
Satu bulan kemudian...
Clara benar benar sudah melepaskan masa lajang nya. Ia mulai membiasakan diri untuk menjadi seorang istri yang baik, Untuk suaminya. Wanita itu kini sudah mulai terbiasa juga bangun pagi sejak satu minggu yang lalu. Bahkan, Ia juga mulai bisa membuat kan sarapan untuk suaminya.
Melayani Arya dengan sepenuh hatinya. Bahkan, Wanita itu juga sekarang sudah jarang berkumpul dengan teman teman sosialita nya. Apalagi rekan rekan artis yang hanya kumpul, Untuk sekedar pamer harta kekayaan saja.
Arya memang tidak sepenuhnya melarang Clara untuk tetap menjadi model. Namun, Pria itu membatasi pekerjaan istrinya. Dimana ia melarang keras jika istrinya mengambil job dengan pakaian minim dan seksi. Terlebih lagi untuk pakaian dalam.
Dan anehnya Clara juga manut manut saja. Sebab, Biasanya ia akan protes dan sangat keras kepala. Hal itu juga membuat Santi sang asisten nya sedikit aneh dengan tingkah Clara akhir akhir ini.
"Pagi sayang". Clara tersenyum sumringah mendapati suaminya tengah rapi dengan setelan jas kerjanya.
__ADS_1
"Hmm". Seperti biasa hanya deheman saja yang keluar dari bibir sensual itu.
Namun, Tak membuat Clara pesimis. Wanita itu kini malah tampak lebih mesum dari biasanya. Ia sangat agresif jika di atas ranjang. Bahkan, Clara hampir tak pernah lagi mengeluh kecapekan ataupun kelelahan. Kata kata itu nyaris hilang dari mulutnya sendiri. Yang ada wanita itu malah lebih sering menggoda suaminya.
Seperti saat ini, Melihat suaminya tampak dingin dan datar. Dan mulai menyeruput teh hangatnya. Clara malah dengan sengaja nya mengibas ngibaskan tangannya. Tepat di depan wajannya. Bahkan, Clara telah mencopol rambut panjangnya. Hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Dengan sedikit keringat karena ia usai membuat nasi goreng untuk suaminya.
Arya hanya melirik saja sekilas, Takut tak bisa mengontrol dirinya. Jika ia menatap wajah istrinya yang kian hari kian mesum saja. Beruntung mereka tinggal di Apartemen sendiri. Jadi, Tidak akan ada yang tahu. Jika keduanya setiap hari tak pernah absen dengan hal pergulatan sengit.
Clara menegak jus buah segarnya, Sambil terus menatap wajah suaminya. Sedangkan dibawah sana, Kakinya malah aktif. Dan mulai menjalar mencari titik kelemahan suaminya.
Suara Clara yang sengaja dibuat buat. Setelah ia meminum jus buahnya. Dengan kakinya yang masih aktif dibawah sana. Berusaha menggapai yang ingin ia gapai. Arya hanya menatap datar, Sambil terus melirik kaki istrinya dibawah sana. Yang mulai menjalar kearah pangkal paha nya.
__ADS_1
" Jangan membangunnya dengan cara begini!. Jika kau tak ingin menyesal nantinya". Ancam Arya masih dengan fokus pada nasi gorengnya.
Clara malah tak mengindahkan ancaman suaminya. Yang ada wanita itu malah makin terlalu saja. Dan kini jari kakinya. Malah tengah berusaha mengapit sang belut sakti dengan ukuran jumbo. Dimana belut nya masih terbungkus rapat di dalam sana.
Sebisa mungkin Arya menahan nya. Ketika Clara makin lama makin keterlaluan saja. Pria itu masih tetap mengunyah nasi gorengnya. Tapi Clara saat ini saat ini, Memilih untuk bangkit dari kursinya. Dan malah duduk dimeja makan. Tepat di samping Arya menyantap sarapannya. Clara sengaja membuka kedua kakinya lebar lebar, Karena saat ini ia juga masih memakai kimono tidurnya.
Dengan sangat buru buru, Arya mengunyah makanan nya. Lalu setelah suapan terkahir nya. Arya langsung meneguh air minumnya hingga tandas. Dan kini menatap licik kearah istrinya.
Greppp...
Hanya dengan satu kali tarikan saja. Kini kedua kaki Clara telah melebar sempurna. Namun, Tak membuat wanita itu menolak nya. Bahkan Arya juga telah menyingkirkan piring dan sendoknya. Hingga jatuh berhamburan ke lantai. Tak perduli juga jika piringnya sampai pecah dibawah sana.
__ADS_1
"Apa yang semalam masih kurang?. Hem?". Tanya Arya dengan seringai liciknya.
" Lakukan lah!. Jangan banyak bicara! ". Tutur Clara sambil tersenyum menggoda.