Sexy Lady

Sexy Lady
Ledekan Clara


__ADS_3

Pulang dari rumah sang kakak Clara pun langsung kembali ke Apartemen nya. Namun, karena ia tahu jika Santi pasti belum makan siang. Clara pun memutuskan untuk membeli makan di luar. Sekalian membelinya untuk sang asisten juga.


Clara memutuskan untuk memilih menu makan siang di restoran seafood. Karena kebetulan hari ini ia sedang libur jadi, Menurut Clara tak apalah sekali kali ia makan berat makan makanan yang banyak mengandung kolesterol seperti ini.


Masih dengan penampilan yang sama Clara pun langsung masuk dan memesan beberapa menu yang ia inginkan. Clara juga tidak lupa memesan menu kesukaan Santi asisten nya.


Sambil menunggu semua pesanannya. Clara memutuskan untuk duduk di salah satu kursi dimana, di pojokan juga ada beberapa pengunjung restoran sedang menikmati makan siang nya juga.


Clara hari ini tampak begitu bahagia karena sang kakak sudah mulai bersikap lembut dan kembali seperti dulu lagi padanya. Meskipun tadi Leon masih tetap menyuruh nya untuk fakum dari dunia hiburan.


Namun, karena sang kakak ipar selalu membelanya dan membiarkan dirinya untuk memilih serta menentukan jalan hidupnya sendiri. Membuat Leon hanya bisa diam. Meskipun Clara tahu jika Leon tidak akan menyerah semudah itu.


" Mba, ini semua pesanan nya dan ini bill nya". Seorang pelayan resto menghampiri Clara.

__ADS_1


" Ok terimakasih ya". Clara pun mulai beranjak dari kursinya setelah ia membayar semua pesanannya dengan uang cash.


Ia segera pergi untuk meninggalkan restoran tersebut. Karena Santi terus saja menghubungi nya sejak tadi. Bahkan, Clara sengaja tidak membalas pesan yang dikirim oleh Santi untuknya.


Brakkk...


" Awww... ". Pekik Clara saat ia berada di depan pintu keluar. Karena ia sibuk memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Sampai sampai Clara tidak melihat ada orang di depan nya.


" Sorry". Ucap Clara setelah melihat sosok pria berwajah tampan dengan mata hazelnya. Memakai jas lengkap. Namun, sayangnya terlihat sangat arrogant dan dingin.


"'Tuan, apa anda baik baik saja? ". Tanya sang asisten nya ragu.


" Hem". Jawaban yang selalu singkat kini terdengar kembali di telinga sang asisten nya itu.

__ADS_1


Sang pria pun tanpa sadar menarik sudut bibirnya. Karena ia bisa menebak meskipun Clara memakai penyamaran seperti itu. Namun, dari mata nya pria itu sudah tahu siapa yang berada di balik masker tersebut.


" Ganteng sih, tapi sayang beku banget". Guman Clara mencelos kesal. Meskipun hanya sekali lewat saja melihat wajah pria itu. Tetapi, Clara bisa tahu jika pria tadi sangat arrogant. Sebab, bertemu dengan tampang pria seperti itu bagi Clara bukan hanya sekali dua kali saja.


Sebab, semenjak masuk dunia hiburan. Clara jadi, banyak wawasan juga. Selain bisa menilai semua karakter orang orang. Clara juga sedikit tahu bagaimana semua tokoh memainkan perannya sendiri sendiri. Bukan, hanya di dalam film saja banyak yang berpura pura


Tapi, di dalam kehidupan yang nyata pun sangat banyak yang pandai menyimpan belangnya.


Tanpa Clara ketahui dari dalam restoran sana. Pria yang sempat ia tabrak didepan pintu restoran tadi. Masih saja memperhatikan nya dari arah dalam. Sampai sampai ia mengabaikan gadis cantik yang ada di sampingnya.


" Kak, mau pesan apa? ".


" Terserah kamu saja!!! ". Jawabnya acuh karena matanya masih tertuju pada Clara yang akan masuk medalam mobilnya.

__ADS_1


Suasana restoran dengan nuansa kaca besar mengelilingi nya. Membuat pria itu bisa leluasa melihat keluar. Tanpa diketahui oleh orang yang berada di luar sana. Karena dari arah luar kaca tersebut terlihat gelap.


__ADS_2