
Seorang gadis cantik mulai menggeliat, Matanya mulai ikut mengerjap. Ketika cahaya sinar mentari pagi mulai masuk lewat tirai jendela nya. Mengusik tidur Clara, Gadis itu merubah posisi tidurnya. Karena entah siapa yang membuka jendela kamarnya. Sehingga cahaya mentari pagi menerpa wajah cantiknya.
"'Hoaammmm.... ". Clara kembali menggeliat. Dan tampak enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.
Samar Samar terdengar suara perdebatan kecil di luar kamarnya. Membuat Clara mulai membuka matanya lebar lebar. Ia sangat mengenal suara itu. Karena suara Santi dan seorang pria seperti sedang adu mulut di luar kamarnya.
" Piyama tidur dengan tali satu ruas jari yang sedikit tipis, Bewarna dusty melekat indah di tubuh seksinya. Bahkan, Gadis itu dengan cerobohnya keluar begitu saja dari dalam kamarnya. Merapikan rambutnya dan mencepolnya asal. Bahkan, ia menggunakan pulpen untuk jadi konde rambutnya panjang nya.
Ruangan tampak sedikitpun sunyi. Namun, dari arah dapur suara Santi jelas terdengar di telinganya. Clara pun mulai penasaran. Apa yang Santi ributkan disana, Dan Clara pun tahu pemilik suara pria itu adalah Arya.
" Udah deh, mendingan tu...
" Ada apa ini??? ". Santi langsung bungkam dan tak melanjutkan lagi kata katanya. Saat Clara berada tepat di belakang tubuhnya.
Arya masih bersikap santai dan datar seperti biasanya. Bahkan, Pria itu sambil memegangan spatula di tangannya. Dan malah kembali fokus dengan nasi goreng yang ia buat sejak tadi.
" Clara... Loe udah bangun? ". Santi tersenyum kikuk. Dan malah mengalihkan pembahasan.
__ADS_1
" Wah, harum banget. Apa aku boleh coba? ". Clara pun lupa tentang perdebatan asistennya dengan Arya barusan. Ketika ia mencium wangi bau nasi goreng seafood yang Arya buat pagi ini.
Arya pun mengambil satu sendok nasi goreng , Yang masih panas. Lalu sesekali meniup niupnya agar Clara tidak kepanasan. Hal itu justru di perhatikan oleh Santi. Hingga Sang asisten itu hanya bisa menarik nafasnya saja.
Entah apa yang Santi debatkan tadi dengan Arya. Sehingga kali ini Santi hanya diam tanpa protes. Ataupun meledek Clara ketika melihat Clara dan Arya layaknya seperti sepasang kekasih pada umumnya.
" Emm... Yummy ". Seru Clara dengan bangganya. Memuji masakan Arya, Yang selalu saja enak di lidahnya.
" Kau suka? ". Tanya Arya sambil mengulas senyum tipisnya. Clara pun langsung menganggukkan kepalanya saja. Dan tiba tiba...
Satu kecupan singkat mendarat dibibir Arya. Dan Clara langsung kikuk saat ia baru sadar. Jika masih ada Santi di tengah tengah mereka berdua pagi ini. Sedangkan Santi, Hanya bisa melongo tak percaya akan aksi konyol Clara barusan.
" Uppss... Santi aku...
" Udah udah, Gue gak terima penjelasan apapun deh. Capek gue". Santi pun memilih pergi dari hadapan Sang model dengan kekasihnya itu.
Kini Clara hanya bisa diam dan tak menghentikan Santi. Dang asisten yang jelas sudah mengetahui hubungan tersembunyi nya dengan Arya. Sopir sekaligus bodyguard nya juga. Selama beberapa bulan ini, Selalu berada di sampingnya dan juga membantu nya di Apartemen.
__ADS_1
Clara membalik tubuhnya, Kini ia menatap Arya dengan perasaan bersalahnya. " Sorry". Lirih Clara pelan.
Arya malah mendekatkan tubuhnya. Dan menarik pinggang Clara, Hingga mereka tanpa jarak. Keduanya saling tatap satu sama lainnya. Clara selalu saja terpana, Saat ia menatap dengan jarak sedekat ini dengan Arya. Tanpa aba aba lagi, Arya malah langsung menyambar bibir Clara. Menyesapnya pelan, dan menyapunya dengan benda tak bertulang miliknya. Hingga Clara pun mulai ikut terbuai akan gerakan lidah Arya.
" Hentikan Arya!!! ". Clara mendorong pelan dada bidang Arya. Setelah ia sadar akan sesuatu.
Arya hanya mengangkat alisnya saja. Karena tiba tiba Clara malah menyudahi ciuman pagi nya begitu saja.
" Aku belum gosok gigi, Masih bau jigong". Lirih Clara malu malu.
Grepppp...
Lagi lagi Arya malah semakin megeratkan pelukan pinggangnya. " Tak masalah". Tutur Arya santai dan kembali ******* bibir Clara. Namun, Kali ini pagutan bibir itu malah semakin dalam dan menuntut.
" Astaga gusti nu agung". Pekik Santi saat ia akan mengambil ponselnya yang tertinggal di meja bar. Malah melihat sepasang kekasih itu sedang asyik sesap menyesap satu sama lainnya.
Clara pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Arya masih sempat menyeka sisa salivanya , Dibibir Clara dengan ibu jarinya.
__ADS_1