Sexy Lady

Sexy Lady
Rencana


__ADS_3

Puas membahas masalah perusahaan. Kini sang kakek pun kembali mengungkit. Masalah perjodohan Arya dengan Ziva kembali. Sepertinya Surya benar benar ingin membuat Arya , Berada di dalam genggaman nya sendiri.


" Apa kau masih berhubungan dengan model itu? ". Tanya Surya sedikit emosi. Arya sadar, Jika kakeknya pasti sudah mencari tahu. Siapa Clara sebenarnya.


Arya juga yakin, Jika Surya telah menyadari kejadian beberapa tahun yang lalu. Bahkan, Arya juga mulai sadar jika selama ini. Sang kakek telah menyuruh anak buahnya untuk berusaha menyelakai Clara. Namun, Beruntung nya ia sudah bisa membaca gerak gerik Surya.


Beruntung nya juga keluarga Clara sekarang jauh lebih jelih. Apalagi kakak Clara adalah seorang perwira polisi. Dan hal itu membuat Clara selalu di lindungi dari jauh jauh.


" Sudah lah kek!. Aku dan dia tidak pernah ada hubungan apapun. Jadi, Tolong jangan bahas dia lagi!! ". Jawab Arya tanpa keraguan sedikit pun. Meskipun hatinya sedikit tidak sanggup untuk mengatakan kalimat itu.


Senyum Surya dan Burham langsung terbit. Ayah dan anak itu pun mulai saling lirik. Lalu Surya pun kembali menatap kearah Arya. Dimana Arya sedang asyik memainkan ponselnya. Entah, apa yang tengah pria itu lakukan. Yang jelas saat ini hatinya sedikit tenang. Karena seseorang yang kini penting baginya. Sedang berada di rumah kedua orang tuanya.


"Bagaimana kalau kau dan Ziva kembali bertunangan kembali Arya? ".

__ADS_1


Surya mulai membujuk Arya lagi. Membuat pria tampan berwajah datar itu pun. Langsung mematikan ponselnya. Memasukkan kembali benda pipih itu kedalam saku celana panjang nya.


" Kenapa mesti tunangan ?". Tanya Arya dengan wajah serius nya. Hal itu justru membuat Burhan dan Surya saling lirik dalam diam.


" Kakek pikir itu akan jauh lebih baik untuk kalian berdua Arya. Lagian, Ziva juga kakek lihat sangat mencintai kamu. Dan kau juga sudah sangat mengenal Ziva. Kalian juga tidak sedarah. Karena Ayahmu adalah sepupu kakek juga". Kakek Surya mulai menjelaskan dengan harapan. Arya bisa menerima perjodohan ini kembali.


" Jelas tidak sedarah. Karena ulah kau keluarga binasa. Dan tunggu saja saat itu tiba!!. Aku akan membuat hidup kalian bagai di neraka". Batin Arya penuh amarahnya.


" Aku tidak mau melanjutkan pertunangan ini". Tegas Arya tanpa ragu.


" Arya ingin langsung menikah saja".


Baik Surya maupun Burhan . Keduanya tampak begitu terkejut, Mendengar penuturan Arya barusan. Mereka pun langsung saling tatap dengan raut wajah penuh kepuasan.

__ADS_1


" Berarti kamu setuju, Untuk menikah dengan Ziva? ". Ulang Burhan meyakinkan dirinya. Anggukan kepala Arya pun membuat Surya tersenyum puas.


" Aku ingin pesta pernikahan yang meriah!. Dan kakek boleh mengundang siapapun!!. Arya juga ingin pernikahan kami di adakan secepatnya!. Karena Arya juga sudah tidak mau menunggu lebih lama lagi". Pria tampan itu langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Kakek tidak main main Arya". Surya kembali bersuara saat Arya akan membuka handle pintu.


Tanpa ingin menoleh dan menatap , Wajah wajah pria menjijikkan itu. Arya pun kembali menjawab. ". Arya juga tidak pernah ingin main main kakek. Dan Arya mau pesta pernikahan ini di adakan dua minggu dari sekarang!!! ".


Meskipun sedikit ragu. Surya akhirnya menyetujui permintaan Arya. Sedangkan Burhan sudah tertawa puas. Ketika Arya telah keluar dari ruangan kerja Ayahnya itu.


" Akhirnya, Apa yang kita tunggu tunggu akan tercapai juga Pa. Dan setelah ini, Maka aku sendiri yang akan menghabisi nya". Lirih Burham sedikit berbisik pada Papanya.


" Suruh anak buahmu untuk tetap awasi dia!!. Sampai hari pernikahan itu tiba dan ia telah menandatangani surat yang sudah kita Siapkan. Sebagai pemindahan semua asset yang keluarga nya miliki!!".

__ADS_1


" Beres Pa".


__ADS_2