
Ketika Clara dan Arya sedang hangat hangat nya. Dan mulai menuju kebucinannya. Berbeda lagi di kediaman rumah mewah. Milik salah satu seorang dokter ternama saat ini. Keadaan meja makan sedikit canggung . Karena kejadian semalam.
Dimana Bianca masih saja merasa malu. Dengan apa yang telah ia lakukan semalam. Entah kenapa ia begitu agresif nya. Sampai sampai hampir membuat pertahankan Bayu runtuh. Seandainya saja Bayu tak menolak nya. Mungkin saat ini ia juga telah tidak suci lagi.
Bianca terus saja menundukkan kepalanya. Ia sama sekali tak berani untuk menatap wajah Bayu saat ini. Rasa malunya tak kunjung sirna. Karena semalam real adalah kesalahan nya sendiri.
"Kenapa kau begitu aneh pagi ini?. Biasanya juga kau paling cerewet". Bayu mulai membuka obrolan nya. Setelah sekian lama saling duduk dengan diam.
" Tidak usah canggung begitu!. Aku sangat menyukainya. Meskipun yang semalam hanyalah kesalahan dan kekhilafan saja". Sambung Bayu tanpa rasa malu sedikit pun.
Ucapan Bayu malah makin membuat Bianca tertunduk malu. Ia sama sekali tak pernah berniat ingin melakukan hal bodoh seperti semalam. Tapi, Entahlah dia saja tidak tahu. Apa yang sebenarnya terjadi. Setan apa yang merasuki nya semalam. Sehingga ia malah dengan sangat berani menyambar bibir tebal milik Bayu.
"Morning honey".
__ADS_1
Bianca langsung mendongakkan kepalanya. Ketika ia mendengar suara seorang perempuan. Yang tiba tiba saja masuk kedalam ruangan makan. Dan membuat kaget Bayu. Hingga Bayu langsung berdiri dari tempat duduknya.
Seketika tubuh Bianca tak bergeming. Saat ia malah bersitatap dengan sosok wanita paruh baya. Namun, Masih terlihat sangat cantik. Penampilan nya begitu anggun dan berkelas.
"Mami". Bayu langsung menghampiri wanita paruh baya itu. Dan memeluknya sangat erat.
Sedangkan Bianca masih saja bingung. Dan tak bisa membuka mulutnya sama sekali. Namun, kesadaran Bianca langsung terbuka. Ketika wanita paruh baya itu datang menghampiri nya.
"Kamu pasti Bianca kan. Gadis yang sudah mencuri hati putra tunggal saya". Seru wanita paruh baya itu spontan. Sambil mengulas senyum manisnya.
Bianca pun langsung mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dengan sopan. Hal itu justru membuat wanita paruh baya yang bernama Hana itu. Tampak mengulas senyum nya. Ia tak tahu jika wanita yang berhasil membuat putranya mengenal cinta kembali. Adalah sosok seorang wanita yang cantik, Lemah lembut dan juga sopan.
"Kenapa mami datang tiba tiba begini?. Dan kenapa juga tidak memberitahu ku lebih dulu? ". Bayu langsung menyerang maminya dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Sayang, Kau tahu jika putra mami itu sangatlah cerewet sekali bukan?. Tapi kau malah betah tinggal bersamanya selama bertahun-tahun lamanya".
" Mami". Bayu langsung menatap tajam kearah maminya.
"Lihatlah dia adalah tipe pria pemarah juga". Timpal Mami Hana sambil menatap kearah Bianca.
Sedangkan Bianca hanya bisa terkekeh kecil sambil mengulas senyuman nya. Ia tak pernah tahu, Jika Bayu memiliki seorang mami. Yang sangat ramah dan baik hati begini. Bahkan, Wanita paruh baya yang bernama Hana itu. Langsung menyambut nya dengan sebuah senyuman. Padahal, Bianca bisa menebak jika Hana adalah wanita berkelas dan juga kaya raya.
Semua barang yang ia pakai saat ini. Bianca bisa menebaknya bukanlah pakaian murah. Karena dari brand terkenal.
"Oh, Ya nanti malam mami ada undangan pesta kecil. Dari teman mami kuliah dulu. Dan kebetulan putri bungsu nya baru saja menikah. Jadi mami akan datang nanti malam kerumah nya". Hana mulai menjelaskan.
" Jadi, Mami jauh jauh ke Indonesia hanya untuk menghadiri sebuah pesta teman mami saja? ". Bayu langsung menggeleng kan kepalanya tak habis pikir.
__ADS_1
" Justru karena itu. Mami juga mau ajak Bianca kesana. Karena mami juga mau pamer, Jika calon mantu mami tak kalah cantiknya dari teman teman mami". Ujar Hana begitu bangganya.
TBC