Sexy Lady

Sexy Lady
Mulai Tobat


__ADS_3

Ketika rasa bahagia sedang di rasakan oleh pasangan pengantin baru, Clara dan Arya. Di tempat yang berbeda saat ini. Helen tengah berdiri di balkon kamarnya. Sejak ia pulang dari restoran tempo hari. Hidupnya benar benar tak tenang sama sekali. Wanita itu benar benar tak menyangka jika Bianca ternyata masih hidup.


"Kamu kenapa?. Sejak tadi tampak gelisah seperti itu? ". Aryo datang menghampiri istrinya.


Pria itu juga masih beruntung karena ia tidak terlibat dalam aksi pembunuh. Yang di lakukan oleh keluarganya. Karena usianya waktu itu juga tidak jauh beda dengan Arya. Sedangkan Ziva, Gadis itu di tahan lantaran kasus pembunuhan berencana untuk Bianca dan juga pengedar narkotika selama ini.


Aryo juga tidak tahu, Jika adiknya bisa menjadi wanita licik seperti itu. Meskipun mereka lahir dari rahim yang sama. Namun, Selama ini Aryo juga tak terlalu menyokong rencana keluarga besarnya. Karena Aryo juga hanya di jadikan boneka oleh kakek serta Papinya sendiri.


Sekarang mereka juga masih bisa bernafas dengan lega. Lantaran Arya masih memiliki hati nurani untuknya. Dan tetap membiarkan Aryo untuk mengurus perusahaan mendiang orang tuanya.


Arya dan Aryo memang selama ini tidak pernah terlihat akrab satu sama lainnya. Namun, Arya bisa melihat bagaimana kinerja Aryo, Bahkan pria itu juga hanya terpengaruh oleh keluarga nya saja.

__ADS_1


"Bianca masih hidup".


"Hah? ". Aryo tampak terkejut ketika mendengar ucapan istrinya.


" Iya, Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Kalau dia benar benar Bianca yo". Helen masih mengingat dengan jelas saat sahabatnya Nayla menghampiri mantan tunangan nya dulu.


"Apa Arya udah tau masalah ini? ".


Helen pun memilih duduk di kursi yang ada di balkon. Diikuti oleh Aryo suaminya. Kini keduanya saling tatap satu sama lainnya. Setelah kejadian malam itu. Sepertinya Helen kini sudah mulai berubah dan tidak mau membuat ulah lagi. Karena ia juga masih sayang dengan dirinya.


"Makanya mulai sekarang, Jangan coba coba mengusik Arya kembali. Masih untung aku tidak di depaknya dari perusahaan". Kini Aryo yang menasehati istrinya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan keluarga mu yo? ". Tanya Helen menatap serius wajah suaminya.


Helaan nafas berat terdengar begitu jelas. Aryo kini menatap langit di ujung sana. " Biarkan saja keluargaku menerima hukumnya!. Lagian aku juga tidak bisa berbuat apa apa saat ini. Karena memang mereka yang salah". Ujarnya pasrah.


Aryo bukannya tidak perduli dengan nasib keluarga nya. Yang saat ini mendekam di dalam penjara. Bahkan, Kakeknya sendiri yang usianya juga tidak muda lagi. Seharusnya kakek Surya saat ini menikmati masa tuanya dengan baik. Bukan malah mendekam di dalam jeruji besi seperti sekarang ini.


Tetapi apalah daya, Aryo juga tak ingin keluarga nya kembali berbuat onar. Mungkin inilah ganjaran untuk mereka. Yang harus mereka terima juga.


"Bagaimana dengan aku?. Apa Bianca masih ingat dengan semua yang telah aku perbuat padanya dulu? ". Lirih Helen tetap was was. Lantaran ia juga pernah ingin mencelakai Bianca malam itu.


"Kau tidak melakukan apapun Helen. Ingat jika kau terlibat mungkin sekarang kau juga berada satu sel dengan Ziva". Aryo bicara dengan menatap tajam kearah istrinya. ". Kau juga harus meminta maaf dengan Bianca!. Sebelum wanita itu malah mengungkap semuanya!! ". Sambung Aryo lagi.

__ADS_1


__ADS_2