Sexy Lady

Sexy Lady
Gumanan


__ADS_3

Ketika di tengah hutan kawasan kuningan. Kini di sebuah mension mewah. Tampak seorang pria tua sedang menahan amarahnya. Atas laporan anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga satu orang. Dimana orang itu adalah kunci utamanya.


" Brengsek... Akan kubunuh kau jika sampai aku menemukan kali ini". Geram pria tua itu penuh amarah kekesalannya.


" Tuan, apa anda masih di sana" . Teriak seseorang dari seberang telpon nya.


" Bodoh kalian semua". Makinya kasar.


" Cepat kerahkan anak buahmu!. Temukan pria itu secepat nya!. Atau kau akan aku bunuh juga". Ancamnya dengan amarahnya sampai urat urat di wajah keriputnya keluar.


" Tapi tuan... Sekarang para polisi sudah ikut campur. Bahkan dia di selamat kan oleh beberapa polisi tadi".


Pria tua semakin menggila dan terdiam beberapa saat. Lalu ia kembali angkat bicara.


" Bungkam semua anak buahmu yang ikut tertangkap!. Apapun caranya!. Apabila perlu gunakan keluarga mereka agara mereka semua tutup mulut! ".


" Baik tuan".

__ADS_1


Sambungan telepon pun terputus. Dan pria itu langsung membanting ponselnya sampai hancur . Karena jatuh tepat di tembok yang ada di hadapan nya. Emosi nya membuncah saat ini. Karena apa yang telah ia incar selama ini. Tidak akan ia biarkan lepas begitu saja. Karena dia telah banyak mengorbankan nyawa hanya untuk mendapatkan semuanya.


" Aku harus menemukan semua berkas penting itu dan juga rekaman CCTV nya. Kalau tidak semua yang aku lakukan akan sia sia. Aku juga tidak membusuk di penjara ". Guman pria tua itu yang langsung beranjak dari tempat nya berdiri dengan memakai tongkatnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari sudah mulai petang, Clara yang baru saja keluar dari perusahaan karena pemotretan nya baru juga selesai. Kini mencari keberadaan Arya. Untuk membantu nya membawakan semua peralatan make up nya.


" Maaf nona, saya habis dari toilet, Sepertinya saya salah makan lagi". Arya datang dengan sedikit tergesa-gesa.


" Kamu harus perhatikan makanan yang kamu makan Arya!. Masa tiap menit ke toilet mulu ". Clara menggeleng kan kepala sambil terkekeh.


" Saya duduk di depan saja". Ucap Clara yang langsung mengitari mobilnya dan masuk lewat pintu samping kiri. Ia benar benar duduk di samping sopir.


Membuat Arya hanya bisa bengong tak percaya. Karena ini hal pertama kalinya Clara mau duduk di samping sopirnya sendiri.


" Arya... Ayo buruan masuk!! ".

__ADS_1


" Ah iya, Nona".


Clara mengulas senyumnya saat Arya telah masuk dan duduk di jok kemudi. Lalu Clara mulai memainkan ponselnya dengan sangat santai. Seolah tak ada kasta antara keduanya saat ini. Padahal, mereka majikan dan sopir saja.


" Bukankah hari ini jadwal kamu ada jadwal therapy lagi? ". Clara mulai memperlihatkan tanggal di ponselnya.


Dan itu membuat Arya menarik sudut bibir nya. Karena Clara ternyata mencatat jadwal therapy nya di dalam ponselnya. Padahal, Arya juga hampir lupa jika ia harus rutin therapy setiap satu minggu sekali.


" Ah, kamu pasti lupa lagi kan?.Sudah ku tebak". Seru Clara . Arya pun hanya tersenyum tipis karena apa yang di katakan oleh Clara benar.


Padahal, ia sangat ingin semua ingatan masa lalunya kembali. Karena Arya merasa memori nya sengaja di hilangkan . Sebab, Arya sama sekali tidak mengingat sedikitpun tentang masa kecilnya dan juga kedua orang tuanya.


" Arya, jika semua ingatan mu pulih kembali. Apa kau akan mengingatku lagi? ". Tanya Clara tiba tiba.


" Saya tidak akan melupakan anda nona". Jawab Arya yakin. Membuat Clara langsung mengulas senyum manisnya. Dan lagi lagi dada Arya berdesir. Seolah ia sudah pernah melihat senyum itu sebelum nya.


" Aku tidak akan melupakan kau untuk kedua kalinya Clara ". Batin Arya dalam hatinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2