
Ke esokan harinya Clara pagi pagi sekali sudah sangat rapi, wangi dan jangan lupakan wajahnya yang selalu tampil cantik meskipun ia tidak pernah memakai make up berlebihan. Gayanya yang anggun dan juga lemah lembut selalu bisa menggetarkan hati semua orang. Dan hanya orang orang yang iri saja. Yang tidak menyukai sosok Clara.
Saat Clara keluar dari kamarnya dan di ikuti oleh Santi. Karena hari ini ia akan ada jadwal pemotretan di salah satu perusahaan ternama. Dan dari kamar sebelah juga seorang pria baru saja keluar . Dengan penampilan yang tak kalah rapi nya dari Clara.
Clara pun tak bergeming menatap sang pria yang memakai hoodie pemberian nya kemarin. Dimana, Clara memang telah menyiapkan baju ganti untuknya.
" Selamat pagi Nona Clara ". Sapa sang pria itu menundukkan kepalanya sopan.
" Ah, Iya pagi". Jawab Clara gelapan. Pesona pria itu memang tak di ragukan lagi. Dan malah kadang membuat Clara gugup sendiri. Padahal, ia berpenampilan sangat sederhana. Namun, semuanya tampak pas di tubuh sixpack nya itu.
Kulit yang putih, dan juga lebih cocok untuk jadi model. Namun, bulu bulu halus di wajahnya tampak begitu mengganggu penglihatan mata saja.
" Kok kamu keluar kamar?. Mau kemana?. Kamu kan belum begitu sembuh". Clara menghampiri sang pria.
__ADS_1
" Saya sudah baikan nona. Jangan khawatir!!. Hari ini bukankah nona akan ada kegiatan di luar?. Jadi, saya harus ikut bersama nona bukan? ".
Clara jadi terkejut karena ia lupa. Jika dirinya telah bilang kalau pria itu. Bekerja sebagai sopir pribadi nya. Dan kini tatapan Clara langsung tajam ke arah Santi. Namun, yang di tatap langsung nyengir kuda saja. Seolah tak mau ikut di salahkan oleh sang model.
" Oh ya nona, Kalau boleh tahu nama saya siapa ya? ". Tanya pria tiba tiba. Karena Clara sudah menceritakan semuanya pada pria itu. Jika, dirinya sudah hilang ingatan. Dan itu hanya bersifat sementara saja.
" Nama... Emm... Nama kamu Arya".
" Sebegitu bucin nya nona Clara sama tuan Arya. Sampai sampai ini pria pun di beri nama Arya". Batin Santi menggeleng kan kepala nya.
" Hahhaa... Bucin sebelum sah jadian". Guman Santi yang masih bisa di dengar oleh Clara.
Santi pun segera menutup mulutnya rapat rapat saat lagi lagi ia di tatap tajam oleh Clara. Namun, pria itu pun langsung melangkah lebih dulu membukakan pintu Apartemen untuk Clara.
__ADS_1
"'Ah, aku bisa gila kalau lama lama begini". Batin Clara pusing sendiri akan masalah yang ia buat. Dan untuk sampai kapan ini akan terjadi, Clara pun tidak tahu pasti. Yang jelas Clara juga akan terus rutin membantu penyembuhan pria itu, Yang saat ini telah ia beri nama Arya.
Clara juga bingung, kenapa ia malah selalu mengingat nama itu. Padahal, ingin sekali Clara mengutuk Arya. Karena pria tiba tiba menghilang sebelum ia meminta penjelasan lebih padanya. Tentang kejadian beberapa tahun silam.
" Silahkan nona!! ".
" Terimakasih ". Ucap Clara tulus. Bahkan, Clara juga tersenyum ramah padanya.
Santi saat ini hanya memperhatikan sikap Clara. Dan juga pria itu seolah ia mulai menebak nebak sendiri. Namu, tetap saja. Otak Santi sama dangkalnya dengan nona nya sekarang. Jadi, mereka sama sama memet sendiri.
" Cla, kenapa loe memberi dia nama Arya?. Loe bisa kena masalah loh kalau pemilik nama sebenarnya datang tiba tiba ". Bisik Santi pelan.
" Bodoh amat. Emangnya gue pikiran ". Jawab Clara tak mau ambil pusing lagi. Ia benar benar kesal pada pria itu. Tapi, Clara juga tidak bisa menghindar jika hatinya perlahan mulai menyukai sosok Arya. Dan entah suka dalam artian cinta atau hanya sebatas mengagumi saja.
__ADS_1