
Apartment Kirana...
Setelah mendapatkan izin dari dokter. Jika pasien sudah bisa di bawa pulang. Akhirnya Clara memutuskan untuk mengajak pria itu untuk pulang ke Apartemen nya saja. Dan itu katanya hanya untuk sementara waktu saja.
Dan tentu saja semua itu tidak ketahuan Leon dan kedua orang tuanya. Hanya saja Santi yang ikut tidak setuju. Karena, Santi khawatir pada Clara. Sebab, mereka juga baru kenal. Sebagai seorang asisten Santi tidak ingin Clara celaka lagi.
Untuk membuat Santi percaya. Clara pun mengizinkan Santi untuk ikut tinggal bersamanya juga. Berhubung kamar di Apartemen miliknya hanya ada dua kamar. Jadi, Santi pun satu kamar dengan Clara. Karena kamar tamu yang biasa Santi tempati saat menginap. Sekarang akan jadi kamar nya pria itu.
" Clara, loe yakin dia pria baik baik? ". Santi sedikit berbisik saat pria itu telah masuk untuk istirahat di dalam kamar tamu.
" Gue gak tahu. Tapi, yang jelas dia udah pernah korbankan nyawanya buat gue San". Jawab Clara santai.
" Mukanya ganteng sih, tapi serem ya". Celetuk Santi.
__ADS_1
"Husssssttttt... ". Clara mendelik seperti tak terima jika pria itu dibilang serem oleh Santi. Karena bagi Clara dia sangatlah tampan. Apalagi bulu bulu halus di wajahnya. Membuat Clara gemas.
" Ayo, pasti melamun jorok loe kan? ". Goda Santi menyenggol bahu Clara sambil menatap penuh kecurigaan.
" Ih, apaan sih. Udah sana mending loe masak gih!!. Gue laper nih, Loe kan pinter masak ". Bujuk Clara pada sang asistennya.
" Oke gue masak, Tapi inget gaji gue jangan lupa naikin juga!. Kan gue kerjanya double ". Santi menaik turunkan alisnya membuat Clara langsung melempar guling kearah Santi.
" Eh, loe kan anak orang kaya juga nona. Wajar dong kalau gue minta naik gaji, Lagian udah tajir dari lahir juga. Pake acara milih karir lain. Kagak bersyukur banget sih hidup lu".
Wajar saja jika gadis itu tidak pernah kekurangan duit. Saat job nya sepi dan juga selalu bisa bolak balik keluar negeri. Hanya untuk membeli barang tidak penting sekali pun.
" Udah sana!!. Jangan bahas perusahaan disini!. Itu milik keluarga gue. Bukan punya gue sendiri ".
__ADS_1
Santi hanya mencebikkan bibirnya manyun. Tapi sebelum ia sampai di depan pintu kamar untuk membukanya. Santi masih sempat menoleh dan berkata.
" Cla, padahal gue sempet naksir loh sama kak Leon. Tapi, sayang istrinya cantik". Seloroh Santi sambil cekikikan.
" Jangan jadi pelakor loe! ". Teriak Clara menggeleng kan kepala nya.
Sedangkan Santi sudah ngacir keluar kamar. Karena tidak mau membuat Clara semakin kesal padanya.
Ketika Santi sudah pergi keluar kamar. Clara mulai membuka laci nakas di samping ranjangnya. Dan ia mengambil sebuah kotak kecil persegi. Yang di dalam nya ada sebuah pin kecil. Yang biasanya di sematkan pada dasi pria. Clara memperhatikan pin itu dengan lambang huruf AA di bagian dalam nya. Di sana juga ada note kecil bertuliskan
"TUNGGU AKU!! "
" Kenapa aku merasa begitu dekat dengannya saat ini? ". Guman Clara sambil menggenggam pin dan note kecil tersebut di tangannya.
__ADS_1
" Aku akan menunggu mu sampai enam bulan kedepan. Tapi, jika kau masih tidak datang juga. Maaf, aku akan berusaha menerima perjodohan dari Ayah dan Bunda". Guman Clara sendu.
Entah kenapa, Clara merasa jika Arya ada di dekatnya. Tetapi ia juga bingung kenapa tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan nya. Termasuk sang asistennya yang ikut menghilang tanpa jejak seperti itu.