Sexy Lady

Sexy Lady
Perihal Dress


__ADS_3

Wanita itu terbelalak saat melihat wajah CEO perusahaan Wijaya. Yang kerap kali muncul di layar televisi dan Majalah bisnis. Dan tentu saja ia tahu karena perusahaan keluarga nya juga menjalani kerjasama dengan perusahaan mereka.


Hani yang melihat suaminya sedang memasang badan untuknya. Dan tidak tahu sejak kapan Leon ada disana. Sehingga saat wanita yang bernama Ziva itu ingin menampar Hani. Leon lebih dulu menahan tangan Ziva yang belum sempat sampai ke wajah istrinya.


" Istri? _. Guman Ziva mulai bingung.


" Dia istri anda tuan Leon? ". Tanya Ziva memastikan.


" Anda telah salah berurusan dengan orang nona Zivanya". Geram Leon yang masih memakai seragam dinasnya lengkap.


" Maaf tuan Leon, Saya tidak tahu kalau Nyoba ini istri seorang perusahaan besar. Saya...


" Tidak usah basa basi lagi nona Zivanya!. Sekarang silahkan ganti rugi pakaian istri saya!! ". Potong Leon cepat. Membuat Hani ingin sekali tertawa terbahak bahak saat ini. Akan sikap suaminya yang sangat klop dengannya.


Apalagi Clara yang ikut menahan tawanya juga bersama Santi dari balik etalase. Mereka berdua sedang menikmati wajah Ziva yang pias karena malu dan juga kaget secara bersamaan.


" Baiklah , Nyonya berapa harga dress yang anda pakai?. Saya akan transfer saja uang ganti ruginya. Karena mungkin bahan dress ini sangat sulit untuk dibersihkan dari noda coklatnya".


" Cih, sangat menjijikkan ". Lirih Clara saat mendengar nada bicara Ziva yang sudah berubah lembut jauh dari cara bicara sebelum nya. Sebelum kakaknya datang.


" Ini harganya li...

__ADS_1


" Lima puluh juta harganya. Karena ini adalah desain khusus yang dibuat oleh desainer Jeny untuk istri saya. Dan berhubung sudah dipakai jadi saya akan turunkan harganya. Anda bisa membayar separuhnya saja!! ".


Hani menelan salivanya sangat susah saat mendengar nominal yang suaminya sebutkan. Bagaimana bisa Leon asal sebut begitu. Namun, Ziva juga langsung percaya saja dan langsung meminta nomor rekening.


Bahkan saat memberikan nomor rekeningnya. Leon juga yang turun tangan. Hani masih saja terkejut dan tak bisa berkat apa apa saat melihat transferan uang sejumlah 25 juta masuk ke rekening bank pribadinya, hanya dengan hitungan detik saja.


" Sekali lagi saya minta maaf Nyonya!!. Saya tidak tahu kalau saya...


" Sudahlah!. Lupakan saja!. Lain kali anda juga harus bisa menghargai orang lain meskipun mereka bukan orang terpandang sekalipun! ". Hani langsung menarik tangan suaminya untuk segera keluar dari dalam butik.


Meninggalkan Ziva dan kedua temannya yang masih tak bergeming dari tempatnya berdiri.


" Aarrrgghh... Sial. Jangan sampai mereka memutuskan kerjasama nya dengan perusahaan keluarga ku! ". Seru Ziva mulai panik sendiri.


Sedangkan di luar butik tepatnya sudah sedikit jauh dari butik yang Hani dan Clara masuki tadi. Hani dan juga Clara sedang tertawa terbahak bahak. Menertawakan Ziva seperti mati kutu saat melihat Leon datang.


" Hahahhaa... Mbak lihat ekspresi mukanya tadi kan?.


" Iya sangat memuakkan ". Jawab Hani sambil terus memegangi perutnya.


Santi pun tak kalah heboh dari kedua wanita cantik itu. Meskipun ia masih menjaga image nya di depan kakak nya Clara. Sebab, ia tahu posisi nya saat ini sebagai asisten pribadinya Clara.

__ADS_1


" Sudah puas tertawa nya? ". Leon mulai menatap adik dan juga istri nya. Yang ternyata malah sudah punya rencana untuk mengerjai Ziva.


" Puas lah. Puas banget malah". Jawab Hani dengan pongahnya.


" Lain kali jangan begitu lagi !!. Ingat kamu itu sedang hamil loh yang! ". Leon menasehati istrinya dan Hani malah semakin tertawa saja membuat semua orang jadi bingung. Termasuk Jeje putrinya.


" Bukanlah kamu sendiri yang keterlaluan yang? ". Ucap Hani sambil masih memegangi perutnya menahan tawanya sendiri. Leon bahkan menautkan kedua alisnya bingung. Begitu juga Clara dan Santi.


" Kenapa kak Leon mbak? _. Tanya Clara penasaran.


" Yailah , Kakak kamu itu asbun saja Cla. Masa dres mbak dibilang desainnya dari kak Jeny sih. Padahal ini kan mbak belinya di pasar loak doang dengan harga lima puluh ribu".


" What??? ".


Hani tak bisa lagi menahan diri untuk tidak tertawa lepas saat ini. Membuat Leon ambigu dan merasa ikut di kerjai oleh istrinya sendiri.


" Dari beli lima puluh ribu bisa untung dua puluh lima juta. Wah, mimpi apa aku semalam ya. Dapat rezeki nomplok begini". Seloroh Hani cekikan


" Tapi kenapa warna dan modelnya bisa sama yang, Dengan dress yang di kasih sama kak Jeny ? ".


" Sekilas emang mirip yang, tapi lihat ini!!. Udah sedikit robek kan ". Hani kembali terbahak bahak membuat Clara tak bisa lagi berkata kata saat ini. Begitu juga dengan Leon yang hanya menarik nafasnya dalam dalam. Karena ia juga tidak bisa membedakan pakaian istrinya yang mana asli mana KW.

__ADS_1


TBC


__ADS_2