai sampai ia sendiri rela mati dengan cara apapun saat ini.


Kesal karena tak mendapatkan informasi apa pun. Pak tua itu langsung beranjak pergi dari ruangan itu. Sedangkan pria paruh baya itu menarik sudut bibirnya. Ia sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan pria tua itu adalah gertakan dan ia juga tidak akan membunuh nya. Sampai ia mendapat kan apa yang ia inginkan selama ini.


" Semoga anda baik baik saja tuan muda". Batin sang pria paruh baya itu.

__ADS_1


Pria itu juga yakin, jika tuan mudanya itu masih hidup. Dan entah apa yang terjadi pada dirinya hingga sampai saat ini. Ia malah sama sekali tidak mencari keberadaan keluarga nya.


__ADS_2