
Ketika Clara sedang pusing memikirkan cara untuk kabur dari Arya. Karena saat ini ia malah dibawa ke Apartemen nya. Hingga Clara kesulitan untuk keluar dari sana.
Sedangkan di sebuah rumah mewah tampak seorang pria sedang mondar mondir sibuk menelpon. Namun, sayangnya yang di telpon tak kunjung mengangkat ponselnya.
Hingga pria itu selalu mengupat kesal. Sampai sampai ia tidak menghiraukan istrinya yang sejak tadi ikut pusing melihat suaminya mondar mandir seperti setrikaan listrik saja.
Kesal karena tak kunjung di lirik oleh suaminya. Yang mana suaminya sedang kesal dan emosi. Wanita hamil itu langsung beranjak dari sofa tempat duduknya. Dan berniat meninggalkan suaminya sendiri. Di dalam kamar mereka. Ia juga berniat untuk tidur di kamar putrinya.
" Sayang, mau kemana?? ". Tanya nya saat baru sadar ketika istrinya ingin pergi keluar kamar.
" Aku mau tidur sama Jeje saja, Mas kan lagi sibuk emosi sampai sampai istrinya di anggurin". Ketus bumil itu menatap kesal kearah suaminya.
" Sayang, hei... Kenapa ngambek?. Kembalilah!! ". Ia melambaikan tangannya dan langsung menaruh ponselnya di atas meja sofa.
Lalu ia pun menghampiri istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamar mereka. Dengan bibir yang mengerucut bisa di kuncir kuda.
__ADS_1
" Jangan sering sering ngambek dong!!. Nanti masa si boy cengeng kek Mamanya". Ledek nya pada sang istri.
" Habisnya mas nyebelin banget sih. Clara itu udah dewasa mas. Dia tahu mana yang terbaik untuk dirinya. Jangan terlalu keras padanya. Clara juga berhak bahagia ".
Sepasang suami istri itu adalah Leon dan Hani. Dimana, Leon yang tampak sangat emosi sejak tadi. Ketika melihat tayangan langsung tentang adik nya. Yang malah mulai kembali mempermalukan dirinya kembali di depan publik.
Sebagai seorang kakak, Leon tentu saja tidak terima dan sangat marah karena ia gagal menjaga adiknya sendiri. Bahkan, kedua orang tuanya pun saat ini sudah sangat emosi sama dengan dirinya. Dan yang pertama sekali di salahkan itu adalah dirinya.
Sebab, Clara adiknya dan tinggal satu kota dengannya. Bahkan, ia juga seorang perwira kepolisian. Mau di taruh dimana wajahnya. Kalau kelakuan adiknya seperti itu terus. Sedangkan, Clara masih saja seenak jidadnya sendiri.
Namun, jika ia tidak menemui Clara sekarang, mungkin gadis itu akan semakin lepas kendali. Tetapi, Leon juga tidak bisa meninggal kan istrinya begitu saja. Apalagi, Hani juga sedang hamil saat ini. Perasaannya sangat sensitif sekali. Sedikit sedikit ngambek dan nangis.
" Sayang, Aku hanya ingin memastikan saja. Apa yang di katakan nya tadi benar atau tidak? ". Jawab Leon berusaha meyakinkan istrinya.
" Mas, tidak percaya sama aku lagi? ". Tanya Hani mulai salah sangka kembali.
__ADS_1
" No, bukan begitu sayangku. Tapi, Clara kan adik aku satu satunya. Mas tidak mau kalau dia mengikuti jejak kita dulu yang hamil di luar nikah".
" Hiks... Hikss... Hiksss... ". Hani malah langsung mewek dan menangis tersedu sedu. " Mas ngomongin aku lagi, Jadi, kamu nyesel udah nikah sama aku mas?. Kamu jahat mas jahat... Hiks... hikss... ".
Hani terus memukul mukul dada bidang suaminya. Seolah ia kecewa berat akan penuturan suaminya barusan. Padahal sedikit saja Leon tidak ada maksud begitu padanya.
" Astaga, sayang... Bukan begitu maksud ku tadi". Leon mengusap wajahnya kasar. Dan berusaha menenangkan istrinya. Memeluknya dengan dekapan erat. Agar Hani tidak menangis lagi.
" Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu kita!! ".
" Kamu jahat mas... Jahat... Hiks hikss hikss... ". Lirih Hani sambil mengulum senyumnya. Dalam dekapan dada bidang suaminya.
Hani akan melakukan apapun untuk mencegah suaminya keluar dari rumah. Dan memarahi adik ipar itu. Karena, Sebelum Clara melakukan hal konyol itu. Semua saran itu adalah darinya. Bisa bahaya batin Hani jika sampai suaminya tahu. Siapa yang membuat ide memalukan seperti itu. Padahal, Hani hanya bercanda namun adik iparnya malah benar benar melakukan nya.
" Maafkan aku mas!! ". Batin Hani sambil pura pura menangis bombay.
__ADS_1