Sexy Lady

Sexy Lady
Dua Minggu Kemudian


__ADS_3

Clara menatap pantulan dirinya. Di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya. Malam ini adalah malam , Dimana seharusnya ia dan Arya akan datang ke hotel. Tempat yang sudah kedua orang tuanya siapkan sebelum nya. Namun, Clara malah terlihat sedih dan tidak bersemangat sama sekali.


Gadis itu sebelum nya memang sudah memberitahu Arya. Akan undangan kedua orang tuanya itu. Namun, Entah kenapa tiba tiba Arya sampai saat ini belum kembali juga.


"Udah deh, Terima aja perjodohan dari kedua orang tua elu!!". Ledek Santi sambil mengulum senyumnya.


"Kenapa semua cowok, Selalu pergi ninggalin gue sih?. Bahkan, Mereka pergi di saat waktu yang tidak tepat".


Clara kembali menundukkan kepalanya lesuh.Riasan wajah dan make sedikit bold. Membuat kesan yang tampak sempurna di wajah cantiknya itu. Malam, Ini entah apa yang akan ia katakan. Pada kedua orang tuanya. Padahal, Sebelum nya. Clara sudah begitu yakin, Jika hubungan keduanya akan lancar jaya. Sampai hari itu tiba.


Namun, Clara hanya bisa gigit jari saja. Arya nya kembali mundur dengan cara yang berbeda. Bahkan, Saat ini rasanya jauh lebih menyakitkan lagi.

__ADS_1


"Mungkin loe kagak jodoh sama yang namanya Arya". Lagi lagi Santi malah terlihat meledeknya.


" Tapi, Kenapa dia gak bilang ke gue. Jauh jauh hari San?. Kalau dia bilang gak bisa lanjutkan hubungan ini Setidaknya gue bisa cari serep yang lainnya dulu".


"Itu, namanya elu kagak setia sama Arya. Main cari serep aja. Kek ban mobil lu". Santi benar benar mengejek Clara.


Bahkan, Gadis itu sama sekali tak menunjukkan raut wajah bersalah nya. Hal itu justru membuat Clara semakin kesal saja. Santi memang selama ini, No coment tentang hubungan dia dan Arya. Gadis itu memberikan nasehat tidak, Mendukung tidak , Melarang pun tidak.


Ting... Tong...


"Clara, Ayo honey!!. Kak Leon udah jemput nih". Santi sedikit berteriak dari arah luar.

__ADS_1


" Huf". Clara menghembuskan nafasnya kasar. Lalu, Ia pun mulai bangkit dari kursi meja riasnya.


"Gue sekarang jomblo lagi deh". Guman nya lirih.


Meratapi nasib percintaan nya. Yang selalu saja pupus di tengah jalan. Tanpa ada niat untuk memperbaiki nya. Dan meneruskan nya kejenjang yang lebih serius. Pria nya selalu saja pergi tanpa diminta.


"Loe kenapa?. Udah dandan menor kek gini. Tapi, Wajahnya kusut kayak pakaian belum disetrika aja. Jelek amat adik gue". Leon bukannya menghibur sang adik. Pria beranak dua itu. Malah meledek adiknya sendiri.


Ya, Hani sudah melahirkan anak keduanya dua minggu yang lalu. Dimana anak kedua mereka berjenis kelamin laki laki. Dan hal itu membuat Reno bangga. Akhirnya ia memiliki cucu sepasang saat ini. Bahkan, kedua orang tua Leon dan Clara. Memutuskan untuk kembali menetap di Jakarta lagi. Dengan alasan agar, Mereka semua bisa terus bisa berdekatan, Bersama para anak dan cucunya.


"Kakak, Emang nyebelin". ketus Clara makin kesal saja.

__ADS_1


Gadis itu pun langsung keluar dari Apartemen nya. Tanpa menghiraukan asisten, Maupun kakaknya lagi. Melangkah gontai dengan kaki jenjangnya.


Leon pun hanya terkekeh geli. Melihat ekspresi wajah adiknya saat ini. Bahkan, Santi sang asisten pun hanya bisa menggeleng kan Kepala nya saja. Sebab, Ia tahu apa yang akan terjadi malam ini.


__ADS_2