
Satu Minggu telah berlalu, Kini Clara pun sudah mulai tak aktif lagi di dunia hiburan. Lantaran suaminya telah melarang keras istrinya untuk mengambil job yang baru. Dan Clara juga tinggal menyelesaikan beberapa sisa kontrak kerjanya yang dulu saja.
Berita kehamilannya juga telah menyebar luas hanya dengan waktu satu mamma saja. Tentunya itu adalah kabar yang membuat kedua orang tuanya semakin merasakan kebahagiaan nya. Dimana mereka juga akan menambah cucu lagi. Setelah kedua cucunya dari putra pertamanya.
Hari ini Arya memang sengaja menemani istrinya di apartemen saja. Karena semenjak hamil, Clara selalu merepotkan orang banyak. Termasuk kakak nya sendiri tentu nya. Wanita itu kini pun lebih sering ngemil. Bahkan, Ia tidak mengalami morning sickness sama sekali. Karena yang mengalami hal seperti itu adalah suaminya.
Tetapi, Beruntung nya Arya hanya waktu pagi hari saja. Dan mencium aroma aroma yang menyengat. Arya juga akhir akhir ini. Mempunyai hobby baru yaitu tidak bisa makan kalau tidak pedas. Padahal, Sejauh yang Clara tahu, Begitu juga dengan asistennya ketahui. Jika Arya selama ini kurang menyukai makanan pedas.
Bumil itu saat ini sedang asyik di depan televisi. Tentunya sambil ngemil, Sedangkan suaminya masih berada di dalam ruang kerjanya. Karena banyaknya berkas berkas penting yang harus segera ia tandatangani.
Ting... Tong...
Clara menggerakkan kepalanya, Untuk melihat suamimya yang masih berada di dalam ruangan kerjanya. Karena kebetulan ruang kerja Arya berhadapan dengan ruang keluarga tempat Clara menonton televisi saat ini.
__ADS_1
"Sayang, Apa kau sedang menunggu seseorang?". Tanya Clara sedikit berteriak karena jarak keduanya sedikit jauh.
" Tidak". Jawab Arya sambil meletakkan kaca matanya. Dan ikut menatap kearah istrinya di luar sana.
"Lalu siapa yang datang siang siang begini?". Tanya Clara kembali. Karena jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua siang. Mereka juga telah makan siang bersama tadi. Sebelum Arya kembali masuk kedalam ruangan kerjanya.
Arya memang sengaja tidak mengunci pintu ruangan tersebut. Karena permintaan istrinya sendiri. Kini Arya pun hanya mengangkat bahunya saja. Sebab, Ia juga tidak tahu siapa yang datang bertamu ke Apartemen mereka.
"Coba lihat dulu sayang!!. Siapa tahu tukang paket. Bukankah kamu akhir akhir ini sering belanja online?". Seru Arya masih fokus dengan berkas di meja kerjanya.
Dengan langkah gontainya, Clara mulai menuju ruang tamu. Dress yang sedikit ketat tanpa lengan, Yang ia padukan dengan cardigan panjang. Menutup tubuh seksinya saat ini.
"Siapa wanita itu? ". Guman Clara karena ia telah melihat dari layar monitor di samping pintu Apartemen nya.
__ADS_1
" Sayang, Sejak kapan ada tukang paket seorang wanita cantik? ". Teriak Clara bertanya pada suaminya.
Arya yang mendengar teriakan istrinya. Kini malah mengulum senyum nya saja. Karena ia juga pernah melihat kurir dan ojol juga seorang wanita. Jadi, Arya pikir itu hal yang tak tabu lagi. Apalagi mereka tinggal di kota besar seperti ini.
Ceklek...
Clara pun langsung membukakan pintu Apartemen nya. Hingga kini kedua wanita cantik beda usia itu. Saling tatap satu sama lainya. Hingga sejenak, Suasana menjadi sunyi dan hening.
"Maaf, Mbak mau cari siapa ya? ". Tanya Clara sopan karena ia juga tak melihat barang apapun di tangan wanita itu. Jika ia adalah seorang kurir pengantar barang.
"Sayang, Siapa yang dat...
Ucapan Arya menggantung, Ketika ia melihat sosok wanita cantik. Yang dulu pernah menjadi pemilik hatinya. Dan juga sempat akan menikah, Sebelum kecelakaan dan kesalahpahaman itu terjadi.
__ADS_1
" Bianca".
TBC