
Ketika Leon dalam perjalanan menuju lokasi dimana sang adik satu satunya sedang di begal. Namun, di tempat kejadian saat ini. Semua pria bertubuh kekar itu sudah mulai di hajar oleh seorang pria yang memakai jaket kulit hitam dan juga topinya yang senada dengan jaket serta celana jeans nya.
Santi melihat ada bala bantuan kini ia pun mulai turun tangan juga. Dan membantu sang pria menghajar para begal itu dengan keahlian nya. Begitu pula dengan sopir Clara. Ia ikutan menghajar para pria itu, Meskipun hanya menghajar yang sudah tumbang saja.
Clara pun tak kalah dengan yang lainnya juga. Ia memukuli para pria itu yang sudah tersungkur di jalan aspal dengan memakai heels nya. Membuat begal itu pun kelojotan karena ujung heels Clara.
" Mampus loe... Makanya jangan main kasar dong!. Cari kerja yang bener!. Buat makan itu rezeki nya harus halal!! ". Seru Clara sambil memukul mukulkan heels nya pada kepala dan bahu pria begal tersebut.
Namun, ketika ada salah satu begal ingin menusuk Clara dengan pisau kecil yang ia selipkan di sela kakinya. Tiba tiba...
Jlebbb...
" Awww... ".
Santi menjerit histeris melihat darah segar keluar dari sela jari sang pria penolong tadi. Dan tepat saat itu bala bantuan dari Leon datang. Suara mobil polisi membuat para begal itu mulai kocar kocir untuk lari. Dan di antara mereka pun ada yang langsung di amankan oleh para polisi tersebut.
" Cla, dia terluka". Seru Santi panik melihat darah segar yang kian menetes ikut membasahi tangan Clara.
__ADS_1
Dimana Clara menyanggah tubuh sang pria. Hingga membuatnya terduduk di aspal jalan raya. Pakaian Clara yang berwarna Salem pun ikut berubah menjadi merah. Akan darah segar sang pria itu.
" Clara... Kamu gak papa honey? ". Leon segera menghampiri adiknya.
" Kak, bantu dia bawa ke mobil!. Kita kerumah sakit sekarang! ". Panik Clara tak menghiraukan pertanyaan Leon lagi.
" Siapa dia? ". Leon bertanya bingung.
" Come on brother!. Tidak ada waktu untuk menjawab nya. Nanti Clara jelaskan ".
Meskipun masih bingung, Leon pun segera ikut membantu Clara membawa sang pria itu masuk kedalam mobilnya. Karena, ia juga sudah hampir kehilangan kesadaran nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Clara masih berdiri mondar mandir di depan pintu ruang UGD. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya kalau tidak pria itu yang menyelamatkan nya. Dengan cara menghalangi memakai tubuhnya sendiri.
Leon yang baru saja selesai membayar administrasi. Kini mulai menghampiri adiknya, Sedangkan Santi sejak tadi menatap bingung dengan Leon. Tapi, ia malah ikutan mengagumi sosok Leon.
__ADS_1
" Cla, Mending kamu pulang dulu!. Ganti baju kamu dan istirahat!. Biar kakak yang jagain disini". Leon membujuk adiknya. Karena penampilan Clara saat ini begitu kacau. Dengan baju yang sudah di tempeli darah dan sudah mulai mengering.
" Clara harus tetap disini kak, Dia terluka karena nolongin Clara. Bagimana dengan keluarga nya?. Apa kakak sudah coba hubungi? ". Cecar Clara penuh kepanikan.
Leon menggeleng kan kepalanya saja. Karena ia juga bingung harus menghubungi siapa. Pria itu bahkan tidak membawa ponsel ataupun kartu Identitas dirinya. Hanya sepeda motor butut nya yang saat ini sudah di bawa ke kantor polisi oleh anggota Leon.
Helaan nafas Clara begitu berat. Ia juga tidak tahu siapa pria itu. Yang tiba tiba lewat dan langsung membantu mereka.
" Kakak pulang saja!. Kasian mba Hani lagi hamil kakak tinggal sendiri ". Ucap Clara tersenyum teduh. Ia memang jarang bicara berdua dengan kakak nya. Sejak sang kakak menentang nya untuk masuk dunia model. Dan sejak itu juga hubungan keduanya malah jadi renggang.
Leon tiba tiba menarik tubuh adiknya. Dan memeluknya erat memasukkan tubuh ramping itu masuk kedalam rekapan dada bidangnya.
" Maafin kakak Cla!. Kakak udah keras selama ini sama kamu". Ucap Leon tiba tiba.
Clara pun langsung tersenyum dan merasa sangat sedih sekaligus bahagia. Karena untuk pertama kalinya seorang Leon bisa berkata lembut dan meminta maaf begini dengannya. Setelah beberapa tahun berlalu sejak ia masuk dunia entertainment.
" Kakak mohon, berhentilah jadi model!. Perusahaan juga membutuhkan mu honey".
__ADS_1
" Kakak... ". Clara mencebikkan bibirnya lagi. Karena ujung ujungnya Leon malah kembali membujuknya untuk meneruskan bisnis keluarga nya.
Santi hanya menyaksikan keduanya dengan tatapan penuh kebingungan. Namun, ia juga tidak bisa melontarkan protesnya Sam sekali.