Sexy Lady

Sexy Lady
Panik


__ADS_3

Beberapa hari berlalu keadaan tetap sama. Clara juga tidak ingin pusing akan kejadian masa lalunya lagi. Sekarang ia hanya ingin fokus pada karir nya. Masalah Arya dan masalah kejadian di pulau dewata, Saat ini Clara tutup buku. Meskipun ia sebenarnya masih sangat penasaran akan hal itu.


Apalagi Arya juga menghilang tanpa jejak apapun. Asisten pribadinya juga ikut lenyap bak di telan bumi. Jam menunjukkan pukul sembilan malam , Clara saat ini baru saja menghadiri acara amal di salah satu yayasan anak yatim piatu.


" Apa hadiahnya sudah di kirimkan? ". Tanya Clara pada Santi sang asisten nya.


" Hem, Mungkin sudah sampai alamat nya sekarang". Sahut Santi yang juga ikut kelelahan menemani sang model.


" Baguslah, semoga saja mereka tidak salah paham ". Lirih Clara sambil membenarkan posisi duduknya.


" Memangnya siapa mereka Cla?". Tanya Santi kepo lagi.


" Cinta pertama mu, tapi sayang sekarang sudah mantan". Clara menarik sudut bibirnya ngenes akan nasib cinta pertamanya dulu. Andai saja ia tidak egois, Mungkin saat ini ia sudah menjadi seorang istri dan hidup bahagia bersamanya.


" Sudahlah, lupakan saja kalau sudah mantan!. Jadi, jangan pelakor! ". Ledek Santi mulai ikut menyenderkan kepalanya jok mobil.


" Hem". Sahut Clara singkat.


Saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil untuk kembali ke Apartemen nya. Rasa lelah setelah seharian pemotretan dan juga menghadiri acara amal. Membuat Clara mengantuk begitu juga dengan Santi.


Namun, belum juga sempat untuk memejamkan matanya. Keduanya malah di kejutkan akan aksi sopirnya yang tiba tiba saja mengerem mendadak..


" Aww... ".

__ADS_1


" Pak Juki, Gimana sih nyetirnya?. Kalau ngantuk berhenti aja!. Kita bisa celaka". Cecar Santi mengingat kan. Ia juga sambil memegangi jidadnya yang terbentur kaca jendela mobil.


" Anu non, itu... ". Pak Juki sang sopir pun menunjuk kearah depan. Dimana mata Santi langsung membelalak. Saat ia melihat ada sejumlah beberapa orang pria bertubuh kekar menghadang mobil mereka di depan sana.


" Siapa mereka pak? ". Tanya Santi bingung dan panik.


" Ayo pak jalan aja lagi, gas...!!. Ayo gas!! ". Seru Santi semakin panik saat jendela mobilnya di ketuk dari arah luar.


" Kunci semua pintu mobil pak Juki! ". Seru Clara mulai sadar, Jika mereka sedang tidak baik baik saja.


" Baik non".


Sang supir pun langsung mengunci semua pintu mobilnya. Ia juga mulai panik karena sadar itu adalah kawanan perampok.


"Buka!!. Ayo buka pintunya! ". Seru empat orang pria yang langsung mengetuk jendela mobil milik Clara.


Santi dan Clara pun tak kalah panik. Bahkan, Otak Santi tidak bekerja saat seperti ini. Sedangkan Clara mulai memainkan ponselnya. Ia menyesal kenapa tidak meminta para bodyguard pilihan kakaknya. Untuk selalu ikut bersamanya saat ini.


" Duh, Cla gimana ini?. Mereka mulai berdatangan ". Panik Santi ketakutan.


Clara yang menelpon kakaknya tak kunjung di angkat juga. Dan Clara pun meninggal kan pesan untuk sang kakak.


" Tenang dong honey!. Aku tidak tahu harus ngelakuin apa ini? ". Seru Clara ikutan panik.

__ADS_1


" Eh, loe kan bisa bela diri, Kenapa gak loe aja yang turun dan lawan mereka? ". Clara menatap Santi dengan kening yang mengkerut.


" Astaga, kalau gue turun sendiri, bisa habis gue sama mereka. Loe gak lihat tuh! ". Tunjuk Santi tidak akan mau mengambil resiko. Sekuat dan sehebat apapun dirinya tak akan sanggup untuk melawan banyak pria kekar yang di hitung jumlahnya mungkin lebih dari 10 orang.


Sedangkan di tempat berbeda, Saat ini seorang pria baru saja selesai memompa tubuh istrinya. Hingga ia membiarkan ponselnya terus berdering beberapa kali.


" Coba lihat dulu sayang!. Siapa yang telpon?. Siapa tahu penting". Seru Hani ketika mereka baru saja selesai mencapai ******* nya masing masing.


Leon pun meraih ponselnya yang ada di nakas. Dengan masih memeluk tubuh istrinya. Ia melihat tiga kali panggilan tak terjawab dari adiknya.


" Sial". Upat Leon yang segera bangkit dengan tergesa-gesa.


" Ada apa mas? ". Tanya Hani bingung.


" Mobil Clara di begal, Mas harus kesana sekarang". Jawab Leon mulai panik karena telpon nya sekarang tak kunjung di angkat oleh Clara.


Cup...


Leon mengecup kening istrinya. Dan pamit pergi dengan tergesa-gesa. Ia tidak akan membiarkan adik satu satunya sampai terluka. Meskipun, ia kadang terlihat tidak akur.


Leon pun langsung menghubungi anggotanya yang lain. Untuk segera meluncur ke lokasi Clara saat ini. Dengan kecepatan di atas rata rata Leon mengendarai mobilnya. Agar ia tidak terlambat.


TBC

__ADS_1


__ADS_2