
Keesokan harinya, Clara bangun sedikit terlambat karena aksi panasnya tadi malam bersama suaminya. Yang ternyata benar-benar menguras tenaganya. Bumil itu mulai mengerjapkan matanya. Bahkan, Ia juga masih tak memakai sehelai benang pun saat ini. Hanya selimut tebal itu saja yang membungkus tubuh polosnya.
Wanita itu menoleh kesamping kanannya. Dimana semalam suaminya tidur disana. Dengan memeluk erat pinggangnya. Yang mana perut Clara juga belum begitu terlihat. Karena usia kandungan nya juga masih trimester awal.
Namun, Clara tak menemukan suaminya lagi di samping nya saat ini. Tetapi, Indera pendengarnya menyaring suara gemericik air shower dari dalam kamar mandinya. Senyum bumil itu mengembang sempurna. Membuatnya segera bangkit dari tempat tidurnya.
Clara dengan santainya malah berjalan dalam keadaan polos seperti itu. Karena bumil itu ingin menyusul suaminya. Yang kemungkinan sedang mandi di dalam sana. Senyumnya semakin lebar, Ketika pintu kamar mandi ternyata tak dikunci sama sekali.
"Say....
" Awww...".
"Astaghfirullah, gusti mulus banget eh... ".
__ADS_1
"Mbak Hani ".
Clara pun langsung menarik handuk yang ada di samping pintu. Lalu membalut tubuhnya dengan handuk tersebut. Karena yang berada di dalam kamar mandi. Ternyata kakak iparnya. Bukan suaminya yang menurut pemikiran nya tadi.
"Aunty kamu itu ceroboh sekali. Untung mbak masih doyan laki. Kalo gak udah mbak embat juga kamu tadi". Seloroh Hani yang langsung keluar dari dalam kamar mandi adik iparnya itu.
" Lagian mbak Hani sih pake masuk kamar Clara segala. Dan kenapa juga bisa masuk sih? ". Clara malah duduk di sisi ranjang sambil menghela nafasnya panjang.
" Tadi mbak kebelet. Kebetulan kran air didalam kamar lagi macet. Dan mbak pikir gak papa masuk kamar kamu. Orang suami kamu aja lagi di ruangan olahraga dengan kakak kamu tuh ".
" Lagian kalau tidur pake baju dong!. Masuk angin baru tahu rasa kamu". Ledek Hani pada adik iparnya itu.
"Enak kebuka mbak, Biar bisa langsung masuk. Jlebbb... Uuhh nikmatnya". Balas Clara dengan sangat sengaja.
__ADS_1
" Hahahha, gila kamu ya Cla.Mentang mentang udah nyicip. Malah sang*an terus". Tawa Hani pecah. Karena adik iparnya itu pasti sama seperti dia dulu. Yang awalnya jaim jaim dan malu malu. Tetapi, Begitu udah nyoba malah minta nambah terus.
"Bukannya ini ilmu mesum, Mba sendiri yang nularin? ".
" Eh... Eh... Kata siapa?. Mbak cuma cerita doang. Kagak pernah kasih ilmu mesum ya. Catet!! ". Hani tidak mau mengakuinya. Padahal, Dialah biang kerok awalnya. Yang selalu membuat Clara terkontaminasi dengan semua cerita mesumnya itu.
" Btw, punya laki kami segede apa sih? ". Tanya Hani sedikit berbisik. Bahkan wanita itu saat ini sambil menaik turunkan alisnya.
Clara pun dengan jahilnya. Mulai mendekat kan dirinya pada kakak iparnya itu. Lalu Clara juga menoleh kekanan dan kekiri. Bahkan, Clara juga menatap arah pintu. Seolah ia memeriksa keamanan dulu. Apa ada orang atau tidaknya. Hal itu semakin membuat Hani penasaran sekali tentunya. Tak sabaran dengan apa yang akan adik iparnya katakan.
Clara pun mulai mendekatkan bibirnya tepat di depan telinga Hani. ".Rahasia dong".
" Hah, Cuma itu yang akan kamu ucapkan? ". Tanya Hani membelo karena bingung. Anggukan kepala Clara membuat Hani ingin sekali mengumpat kesal. Tapi apalah daya. Ia juga bukan kakak ipar durjana . Hani hanya bisa sabar dan pasrah saja. Apalagi ketika melihat adik iparnya kini, Sudah bangkit dari sisi ranjangnya.
__ADS_1
" Astaga, Anak gue". Pekik Hani yang baru ingat jika ia meninggalkan putranya di dalam kamarnya tadi.