
Setelah kericuhan terjadi beberapa menit yang lalu. Dimana para keluarga Ziva. Yang ternyata sengaja memakai identitas , Keluarga besar dari Arya. Hanya untuk menjadi orang orang yang di segani. Dan di hormati.
Yang nyatanya, Mereka adalah keluarga yang di tolong oleh kakek Surya yang sesungguhnya. Namun, Dengan tidak tahu terima kasihnya. Baron malah dan Burhan membantai habis keluarga besar Arya. Ketika usia Arya masih sekitar delapan tahunan.
Kini setidaknya Arya, Sudah merasa lega. Karena mereka telah menerima ganjarannya masing masing. Ziva di tangkap karena melakukan pembunuhan berencana. Calon istri Arya tepat dimana Arya kecelakaan.
Sedangkan Helen dan juga Aryo, Lebih dulu melarikan diri. Sebelum mereka berdua ditemukan oleh polisi. Saking ketakutan nya. Aryo langsung meninggalkan pesta. Dan mengajak istrinya itu.
Kini tinggalah Arya dan juga orang orang kepercayaan nya. Yang masih akan melanjutkan pesta pernikahan . Seorang CEO ternama dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Membangun perusahaan nya dari nol dan juga tanpa bantuan dari perusahaan sang mendiang keluarganya.
"Bunda, Kenapa Clara harus memakai gaun pengantin begini sih?. Clara kan sudah bilang, Kalau Clara tidak mau di jodohkan".
Gadis itu masih saja berontak dan sekaligus memohon. Pada Vera, Agar kedua orang tuanya mau mengerti posisi nya saat ini. Tapi, Vera malah tampak santai dengan wajah yang tak bisa ditebak. Bahkan, Clara sejak tadi selalu menatap tajam. Kearah asistennya, Dimana Santi hanya menurut pada Bundanya.
__ADS_1
Kini mereka telah menuju arah luar hotel. Dimana tadi sejak masuk, Clara dibawa oleh Leon. Lewat pintu belakang hotel. Dengan alasan di depan sana sedang ada kekacauan.
Ketika Vera dan Santi menggandeng tangan Clara menuju arah luar Hotel. Lampu sorot langsung tertuju padanya. Hingga suara MC, Mulai terdengar menyambut kedatangan calon mempelai wanita. Suasana pesta yang tadinya sedikit kacau. Kini mulai meriah kembali. Dengan tepuk tangan penuh kegembiraan.
Pujian demi pujian pun mulai terlontar. Ketika melihat wajah sang model terkenal, Malam ini telah memakai gaun pengantin bewarna putih tulang. Yang sangat indah melekat di tubuh seksinya.
Mata Clara membulat sempurna, Ketika melihat wajah Arya di atas panggung pelaminan sana. Dan sedang tersenyum menatap kearahnya. Tak berselang lama, Leon dan Reno datang menghampiri Clara dengan Bundanya.
"Ayah, Bunda... ini... ".
"Udah nanti saja, Kalau mau melow nya!. Sekarang ijab qobul dulu! ". Leon memotong momen haru ibu dan anak itu. Membuat Clara mencebik kesal. Tapi Clara juga bingung harus berekspresi bagaimana saat ini.
Gadis itu benar benar tidak tahu. Ia sedang bermimpi atau mengkhayal saat ini. Rasanya, Dia tidak percaya kalau saat ini. Adalah hari pernikahannya dengan Arya sesungguhnya.
__ADS_1
" Loe kagak usah khawatir!!. Arya pacar loe sama Arya yang disana itu satu orang kok". Bisik Santi, Ketika melihat wajah Clara yang mulai bingung dan sedikit ragu.
"What??". Pekik Clara sangat terkejut. Karena ia sama sekali tidak tahu apa apa selama ini.
" Ngrumpi nya di tunda dulu juga Cla!!. Kasihan calon suami loe tuh". Potong Leon lagi sambil melirik kearah Arya. Dimana pria itu tengah menatap adiknya tak berkedip lagi.
"Kayaknya dia udah gak sabar buat malam pertama sama loe". Sambung Leon meledek Clara.
" Kakak... ". Clara langsung bersemu merah. Hal itu membuat Vera. Hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja.
Hani ikut bahagia, Karena adik iparnya bisa menikah dengan pria yang tepat. Wanita dua anak itu. Saat ini tengah duduk di salah satu kursi. Yang sudah di siapkan khusus untuk anggota keluarga nya. Jeje juga tepat berada di samping Mamanya.
Dewa pun tampak tersenyum melihat bosnya. Karena semua permasalahannya sudah mulai teratasi. Begitu pula dengan Yuda. Sang asisten pribadinya Daddy nya Arya. Pria itu kini menarik sudut bibirnya lega.
__ADS_1
"Semoga tuan dan Nyonya bisa menyaksikan dari surga sana. Jika tuan muda sudah menemukan tambatan hatinya. Dan ia juga sekarang mulai hidup dengan tenang dan damai!. Tugas saya telah selesai tuan, Meskipun terlambat setidaknya, Saya bisa menepati janji saya dengan anda tuan". Lirih Pria itu sambil mengadahkan kepalanya. Menatap langit malam dengan taburan bintang bintang dan cahaya bulan.