
"Kita mau makan siang dimana sayang? ". Arya menggandeng tangan istrinya. Baru masuk kedalam lift bersama dan di ikuti oleh Dewa.
Pria itu selalu menempel pada Arya sejak dulu. Dan Clara pun kadang merasa cemburu pada Dewa. Dimana posisi Dewa selalu dekat dengan suaminya. Sedangkan dirinya pun tidak begitu. Hormon kehamilan kadang memang membuat seorang wanita. Berbeda jauh dari sifat Aslinya sendiri.
"Aku mau liwetan. Seperti nya enak makan sambel yang rasanya pedas ". Clara pun sampai meneguk air liur nya sendiri.
"Dewa".
" Iya tuan".
"Cari restoran yang menyediakan menu itu tadi sekarang!. Dan cari tempatnya yang higenis juga!! ".
"Baik tu...
"Tidak... Tidak... Aku sudah nemuin tempatnya sayang. Jadi, Tidak usah cari tempat lain lagi! ". Potong Clara sambil tersenyum.
Karena saat ini Clara juga tak memakai maskernya lagi. Dan ia juga selalu memakai masker saat ia sedang berada di luar atau tempat terbuka saja. Jika sedang bersama suaminya, Clara malah lebih suka terbuka. Jangankan untuk memakai masker. Wanita itu malah tak memakai baju sama sekali.
__ADS_1
Ting...
Pintu lift pun terbuka, Bersamaan dengan anggukan kepala dari Arya. Karena pria itu juga mau cari aman. Untuk menghadapi bumil seperti Clara. Memang harus penuh kesabaran extra.
Senyum Clara pun mengembang sempurna. Kala suaminya selalu saja menuruti permintaannya selama ini. Dan ketika mereka bertiga telah keluar lift. Clara malah kembali melihat Santi. Yang akan masuk lewat lift juga. Namun, Lift yang berbeda dengan yang ia masuki tadi. Karena Santi memasuki lift khusus karyawan saja. Sedangkan Clara dan Arya serta asisten Dewa. Mereka memang ada lift khusus CEO di perusahaan ini.
"Santi". Teriak Clara dengan senyum dibibirnya.
" Clara... ". Santi pun langsung mengurung kan niatnya untuk masuk kedalam lift. Gadis itu malah menghampiri Clara.
Keduanya memang sudah lama tidak bertemu. Apalagi semenjak Clara dinyatakan hamil. Wanita itu jadi jarang keluar Apartemen sembarangan. Sedangkan Santi juga selalu di sibukkan dengan semua pekerjaan nya. Sebab, Sekarang ia bekerja untuk perusahaan suami Clara. Bukan lagi sebagai asisten seorang model terkenal seperti Clara. Yang dulu bisa sedikit santai kala sang model sedang tidak ada aktivitas di luar.
"Gue juga kangen tau". Santi pun sedikit melonggarkan pelukannya pada Clara.
" Kok perut loe belum kembung juga sih?. Katanya lagi hamil". Seloroh Santi sambil terkekeh.
Namun, Santi langsung membungkam mulutnya sendiri.Karena ia juga baru sadar jika ada dua pria dingin dan kaku. Yang saat ini sedang memperhatikan mereka dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
"Hahaha, Loe pikir perut gue balon apa ya?. Kudu di embus dulu baru kembung". Jawab Clara yang langsung tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Santi, Kini hanya tersenyum kikuk. Ia sudah tak bisa ngekek lagi, Seperti tadi saat ini. Karena tatapan dua pria dingin itu sangat membuat Santi sedikit merinding. Dan Santi malah tak habis pikir. Kenapa Clara bisa betah dan bucin akut dengan pimpinan perusahaan nya itu.
"Sayang ayo!! ". Arya mulai kembali mengingatkan istrinya. Jika mereka akan pergi makan siang saat ini.
Clara pun menoleh pada suaminya. Lalu senyumnya mulai terlihat manis. Membuat Arya merasa curiga akan sikap istrinya. Jika Clara sudah memasang wajah menggemaskan nya seperti sekarang ini.
"Bau bau masalah ini". Batin Dewa sambil terus menatap Santi dengan tatapan datarnya
" Santi boleh ikut kita makan siang juga kan sayang? ". Rengek Clara pada suaminya.
" Tidak... Tidak... Clara gue udah makan kok. Suer". Potong Santi yang sangat tidak mau berada di tengah tengah para pria dingin dan datar itu. Apalagi harus berada satu meja makan bersama Dewa. Itu bukanlah impian Santi sekarang.
"Kau berani menolak nya Santi? ".Ucap Arya tegas. Mana mungkin Arya menolak permintaan istrinya. Apalagi saat ia ingat kata kata Hani kakak iparnya. Jika ngidamnya orang hamil tidak dituruti. Maka nanti anaknya bisa ileran terus sampe gede.
Dasar kakak ipar Clara itu. Memang benar benar sangat konyol sekali. Ia selalu saja ada cara untuk membodohi pria cerdas seperti Arya. Dengan mengambing hitamkan adik iparnya sendiri. Yang memang sedang hamil juga.
__ADS_1
Helaan nafas berat Santi. Menandakan dirinya tak akan bisa lagi berani menolaknya. Dan hal itu malah membuat Clara senang bukan main lagi.