Sexy Lady

Sexy Lady
Maunya Di Ancam terus


__ADS_3

Jam di dinding baru menunjukkan pukul enam pagi. Clara masih saja enggan membuka matanya. Sedangkan Arya, Saat ini telah berpenampilan rapi dan siap berangkat ke kantor. Sepertinya pria itu memang tak pernah mengenal lelah sama sekali. Wajahnya selalu saja tampak cerah. Tubuhnya pun tampak begitu bugar.


Arya mengulum senyumnya. Ketika ia keluar dari ruangan walk in closet. Tetapi Clara masih saja tetap memejamkan matanya. Belum berubah posisi sejak semalam. Pria berstatus suami itu, Kini mulai melangkah mendekati ranjang. Dimana istri nya sangat malas sekali untuk bangun.


"Tidur seperti kerbau saja". Guman Arya menggeleng kan kepalanya.


Namun, Ia juga tersenyum geli. Bukan karena menatap wajah istrinya, Yang begitu menggemaskan saat tertidur pulas seperti ini. Melainkan, Arya melihat tanda bekas percintaan nya. Yang masih saja sangat terlihat jelas di bagian leher istrinya.


Melihat Clara yang masih saja tak terusik, Ketika dirinya mendaratkan kecupan singkat dibibir ranum tipis nan berisi itu. Arya malah dengan jahilnya, Mulai menyibak selimut Clara. Dan menelusup kan tangan nya kedalam piyama tidur tipis, Milik istrinya, Dan menyentuh serta memijat pelan delima kembar milik Clara.


Wanita itu mulai menggeliat karena mungkin merasakan sensasi geli. Pada bagian delima kembarnya. Dimana tangan besar Arya telah aktif di dalam sana.


"Aww... ".Clara terpekik ketika Arya dengan nakalnya malah menggigit kecil leher jenjangnya.


Mata sedikit sipit tapi bulat bening itu. Langsung terbuka lebar. Dan menatap wajah suaminya dengan tatapan jengkelnya. Namun, Sang suami malah bersikap santai. Dengan wajah tanpa dosanya.


" Dasar suami nafsuan". Ketus Clara kesal sambil mencebikkan bibirnya manyun.


"Berarti kau sudah bangun sejak tadi, bukan? ". Arya malah bertanya dengan memasang wajah datarnya.

__ADS_1


" Tidak, Aku baru saja bangun". Elak Clara berusaha bohong.


"Baiklah, Ingin jawab jujur atau terus berbohong? ".


Arya memberikan pilihan pada istrinya. Dan Clara tetap saja kekeh menggelengkan kepalanya saja. Karena, Jika ia jujur pasti ia sangat malu sekali. Nanti bisa bisa Arya malaj berpikiran jika dirinya. Memang sangat sengaja untuk membuat suaminya mendekati.


" Jangan buat aku mengurungkan niatku untuk pergi keperusahaan Clara! ". Arya mulai memberikan ancamannya.


" Dasar tukang paksa". Lagi lagi Clara hanya bisa pasrah saja. Namun, Enggan untuk menjelaskan nya. Ia yakin meskipun tak di jelaskan Arya akan paham dengan sendirinya.


"Kau itu sangat menyebalkan, Setelah ingatan mu pulih. Tahu begini aku mending melihatmu amnesia saja selama nya". Guman Clara asal.


" Aww... ". Pekiknya kembali. Ketika telinganya di tarik oleh Arya.


"Lebih sakit di tusuk oleh Belutmu itu". Clara pun langsung membungkus tubuhnya dengan selimut tebalnya.


Ia seolah tak mau memberi ruang, untuk suaminya saat ini. Agar Arya tak menyiksa nya kembali. Di saat ia sedang melakukan kesalahan. Dan malah membuat Arya menjadi mesum dan cabul.


"Jika saja tidak ada meeting pagi ini. Sudah kupastikan kau tidak akan bisa bangun lagi". Arya berucap sambil mulai bangkit dari atas ranjangnya.

__ADS_1


Merapikan setelan jasnya kembali. Namun, Tatapan matanya masih saja tertuju pada sosok wanita cantik. Yang malah menutup seluruh tubuhnya. Menggunakan selimut nya itu. Hanya memperlihatkan bagian kepalanya saja.


Sekarang kondisi Clara. Sangat mirip dengan kepompong. Arya hanya menggeleng pelan. Dan berucap. "Aku pergi dulu, Kalau ada apa apa kau bisa langsung telpon saja!. Art akan datang satu jam lagi". Ucapnya sebelum beranjak.


"Oke". Jawaban yang sangat singkat dan padat sekali.


Arya hanya sedikit mengangkat sudut bibirnya saja. Lalu segera beranjak pergi dalam kamar mereka.


" Tunggu!! ". Clara langsung menyibak selimut nya lagi. Dan kini malah ikut turun dari ranjangnya. Menghampiri suaminya yang berada di ambang pintu.


Arya langsung mengulas senyum nya. Karena langkahnya di hentikan oleh istrinya. Dengan tak terduga Clara mengambil tangan suaminya. Dan langsung mengecup punggung tangan itu dengan takzim.


"Hati hati di jalan sayang!!! ". Serunya sambil tersenyum.


" Hem". Meskipun tampak begitu senang bukan main. Arya tetap menjaga image nya di depan istrinya.


"Apa santi boleh main kemari? ". Clara kembali menghentikan langkah suaminya.


" Asal jangan bikin onar dan merusak apartemen ini".

__ADS_1


"Thank you sayang. I love you so much". Seru Clara sambil terkekeh ketika Arya hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku juga mencintai mu Clara". Guman Arya setelah ia sampai di luar kamar.


__ADS_2