Sexy Lady

Sexy Lady
Menghabiskan Malam


__ADS_3

Kesakitan dan rasa nyeri. Yang awalnya di rasakan oleh Clara. Kini telah berubah menjadi rasa yang tak biasa. Dimana hanya ada peluh dan keringat saja. Yang membasahi tubuh keduanya.


Menara Eiffel dan juga indahnya kota Paris di luar sana. Seakan ikut menjadi saksi bisu. Dimana sepasang suami-istri telah melebur menjadi satu. Hingga seakan tak mau untuk berhenti.


Arya langsung kalab tingkat kaisar. Ketika ia semakin lama. Semakin menikmati nikmatnya dunia perkasuran saat ini. Clara pun hanya bisa melenguh dan meracau ketika, Pacuan tubuh suaminya semakin lama semakin menggila saja.


"Akh".


" Menjeritlah sayang!. Sampai kau lelah". Lirih Arya dengan suara beratnya.


Dan benar saja, Ketika saat ini mereka telah merubah posisi nya. Dengan Clara yang tengah mencoba menguasai permainan. Ia duduk sambil terus menggoyang diatas tubuh suaminya.


Entah sudah berapa kali ia melakukan pelepasan. Namun, Arya tetap saja semangat dan belum ada tanda tanda untuk selesai. Kedua tangan Arya, Tak mau diam saja. Saat delima kembar milik Clara. Ikut menganggur dengan bergerak menggantung. Karena gerakan tubuh istrinya sendiri.


Malam yang panjang ini. Mereka lalui bersama dengan peluh dan keringat kenikmatan. Sampai keduanya benar benar puas dan terpuaskan. Meskipun ini first time untuk keduanya. Tetapi, Arya bukanlah orang bodoh dan awam akan hal demikian.


Clara pun menggelepar di sisi ranjang. Setelah mereka telah usai dan sama sama puas. Hingga waktu pun telah menunjukkan pukul setengah lima subuh. Mata Clara pun tak bisa dibohongi lagi. Ia langsung memejamkan matanya saja. Tanpa perduli bekas percintaan nya masih melekat di sekujur tubuhnya. Bahkan sisa cairan kenikmatan suaminya telah menyatu dalam tubuhnya.

__ADS_1


Arya tersenyum dan mengecup kening serta bibir istrinya secara bergantian. "Terimakasih sayang, Karena kau telah menjaga nya dengan baik! ". Lirih Arya salut dengan diri istrinya.


Karena Clara ternyata masih suci dan belum ternodai. Meskipun, Ia adalah seorang model kelas atas . Yang sama sekali tidak pernah memilih job pekerjaannya. Bahkan, Clara juga pernah menjadi seorang model majalah dewasa.


Arya menarik selimut dan menutupi tubuh polos istrinya. Setelah itu, Ia pun segera bangkit dari ranjang nya. Memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi. Membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sebelum Arya ikut menyusul istrinya masuk kealam mimpinya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sinar mentari pagi telah masuk melewati cela jendela kamar. Gorden yang tertiup angin dari arah luar. Karena jendela kamar tersebut tidak terkunci dengan rapat. Namun, Sama sekali tak mengusik tidur sepasang suami istri itu.


Arya terpaksa membuka matanya. Ketika kaki istrinya malah bertengger di perutnya. Clara memang sangat rusuh kalau sedang tidur. Mungkin karena semalam ia begitu lelah. Jadi, Tidurnya cukup anteng. Tetapi tidak untuk pagi ini.


Dengan jahilnya Arya malah mengarahkan jarinya kebawah sana. Dan kembali menyentuh kue balok lumer istrinya. Clara yang merasakan geli serta sedikit masih perih. Kini mulai mengerjapkan matanya.


"Akh... ".


Lagi lagi Clara malah men*esah karena salah satu jari suaminya telah masuk kedalam sana. Kepalanya menggeleng, Namun sayangnya tubuh Clara malah menginginkan lebih lagi.

__ADS_1


" Apa masih sakit? ". Tanya Arya pelan.


" Sakit tapi geli juga". Jawab Clara jujur.


Arya melepaskan jarinya. Dan tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya. Dikecupnya bibir itu cukup lama. Membuat Clara terpejam sesaat.


"I love you Nyonya Arya".


" Ah, Akhirnya pria dingin seperti mu, Bisa juga mengucapkan kata cinta". Moment yang seharusnya romantis, Malah ambyar karena kekonyolan Clara. Membuat Arya langsung menindih tubuh istrinya kembali. Karena Clara tak henti hentinya tertawa sendiri.


"Eh, mau ngapain? ".


" Tentu saja membuat hamil dengan segera".


"Hah".


TBC

__ADS_1


__ADS_2