
Hotel Victoria...
Satu minggu kemudian suasana gedung hotel tampak begitu mewah. Dengan di adakan nya pesta besar besaran untuk sebuah pesta pertunangan yang jauh dari yang di harapkan sebelum nya.
Seorang pria tampak begitu dingin duduk di salah satu kursi di sebuah kamar presidential suite room. Matanya memancarkan kekesalan dan juga emosi yang tak bisa ia ledakan saat ini.
" Tuan, anda masih punya waktu untuk pergi. Sebelum acara di mulai".
" Aku bukan seorang pengecut Dewa". Tolaknya tegas.
" Tapi tuan, dengan terjadinya pesta ini. Maka lambat laun semua orang akan tahu siapa anda sebenarnya. Dan itu bisa mempengaruhi perusahaan anda sendiri tuan".
" Bungkam semua media saat acara ini selesai nanti!. Dan bagaimana dengan dokter itu?. Apa kau sudah menemukan nya? ". Arya mulai merapikan penampilan nya.
" Maaf tuan, sejauh ini anggota kita belum menemukan informasi apapun. Tapi, saya akan berusaha untuk hal itu". Dewa sedikit mendudukkan kepalanya.
Sebagai seorang asisten kepercayaan tuannya. Dewa merasa gagal, Karena tidak tahu apa yang di alami oleh Arya selama ini. Andai saja ia tidak ikut mempercayai keluarga besarnya. Mungkin hal ini tidak akan terjadi. Tapi, dibalik itu semua sekarang baik dirinya dan Rangga jadi mendapatkan kejanggalan.
Dimana masa lalu Arya yang selalu ditutup rapat oleh keluarga nya sendiri. Dewa memang termasuk baru bekerja dengan Arya. Dan itu setelah Arya mengalami kecelakaan. Bahkan, Dewa juga lebih sering berada di belakang Arya. Tidak pernah menampilkan wajahnya dengan terang terangan di depan keluarga besar Arya.
" Bagaimana dengan keadaan gedung ini?. Apa kau telah menyebarkan anak buah kita? ". Tanya Arya memastikan keadaan agar dirinya tidak kecolongan lagi.
" Sesuai perintah anda tuan".
Arya sebenarnya ingin sekali marah dan meluapkan semua emosinya saat ini. Dimana, ia baru tahu jika obat yang selalu di berikan oleh dokter keluarga nya itu. Bukanlah obat untuk pereda kepalanya yang sering terasa sakit tiba tiba. Namun, obat itu adalah obat khusus penghilang ingatan agar Arya tidak bisa mengingat semua masa lalunya lagi.
Rahang Arya mengeras membuat giginya bergemeletak. Dan itu bisa di dengar oleh Dewa.
" Tuan, anda bisa menahan diri sampai acara selesai bukan? ". Dewa memastikan diri, agar ia bisa menyelamatkan tuannya jika sampai hal tidak di inginkan terjadi nantinya.
__ADS_1
" Kita lihat saja nanti, apa pertunangan ini akan terus berlanjut atau tidak". Ucap Arya tersenyum licik.
🌿🌿🌿🌿🌿
Suasana di aula hotel bintang lima tampak begitu meriah. Bahkan, tak hanya para petinggi perusahaan dan rekan bisnis saja yang di undang. Namun, semua pejabat bahkan orang orang penting di kota itu juga ikut di undang. Tak terkecuali semua karyawan dan agensi agensi yang mengenal mereka.
Bahkan semua media sudah siap dengan cameranya masing masing. Dimana, sebuah perusahaan besar no tiga di kota ini akan bertunangan dengan seorang gadis cantik. Yang memang masih sepupu nya sendiri. Dan itu semua adalah kabar yang beredar.
Ziva tersenyum ketika melihat Arya mulai memasuki Aula. Begitu juga dengan sang kakek dan keluarga besarnya. Meskipun senyum itu sangat terpaksa.
" Kamu sudah siap Arya? ". Tanya kakek Surya sambil tersenyum bahagia.
Arya pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Dan semua media mulai merekam dan membidikkan cameranya. Saat MC mulai mengatakan sambutan nya. Dan semua orang serentak bertepuk tangan.
Menyambut Arya dan juga Ziva yang akan naik ke atas panggung. Untuk saling bertukar cincin pertunangan mereka. Ketika tiba saat nya Arya akan memasukkan Cincin di jari manis Ziva.
Semua mata kini tertuju pada sosok gadis cantik dengan memakai gaun pesta bewarna merah cerah. Yang sangat pas melekat di tubuhnya. Semua keluarga baik tamu undangan pun terlihat bingung.
" Arya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini dengan anda nona". Ucap tegas Clara tanpa rasa gugup sedikitpun.
Sejenak semua orang tampak mengenal siapa gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai itu. Body yang sangat membuat iri semua kaum hawa. Bisik bisik tampak mulai. terdengar dengan kata kata pujian dan juga cibiran.
Namun, Arya masih tetap tenang. Meskipun ia tidak tahu apa yang akan di lakukan Clara saat ini. Padahal, gadis itu selama seminggu ini memang sering memaksa untuk bertemu dengannya.
" Hei, memangnya kamu siapa?. Beraninya mau mengacaukan pertunangan putri saya". Sentak Tante nya Arya yang merupakan Mamanya Ziva.
Clara tampak tersenyum santai. " Saya adalah kekasih Arya. Dan saat ini saya sedang mengandung anaknya".
" Apa???". Ziva tampak terlonjat kaget dan kini menatap Arya yang masih diam dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Keluarga Arya dan Ziva tampak saling tatap satu sama lainya. Dan begitupula dengan kakek Surya yang sudah menatap tajam pada Arya.
Santi yang masih berdiri di depan pintu masuk saat ini hanya menepuk jidadnya saja. Dapat keberanian darimana Clara saat ini. Sampai sampai ia bisa berkata seperti itu.
Arya memberi kode pada Dewa untuk menyingkirkan semua media. Lalu ia turun dari panggung dengan santainya. Meninggalkan Ziva yang masih terpaku dan terkejut akan penuturan Clara saat ini.
" Kak, Arya... Kakak tidak bisa pergi begitu saja!. Kita masih bisa melanjutkan pertunangan ini dulu kak". Ziva berusaha mengejar Arya.
Dimana Arya kini malah berjalan menghampiri Clara. Clara tampak gugup saat Arya tiba tiba menarik tangannya dan menggenggam nya erat.
" Maafkan Arya kek, Arya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini. Karena Clara telah mengandung anak Arya. Cucu kakek".
" What???". Clara sangat terkejut akan ucapan Arya. Yang malah ikut ikutan menyempurnakan aktingnya.
Kakek Surya hanya diam tak bergeming sedangkan Burhan dan juga kakak Ziva tengah menyimpan amarahnya. Apalagi saat Arya dengan santainya membawa Clara keluar dari gedung itu. Meninggal kan semua orang yang masih terpaku di tempat mereka berdiri.
Tanpa Clara sadari jika saat ini keluarga besarnya pun sampai menahan emosinya melihat kelakuan Clara yang sempat di tayangkan secara live. Terutama Leon sang kakak. Yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.
" Hei, lepaskan aku! ". Clara berusaha menipis tangan Arya yang masih saja menggenggam erat pergelangan tangan nya. Padahal mereka sudah sampai depan hotel saat ini.
" Kau pikir bisa lepas begitu saja dariku. Setelah kau mempermalukan ku tadi di depan semua orang?. Hem? ". Tatapan Arya begitu dingin dan tajam membuat nyali Clara langsung menciut.
" Tapi, kita mau kemana? ". Tanya Clara saat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka.
Arya menoleh namun masih saja tetap memegang tangan Clara erat. " Kemana lagi?. Kalau bukan bikin baby sesuai dengan perkataan mu tadi". Jawab Arya menarik sudut bibirnya licik".
" What?".
TBC
__ADS_1